4 Cara Kucing Memengaruhi Mental Pemiliknya Para Cat Lovers
![]() |
| Pipin di dalam karton box favoritnya (foto: koleksi pribadi) |
Memang bisa kucing memengaruhi mental kita sebagai manusia? Jawabnya bisa. Kucing memang bisa se-pengaruh itu ke mental kita sebagai Cat Lovers.
Kalau kamu Cat Lover, selamat ya karena kita sebagai pawrents bisa merasakan manfaat psikologis dari memiliki mereka.
Rasa tenang dan rileks setelah menghabiskan waktu bersama kucing, dari sinilah kita tahu secara langsung bagaimana anak-anak bulu dapat memengaruhi suasana hati kita.
Tahu kan kalau tingkahnya kucing itu lucu banget. Padahal posenya kalau di foto begitu-begitu aja. Tapi cuma lihat mereka duduk, menggesek tubuhnya ke kaki kita atau naik ke pangkuan lalu duduk melingkar. Kita bakal tersenyum meski sedang lelah. Ternyata menurut penelitian menunjukkan bahwa keberadaan kucing memang dapat meningkatkan kualitas hidup kita.
Awan tuh paling manja dibanding Pipin. Kalau selesai sholat lalu salam. Dia langsung menjatuhkan diri di pangkuanku. Otomatis tanganku pun mengelus-elus kepala, leher, lalu turun ke tubuhnya yang berbulu lebat.
Dan faktanya, ternyata kucing dikenal memiliki beberapa manfaat psikologis dan sosial bagi manusia. Kucing memiliki semua cara positif bagaimana cara memengaruhi kesehatan mental kita. Mood booster banget, kan?
Baca Juga: Kamu Cat Lovers? Ini 4 Manfaat Berbicara dengan Kucing yang Bakal Didapat
Kucing dan Kesehatan Mental
Di Amerika, kucing dimasukkan ke dalam berbagai bentuk program terapi dan kegiatan kesejahteraan untuk manusia. Kucing yang sudah dilatih dan disertifikasi ditugaskan untuk memberikan kenyamanan emosional serta dukungan mental kepada manusia di rumah sakit, panti jompo, sekolah, hingga bandara.
Seperti yang ada di akun Tik Tok Cashie, Almond & Pistachio. Almond si kucing orange didatangkan ke nursing home di mana para lansia seperti yang mengidap demensia, kanker, dan lainnya mengelus-elus Almond.
Terapi hewan peliharaan ini menghubungkan orang-orang yang menghadapi masalah kesehatan atau gangguan mental dengan hewan terlatih (didampingi pemiliknya pastinya ya).
Tujuan interaksi antara kucing dan pasien adalah untuk membantu mengatasi tantangan tertentu, sebagai bagian dari proses perawatan formal mereka.
Lain lagi dengan Emotional Support Animal (ESA), yaitu kucing peliharaan yang ada di rumah seperti Pipin dan Awan. Mereka berdua juga bisa memberikan dukungan mental bagi aku, pemiliknya.
Pipin dan Awan bisa menjadi peredam dan menghibur aku yang tinggal sendiri dari kecemasan, depresi, atau stres.
Udah coba browsing barangkali di Indonesia ada penerapan terapi menggunakan hewan khususnya kucing. Tapi nggak ketemu.
Padahal hewan penurut dan terlatih misal kucing. Lalu didampingi seorang profesional psikiatri, pasien yang punya kesehatan mental akan mendapatkan manfaat dari keberadaan hewan tersebut.
Baca Juga: Cat Lover Wajib Tahu 5 Masalah Kesehatan Kucing Karena AC
Bagaimana Kucing Memengaruhi Pikiran dan Tubuh Kita
Untuk melihat hubungan antara kucing dan kesehatan mental, penting untuk melihat bagaimana pikiran dan tubuh kita bereaksi terhadap hewan peliharaan.
Berinteraksi dengan kucing memicu pelepasan hormon pada manusia seperti serotonin, dopamin, dan oksitosin. Hal yang seperti ini sering dikaitkan dengan perasaan baik dan positif.
Peran oksitosin ini untuk mengurangi stres yang kita alami serta efek fisiologisnya seperti penurunan detak jantung dan pernapasan yang melambat.
Selain itu, kortisol, yang kadang-kadang disebut sebagai hormon stres, menurun ketika orang menghabiskan waktu dengan kucing.
Kortisol, dibarengi dengan tekanan darah tinggi, dapat menyebabkan kolesterol tinggi dan hipertensi.
Keren kan para cat lovers. Ketika lagi membelai kucing, tiga hormon diatas tadi langsung teratasi. Judulnya bye bye stres dan selamat datang mental yang sehat.
Jadi sekarang cuek aja kalau ada yang lihat kita ngobrol sama kucing di teras. Nggak tahu aja, kalau kita ini sebenarnya sedang menjaga kewarasan dari beratnya menjalani kehidupan.
Hmm jadi kepikiran, kira-kira kalau mental sehat dan stres menjauh, jadi awet muda juga nggak ya?
Baca Juga: Simak 6 Manfaat Memelihara Kucing yang Harus Sahabat Tahu
Aku sih yakin kalau Cat Lovers itu bahagia, karena memang kucing punya cara sendiri dalam memengaruhi mental para pemiliknya. Seperti:
Manfaat Psikologis dan Sosial
Penelitian menunjukkan adanya hubungan antara kucing dan emosi manusia. Keuntungan memiliki teman kucing dapat dimulai sejak masa kanak-kanak dan bertahan hingga usia tua.
Memang, di semua usia, manfaat emosionalnya sama saja. Menurut penelitian semakin kuat ikatan yang dimiliki anak-anak dengan kucing mereka, semakin mereka merasa diperhatikan, dipedulikan, dan mengurangi rasa sedih. Sama halnya dengan temuan pada orang dewasa dan lansia. Aku nih masuk, soalnya dah menjelang lansia juga kan.
Berikut empat cara kucing memengaruhi mental manusia:
1. Persahabatan
Memiliki kucing sebagai teman memberi kamu kesempatan untuk menjalin ikatan dan membangun hubungan dengan makhluk lain. Seperti aku yang tinggal sendiri dan kadang suka mengalami kecemasan karena kesendirian ini.
2. Peduli dalam merawat kucing
Peduli dalam merawat kucing adalah sebuah ungkapan umum dari rasa cinta dan kasih sayang. Rasa peduli ini penting bagi manusia.
Studi menunjukkan bahwa ketika orang tidak lagi mampu peduli merawat atau membesarkan orang lain, misal anak yang sudah punya kehidupan sendiri. Maka tingkat depresi meningkat dan kesehatan secara keseluruhan menurun.
Nah, kehadiran kita ketika memelihara kucing menjadikan sarana bagi kebutuhan diri karena masih dapat orang merawat makhluk lain.
Baca Juga: Selembar Surat Untuk Sahabat Sejati
3. Mengurangi kecemasan
Memelihara kucing selain memberikan keuntungan seperti suasana hati yang lebih baik, kucing juga dapat meningkatkan ketenangan dan mengurangi perasaan terasing.
4. Meningkatkan rasa sosialisasi
Bagi beberapa orang, bersosialisasi bisa menjadi pengalaman yang menegangkan, yang menyebabkan naiknya tekanan darah dan detak jantung.
Biasa lah kalau ketemu orang baru kan, suka ada nge-judge gitu. Jadi wajarlah kalau deg-degan pas dinilai oleh mereka pada awal pertemuan.
Tapi dengan adanya kucing, orang bisa berbicara dengan bebas, tanpa takut apa yang orang lain pikirkan. Alias semua uneg-uneg kamu keluar tanpa perlu ada yang tersinggung.
Baca Juga: Bisa Nggak sih, Kita Memilih Tetangga? Masa Tetangga Gitu
Apakah Mengelus Kucing Dapat Mengurangi Stres?
Ya, membelai kucing dapat mengurangi stres. Dalam sebuah studi, mahasiswa yang menghabiskan waktu hanya 10 menit per hari untuk membelai kucing mengalami penurunan kadar kortisol, hormon yang terkait dengan stres.
Bagi orang-orang, mengelus kucing adalah cara untuk mengekspresikan kasih sayang, yang membantu memenuhi kebutuhan mereka untuk merawat.
Tergantung pada kepribadian hewan peliharaan kamu sih sebenarnya. Kayak Pipin kucing indoor ku, mau disayanginya pas dia minta makan.
Tapi tetap sih, tingkah lakunya itu selalu menyenangkan karena Pipin teman tidur sekamar dibanding Awan yang suka tidur di ruang tamu.
Baca Juga: Begini 5 Cara Melatih Kesabaran Di Tempat Kerja
Bisakah Kucing Mendeteksi Kesedihan pada Manusia?
Menurut penelitian, kucing dapat merasakan kesedihan serta emosi lainnya seperti kemarahan pada manusia. Mereka juga dapat mendeteksi emosi pada kucing lain.
Berkat penelitian – dan pengalaman pribadi pemilik hewan peliharaan – kita tahu ada banyak manfaat psikologis dari memiliki kucing. Jadi bukan sekedar memelihara saja ya. Banyak yang sudah diberi oleh kucing-kucing peliharaan kita.
Kayaknya sebanding lah, sama kita kasih makan ke mereka. Ya nggak sih?
Sumber: Daily Paws.com, Purina.com
























