Wednesday, November 30, 2022

6 Hal Merugikan Menjadi Seorang Introvert

November 30, 2022 0
Menjadi introvert berarti menghindari diri dari kerumitan yang terjadi di dunia ini dalam arti luas.

Mungkin sekilas terdengarnya asik karena itu berarti orang introvert tidak ingin menambah dan menjadi masalah di dalam 'dunia' ini.

Padahal menjadi introvert pun sebenarnya adalah tantangan sekaligus juga menjadi kerugian untuk diri sendiri.

Kerugian menjadi introvert salah satunya adalah, kamu akan kehilangan kesempatan atau kalah bersaing dengan orang lain.

Dan berikut adalah enam hal yang merugikan kalau menjadi introvert di era sekarang ini:

1. Orang memandang kalau menjadi introvert itu aneh

Lingkungan dimana kamu bersosialisasi tentu merasa kecewa karena kamu menjauhkan diri dari mereka.

Kamu bilang, kalau kamu suka dan cinta bekerja di perusahaan kamu. Tapi nyatanya kamu malah menjauh dan lebih memilih menyendiri. Bukankah ini aneh namanya?

Alih-alih asik dengan diri sendiri. Orang introvert seperti ini malah akan dicurigai atau diremehkan lalu malah dikucilkan.


2. Orang memilih untuk tidak berjejaring dengan kamu

Berjejaring adalah hal penting yang harus dilakukan di dunia kerja. semakin luas jaringan, maka semakin banyak orang yang akan kamu temui dari berbagai bidang yang mungkin membantu kamu dalam beberapa cara.

Tetapi ketika kamu diam dan tidak banyak berbicara atau kamu lebih suka menjadi introvert. Maka kamu akan kehilangan kesempatan untuk bekerja sama dengan orang-orang yang berkompeten.

3. Keahlianmu sering diabaikan

Tidak peduli seberapa ahli atau jagonya kamu dalam suatu hal dan kamu pun mempunyai peluang besar akan hal tersebut.

Sisi introvert kamu akan menutup kesempatan itu. Jika kamu mau maju, tunjukkan pada mereka kalau kamu mampu. Jangan diam saja.

4. Susah dapat pasangan

Introvert kebanyakan sengsara dalam kehidupan kencan karena mereka tidak memiliki kepercayaan diri untuk bergaul dengan orang lain atau mereka tidak memiliki keterampilan komunikasi yang baik untuk berbicara dengan calon pasangan. Introvert benar-benar kalah untuk soal perkencanan ini.

5. Dimanfaatkan orang lain (dalam hal pekerjaan)

Orang-orang memanfaatkan sisi introvert kamu dengan mengklaim pekerjaan kamu sebagai milik mereka.

Dikarenakan seseorang yang introvert biasanya menghindari situasi konfrontasi. Sehingga mereka lebih memilih tetap diam ketika pekerjaan mereka dibayangi atau dimanfaatkan oleh orang lain.

Dan ini adalah salah satu hal terburuk yang bisa dihadapi seorang introvert.

6. Sering terjadi miskomunikasi dan salah penilaian

Orang akan banyak salah paham tentang introvert. Beberapa bahkan tidak mencoba untuk memperbaiki kesalahan mereka.

Orang-orang mengira bahwa kamu tidak menyenangkan, antisosial, tidak aman, atau sombong. Bahkan banyak juga yang salah menilai tentang introvert meskipun semua orang tidak sama.

Tidak ada pribadi yang sempurna. Semua mempunyai kelebihan dan kekurangan. Dan hal diatas adalah hanya penggambaran bahwa menjadi introvert pun bisa merugikan diri sendiri.

5 Alasan Hubungan Kamu Dan Pasangan Tidak Bertahan Lama

November 30, 2022 0

Mengapa hubungan tidak bertahan lama?

Bukan buat yang masih dalam tahap perkenalan atau sudah menikah. Alasan-alasan hubungan kamu dan pasangan yang akan dibahas ini bisa jadi adalah, penyebab hubungan kamu dan pasangan tidak bertahan lama.

Minggu lalu waktu ngobrol sama mamah. Mamah bilang gini, "Dulu kirain yang namanya jodoh itu, kalau udah nikah. Artinya emang udah jodoh. Nggak tahunya salah. Banyak pasangan yang udah nikah sampai usia perak. Akhirnya pisah juga. Kayak, Lydia Kandou atau Dewi Yul."

Dipikir-pikir iya juga, sih. Terus kita banyak yang tanya pada diri sendiri. Kenapa hubungan mereka yang bukan seumur jagung tidak bisa dipertahankan? Kan, asam garamnya sudah menggunung.

Setelah dengar banyak cerita dan pengalaman orang yang akhirnya mereka memutuskan untuk menyudahi hubungan. Kita pun jadi instospeksi diri pada hubungan yang sedang dijalani sekarang. 

Jujur deh, pastinya kita sering bertanya-tanya pada diri sendiri, kan? Sebenarnya apa sih, yang salah dengan hubungan yang dijalani? Kok, bisa sampai akhirnya harus putus atau selesai begitu saja. Padahal saat itu, hubungan yang dijalani dengan pasangan baik-baik saja.

Mungkin ya, mungkin, kita tidak menyadari bahwa sebenarnya ada hal-hal kecil yang bisa saja terlewat atau tidak masuk hitungan ketika sedang menjalani sebuah hubungan. Istilah kata ngge 'ngeh gitu.

Sehingga akibatnya, kita dan pasangan harus mengakhiri hubungan.

Baca Juga: Jangan pakai 6 alasan ini buat menikah

5 alasan mengapa sebuah hubungan akhirnya tidak bertahan lama bersama pasangan: 

1. Kamu tidak minta apa yang kamu inginkan

Ketika bersama pasangan, pernah nggak kamu tuh, sebenernya kepengin banget dia berbuat sesuatu untuk kamu. Tapi, kamu nggak pernah mengomunikasikan atau mengutarakan pada pasangan.

Kamu tuh, merasa malu atau takut dengan reaksi pasangan kamu. Akhirnya semua keinginan kamu cuma disimpan sendiri.

Ketika kamu berdiam diri dan berpikir bahwa mungkin segala sesuatunya akan berubah. Dan juga mungkin suatu hari pasangan akan mengerti maksud kamu dengan segala sinyal yang kamu berikan.

Please, deh! Memangnya pasanganmu harus selalu mengerti sinyal yang nggak jelas maksudnya itu?

Kalau tidak bicara dan disampaikan apa maksud dan keinginan kamu. Mana bisa dia nyambung dan memenuhi segala keinginan kamu?

Nah, inilah salah satu alasan yang bisa jadi sebuah hubungan tidak bertahan lama.

Baca Juga: 7 cara meluluhkan hati pria ala Desi's Corner

2. Berani mengatakan TIDAK

Tahu kan, people pleaser? Selalu ingin menyenangkan orang lain atau selalu merasa tidak enak kalau menolak dan tidak berani mengatakan 'tidak'.

Padahal mengatakan TIDAK adalah hal penting dalam menjalin sebuah hubungan. Bukan saja sebatas fisik tetapi juga untuk kesehatan mental kamu.

Selalu mengatakan 'ya' untuk menyenangkan pasangan sepanjang waktu dan tidak melakukan apa yang kamu suka karena kamu tidak bisa mengatakan TIDAK.

Hal tersebut bisa membuat kamu jatuh ke dalam lubang yang terlihat semakin dalam dan bahkan dapat membuat depresi karena hubungan yang kamu jalani itu.

Kamu berhak atas diri kamu sendiri. Kalau kamu nggak suka diajak ke pesta karena kamu disana cuma jadi pajangan. Kamu harus berani mengatakan 'tidak' kepada pasangan kamu.

Dan ketika kamu tidak ingin disentuh pada titik tertentu. Kamu juga berhak mengatakan 'tidak'. Meski sudah menjadi pasangan yang sah.

Sentuhan atau hubungan intim pun bisa dikomunikasikan dimana kedua-duanya merasa senang ketika melakukannya. Bukan sepihak.

Seandainya pasangan kamu ingin bekerja lembur hingga larut malam dan itu terjadi bukan sekali atau dua kali. Maka kamu berhak juga mengatakan tidak. Kamu juga perlu diperhatikan. Bukan saja kebutuhan fisik tapi juga lahiriah.

Jika kamu tidak dapat mengatakan ini dalam suatu hubungan. Itu berarti kamu memiliki ikatan yang hampa dan tidak heran kalau pada satu hari tertentu hubungan kamu dan pasangan tidak dapat bertahan lama alias bubar jalan.

Baca Juga: Selembar surat untuk sahabat sejati

3. Tidak menentukan batasan

Penting bagi satu pasangan untuk menentukan batasan dalam sebuah hubungan yang sehat. Ingat, batasan yang dibuat harus dijalankan. Kalau tidak, buat apa membuat batasan?

Kalau kamu membuat batasan lalu tidak melaksanakannya, itu artinya kamu membiarkan pasangan kamu berpikir bahwa keinginan kamu itu tidak serius.

Seperti apa batasan yang harus ditentukan? Ya, kembali lagi kepada kamu dan pasangan. Batasan apa yang perlu disepakati.

Misalnya, batasan meluangkan waktu untuk diri sendiri, meminta bantuan jika dibutuhkan, menyeimbangkan kekuatan agar hubungan tetap erat, berhenti merasa bersalah untuk yang hal yang tidak seharusnya, dan lainnya.

Baca Juga: Romantisme suami pada istri

4. Dunia kamu bukan hanya dengan pasangan kamu saja

Kamu menjadi kuat ketika bersama pasangan. Ini adalah hal yang seharusnya terjadi. Tapi lain hal ketika kamu justru merasa tidak aman ketika bersamanya. 

Kamu merasa kehilangan jati diri kamu. Kamu menjadi pribadi yang berbeda ketika bersamanya. Bukan ke arah positif tapi kebalikannya.

Sebaiknya kamu menyadari hal tersebut. Semua itu adalah pertanda bahwa kamu berada dalam lingkungan yang sangat tidak sehat.

Jika tidak dihentikan, itu artinya kamu membiarkan pasangan mengendalikan hidup kamu yang bahkan mungkin dapat menghancurkan kamu.

Tidak hanya itu, akibat sikap pasangan kamu itu, bisa berdampak pada orang lain di sekitar kamu.

Padahal kesejahteraan emosional kamu adalah tanggung jawab kamu sendiri, bukan tanggung jawab pasangan kamu. Siapa lagi yang lebih mengenal dan menyayangi diri selain diri kita sendiri?

Baca Juga: 9 ciri suami mencintai kita-sampai saat ini

5. Usia tidak menentukan kematangan emosional seseorang

Tingkat kedewasaan dalam diri seseorang merupakan salah satu fondasi dalam menjaga agar hubungan tetap terjalin sehat.

Entah dia sukses, pandai, cakap, dan terampil. Jika sisi emosionalnya tidak dewasa. Hubungan yang harmonis akan susah didapat.

Itulah lima alasan secara psikologis mengapa sebuah hubungan tidak bertahan lama. Apakah Sahabat Desi's Corner mempunyai pengalaman dari salah satu poin diatas?

Atau barangkali mempunyai cerita tentang alasan mengapa salah satu dari pasangan memutuskan untuk mengakhiri hubungan?












Please, Jangan Jadikan 6 Alasan Ini Untuk Menikah Dengan Pasangan

November 30, 2022 0

Alasan menikah harus dianalisis

Mau kilas balik sedikit tentang alasan menikahnya aku. Dan juga berbagi cerita dari para Sahabat Desi's Corner semua. Apa sih, alasan para Sahabat Desi's Corner menikah dengan pasangan? 

Siapa tahu nanti ada yang galau. Dan sedang mencari alasan untuk menikah dengan pasangannya. 

Menikah kan, cukup satu kali. Menurutku alasan menikah bukan hanya karena cinta saja. Meski kalau balik lagi ke agama. Menikah itu karena Alloh dan yang pasti untuk memenuhi perintahnya.

Sebagai pengingat, tulisan tentang alasan menikah dengan pasangan ini, tidak membahas tentang materi, ya.

Baca Juga: 4 kesalahan karir di usia 30-an

Gelisah Tak Kunjung Menikah

Tidak perempuan atau laki-laki, urusan menikah bukan saja menjadi masalah pribadi. Tapi keluarga juga, mau tidak mau mereka ikut terlibat didalamnya.

Buat yang belum dan yang akan mau menikah. Jangan sampai alasan-alasan yang akan dibahas dalam artikel ini, menjadi keputusan untuk menikah. 

Mending nge-jomlo dulu aja, deh, daripada menggunakan alasan-alasan ini. Jangan sampai pernikahan cuma sebatas umur jagung.

Wajar sih, kalau umur sudah masuk usia menikah belum juga naik pelaminan. Lalu kegelisahan dan kegalauan menghantui di setiap mata ingin terpejam.

Apalagi terima undangan pernikahan teman tiap minggu. Atau mengunjungi teman yang baru melahirkan anak. Ditambah sapaan mereka, "Kamu kapan?"

Tinggal ke laut aja deh, yang ada. Senyam-senyum sambil garuk kepala.
Tenang, definisi pasrah jodoh ditangan Tuhan itu. Kalau usaha tetap jalan, doa nggak putus, menaikkan kualitas diri digeber terus. Yakin aja kalau Tuhan sedang mempersiapkan jodoh terindah dan terbaik.
Jadi, sikap yang wajar kalau merasa risih ketika mendengar kabar sahabat, teman, atau kerabat yang akan menikah dengan pasangannya. Kan, Sahabat juga masih usaha. Cuma belum waktunya saja.

Baca juga: Selembar surat untuk sahabat sejati

Apa Alasan Menikah Dengan Pasangan?

6 alasan menikah dengan pasangan yang seharusnya tidak digunakan

Aku menikah dengan almarhum suami tahun 1999. Dengan masa pacaran di SMA selama kurang lebih satu tahun, empat tahun LDR, sisanya tiga tahun lebih sedikit bareng-bareng cari kerja, menabung, dan diapeli seminggu sekali.

Mengenal selama hampir sembilan tahun. Kami rasa cukup untuk melangkah lebih jauh. Cuma itu alasannya agar kami bisa bersama. Cinta.

Tapi, zaman sekarang, semuanya yang makin kesini makin kesana aja. Setiap orang mempunyai kekuatan mental yang berbeda-beda.

Demi menyelamatkan diri dari rasa minder dan desas desus tidak laku karena usia yang kian bertambah. Akhirnya diputuskanlah menikah karena alasan desakan sosial.

Padahal keputusan menikah itu harus dianalisis, di introspeksi, dan dipikirkan dengan cermat oleh kedua pasangan.

Baca juga: Saat ikhtiar dan doa berbeda dengan takdir

Tapi sayangnya, masih banyak orang menikah dengan 6 alasan berikut ini:

1. Tekanan sosial

Ketika semua orang di sekitar Sahabat akan menikah, mau tidak mau pastinya Sahabat akan merasakan banyak tekanan sosial diminta untuk segera menikah.
Buat yang mentalnya kurang kokoh. Perundungan verbal mungkin akan membuat keputusan tergesa-gesa dan tanpa pertimbangan yang matang.
Mencari pasangan itu bukan perkara mudah. Target memang bisa dibuat. Tapi kalau usaha belum membuahkan hasil? Ya, lebih baik tetap menjomlo.

Maka sebaiknya, abaikan saja tekanan sosial yang menghampiri Sahabat. Coba alihkan segala yang menggelisahkan hati dengan hal positif. Atau membuat prestasi yang membuat orang di sekitar Sahabat teralihkan.

2. Desakan keluarga

Selain masyarakat, tekanan dari dalam yaitu keluarga adalah salah satu alasan terbesar mengapa orang menikah dengan seseorang atau orang lain tanpa perhitungan yang masak.

Anggota keluarga mungkin terus-menerus mengejar Sahabat untuk bertemu seseorang. Dan diminta untuk menikah agar mereka dapat hidup tenang dan tidak ada beban lagi.

Mereka tidak bisa melihat santainya Sahabat dengan status jomlo. Sedangkan di sekeliling mereka. Orang-orang seusia Sahabat, rata-rata sudah menikah.

Keluarga ingin Sahabat segera mendapatkan pasangan lalu melepas masa lajang. Sehingga beban mereka dari status Sahabat pun lepas.


3. Pernikahan akan menyelesaikan masalah

Alasan menikah untuk melepas status

Orang yang menikahi pasangannya dengan mentalitas bahwa menikah akan menyelesaikan semua masalah yang ada karena soal status. Ini  adalah salah total.

Pernikahan bukanlah sekedar melepas masa jomlo. Nama yang tercatat resmi, baik dalam agama maupun negara.

Pernikahan adalah menyatukan dua insan yang berbeda karena Allah. Cinta lahir dan batin. Menyelami suka dan duka kehidupan bersama.

Bukan ajang perbaikan yang akan menyelesaikan masalah status kejombloan Sahabat.

Solusi masalah jomblo dengan menikahi seseorang tanpa hati tulus. Justru akan menjadi masalah baru ketika Sahabat Desi's Corner dan pasangan sudah menikah. Karena pondasi awal yang tercipta tidak kuat menopang kehidupan berumah tangga.

Baca juga: Merayakan cinta dengan sahabat sejati

4. Pasangan memberikan ultimatum untuk segera menikah

Kalau pasangan mengajak menikah dan memberi ultimatum, jika tidak menyetujui pernikahan tersebut, lalu pasangan mengancam akan meninggalkan Sahabat. Ini bisa jadi pertanda akan adanya bahaya besar.

Alasan menikah dengan pasangan itu bukan karena paksaan, dipaksa, atau didesak. Sehingga Sahabat merasa tertekan mengiyakan untuk menikah.

Terlebih itu semua datangnya dari pasangan Sahabat sendiri. Kecuali, kalau memang sudah siap secara mental, tidak masalah untuk menerima ajakan tersebut.

5. Menikah menjadi ajang pembuktian diri akan sebuah hubungan

Pernikahan adalah fondasi dasar untuk menciptakan kehidupan sosial dalam lingkup kecil yaitu membangun sebuah keluarga.

Namun untuk mengarah kesana, tidak harus dengan menikah yang bertujuan hanya ingin membuktikan keseriusan hubungan Sahabat dengan pasangan.

Pertama, Sahabat tidak harus membuktikan apa-apa kepada siapa pun. Percaya atau tidak, hidup di zaman sekarang ini. Beberapa orang melihat bahwa pernikahan itu hanya sebagai simbol status.

Dan beberapa lainnya melihat bahwa menikah itu dijadikan sebagai cara untuk berjejaring. Sementara yang lain hanya melihat untuk memvalidasi keberadaan mereka melalui pernikahan.
Landasan menikah sebagai pembuktian sebuah hubungan, sebaiknya tidak dilakukan.
Baca Juga: Lebaran 50:50

6. Menikah agar tidak kesepian

Alasan menikah karena Allah

Alasan macam apa ini? Tapi, memang benar ada, sih. Suka dengar aja alasan menikah dengan pasangan katanya, biar hidup nggak sepi.

Padahal alasan menikah dengan seseorang atau pasangan agar hidup tidak pernah kesepian bukanlah alasan yang baik.

Sikap yang wajar dan normal kalau menjadi jomlo terlalu lama jadi hal menakutkan. Tapi berkomitmen pada seseorang yang tidak terlalu dikenal atau tidak yakin, adalah keputusan yang sangat buruk.

Bagaimana bisa membahagiakan pasangan, kalau diri sendiri saja tidak bahagia?

Kalau Sahabat Desi's Corner, alasan menikah dengan pasangan dulu apa?

Atau mau menambahkan alasan yang tidak boleh digunakan untuk menikah? Barangkali bisa menjadi tambahan buat para pasangan yang akan menikah. Yuk, sharing!



















Tuesday, November 29, 2022

Resep Puding Pisang Kepok, Camilan Simple Takaran Sendok

November 29, 2022 0


Resep puding pisang

Punya pisang kepok boleh dikasih mamah hampir dua minggu yang lalu. Hasil googling didapatlah, resep puding pisang kepok santan.

Tenang, buat yang mageran kayak aku, malas mengeluarkan perabotan bikin kue. Camilan simple ini tidak pakai timbangan alias takaran sendok. 

Aku juga cari resepnya yang tidak menggunakan oven. Di rumah kan, adanya oven tangkring. Simpannya juga diatas kabinet dapur. Jadi effort bebikinannya lebih besar. 

Membuat camilan puding ini juga terbilang mudah, gampang, simple, dan nggak pakai ribet. Cuma butuh satu wadah yaitu panci atau pan kecil, centong, sayur, gelas takar, dan loyang. 

Pas banget buat aku yang suka bikin camilan tapi nggak mau rempong beres-beres dan cuci-cuci alias sat set sat set langsung jadi, deh. Ditambah nggak perlu lama-lama di dapur. 


Kenapa Memilih Resep Puding Pisang? 

Nah, ini beberapa alasan kenapa pisang kepok yang kematangan tidak digoreng. Malahan dibikin puding. Padahal camilan yang digoreng kan, lebih cepat dan lebih sat set sat set. 

1. Pisang kepok yang kematangan kalau digoreng bakal menyerap banyak minyak. Ditambah tekstur pisangnya tuh, jadi benyek. Kurang nikmat aja, kalau akutuh makan pisang yang agak nyemek-nyemek gitu

2. Menjelang akhir bulan, hampir semua stok pangan khususnya minyak goreng, tinggal sedikit gitu. Jadi kalau pakai resep puding pisang, menghemat penggunaan minyak

3. Memanfaatkan stok sisa bahan kue yang ada di dapur dan kulkas. Pas intip wadah bahan kue, ada satu bungkus agar-agar, dua buah santan kemasan 65ml dan 200 ml, tepung maizena, gula tinggal setengah toples

4. Coba resep baru. Meski resep puding dasarnya hampir sama. Tapi kreasi puding ditambah pisang, belum pernah kucoba. Jadi, pas dapat resep yang stok bahannya ada di rumah. Jiwa trial and error nya, meronta-ronta gitu

5. Nah, ini alasan terakhir yang bikin tekad semakin bulat buat jajal resep puding pisang kepok.

Tanggal tua tapi tetap mau ngemil. Anggaran jajan nggak ada, recehan di dompet buat beli kangkung, jadilah akhirnya puding pisang. Cara membuat dan bahannya simple banget.

Bahan langsung masuk semua, aduk, terakhir masukkan pisang. Jadi deh, pudingnya.

Baca Juga: Resep Kuih Tako Sagu Mutiara Pandan


Resep Puding Pisang Kepok Santan

Resep puding
Aslinya, hasil googling resep puding pisang itu ada banyak. Sampai bingung mau coba yang mana. Semuanya mirip. Palingan beda dibentuk sama takaran bahan yang digunakan.

Akhirnya jatuhlah pilihan ke resepnya milik Cooking Hell. Memang sih, di YouTubenya itu, agar-agar yang digunakan warna hijau terus ditambah beberapa tetes pasta pandan.

Berhubung stok agar-agar di dapur adanya warna merah. Jadi hasilnya melenceng sedikit. Cuma beda di warna doang.

Seperti ini resep puding pisang kepok santannya:

Bahan yang digunakan:

  1. 5-6 buah Pisang kepok matang. Pisang disini tidak harus selalu pisang kepok. Bisa juga menggunakan jenis pisang lain. Seperti pisang ambon, kapas, tanduk, atau lainnya
  2. 1 bungkus (7 g) Agar-agar hijau, plain, atau merah
  3. 80 g/8 sdm Gula pasir
  4. ¼ sdt Garam
  5. 1 sdm Tepung maizena
  6. 200 ml Santan instan. Aku pakai sun kara kemasan 200 ml tanpa dicampur air
  7. 40 ml / 1 sachetSKM
  8. 800 ml Air minum
  9. Beberapa tetes pasta pandan. Itu kalau Sahabat Desi's Corner menggunakan agar-agar berwarna hijau. Maksudnya agar hasil akhir puding jadi terlihat lebih cantik
  10. Loyang 20 x 20 cm atau bisa disesuaikan dengan ketersediaan di rumah masing-masing. Judulnya bebas sih, kalau aku, mah

Baca Juga: Resep Pancake Pisang Lembut Gampang

Cara membuat puding:

Puding pisang kepok santan
Penampilan akhir puding pisang kepok

  1. Masukkan semua bahan kering dalam panci atau pan. Aduk dan campur rata
  2. Tambahkan santan, SKM, dan air. Kalau aku airnya disisakan sedikit untuk membersihkan sisa santan kental yang menempel di kemasannya. Biar apa? Biar irit. Sayang aja kalau nggak memaksimalkan penggunaan bahan wkwk
  3. Aduk dan campur rata kembali semua bahan sampai gula larut. Sebenarnya gula nggak larut pun nggak apa. Aku melakukannya biar bisa cicip kadar manisnya. Kalau kurang jadi bisa ditambah
  4. Nyalakan api kompor dan masak larutan puding menggunakan api kecil ke sedang, sambil terus diaduk sampai mendidih dan agak mengental
  5. Matikan api kompor sambil terus diaduk agar uap panasnya berkurang
  6. Potong kecil-kecil pisang kepok dan langsung masukkan ke dalam larutan puding. Aduk dan campur rata kembali
  7. Tuang kedalam loyang atau cetakan yang sudah dibasahi dengan sedikit air agar nanti puding mudah dikeluarkan
  8. Dinginkan di suhu ruangan jika uap panasnya masih ada atau loyang masih terasa panas. Jika sudah dingin atau suam-suam kuku. Baru deh, dimasukkan ke dalam kulkas. Kalau aku, dua jam di suhu ruang, tiga jam di kulkas. Ya, sampai puding set saja
  9. Puding pisang kepok siap dipotong dan disajikan.


Buat yang suka manis, takaran gulanya bisa ditambah dua sendok makan. Disini aku menggunakan sendok makannya yang agak datar gitu dan nggak munjung, ya.

Rasa pudingnya enak, lembut, gurih, pisangnya juga manis. Apalagi pas makan baru dikeluarkan dari kulkas. Dijamin susah kalau makannya cuma satu.

Niat makan puding cuma satu potong. Habis tutup kulkas. Balik lagi. Totalnya hampir 3-4 kali bolak-balik. Pas dilihat lagi, sudah hampir setengah loyang aku habiskan. Duh, Kakak apa kabarnya nanti? 

Tenang, tetangga kiri dan kanan kebagian, kok, puding pisang kepok santannya, meski cuma beberapa potong. Alhamdulillah mereka suka meski rasa puding pisang yang dibuat itu kemanisan versi aku.

Alhamdulillahnya lagi, stok bahan kue berkurang. Masih ada sisa tujuh jenis tepung (maizena, protein rendah, protein tinggi, sedang, ketan, beras, hunkwe) yang nganggur di rumah.

Aneka tepung

Eeh, pas di cek, masih ada sebungkus biskuit Roma kelapa, wijen, kacang hijau kupas, sagu mutiara. Stok santan juga masih ada.

Kudu cepet-cepet googling resep lagi, nih. Sebelum mereka kadaluarsa. Tapi, kayaknya mau mengolah pisang kapas sama kelapa parut dulu, deh. Sudah melambai-lambai di kulkas minta digoreng.

Semoga resep puding pisang kepok yang aku share ini bermanfaat dan menginspirasi Sahabat Desi's Corner semua, ya.

Aku yakin, Sahabat semua lebih bisa berkreasi memanfaatkan sisa bahan kue yang ada di rumah. Sehingga menjadi camilan yang super duper enak. 

Selamat mencoba dan semoga suka.***




Thursday, September 1, 2022

Blibli, Punya Toko Bukan Impian Lagi, Gampang Dan Nggak Ribet!

September 01, 2022 0


Blibli, buka toko online nggak pakai ribet


Siapa, sih, yang nggak kepengin punya toko sendiri? Kayak aku yang punya mimpi dan cita-cita punya toko untuk produk-produk yang aku jual.

Usaha yang dijalani sekarang, sebetulnya sudah lumayan lama. Kurang lebih kalau dihitung dengan pasang-surutnya usaha, sudah berjalan hampir lima tahun.

Baca Juga: Review Usaha Masakan Rumahan Dapoerasatoe

Kenapa disebut pasang surut usaha? Ini alasannya:

1. 2017 - aku mulai usaha berjualan yoghurt dengan brand Yo'Qta. Semua berjalan lancar karena didukung oleh reseller.

2. 2018 - keuntungan tiap botol dari harga jual Yo'Qta yang Rp 2.000-3000 memang receh. Tapi banyaknya penjualan, membuat omset yang didapat pun lumayan. Bisa buat biaya umroh satu orang pada tahun tersebut.

3. 2019 - adanya kenaikan transportasi ojek online, membuat usahaku lumayan terganggu. Ditambah, kantor tempat reseller aku bekerja, tidak memperbolehkan lagi karyawannya untuk berjualan.

4. 2020-2021 - COVID-19 melumpuhkan usahaku, karena reseller diwajibkan WFH. Ditambah akupun tertimpa musibah harus kehilangan suami, Ibu mertua, dan Adik ipar hanya dalam waktu satu minggu karena virus Corona.

5. 2022 - mental down. Dan aku baru saja bangkit untuk mulai jualan lagi.

Baca Juga: Usaha Batik Tak Lekang Oleh Waktu

Up And Down Usaha, Tapi Banyakan Down-nya

Jujur, aku belum memperoleh peningkatan yang signifikan untuk angka penjualan. Bulan Februari, 2022, saat aku bergerilya ke teman-teman lama, juga reseller. Respon mereka lumayan baik. Bahkan, ada beberapa pelanggan baru yang mau mencoba Yo'Qta.

Omset perlahan mulai naik, meski jumlahnya tidak seperti tahun 2017. Tapi, sebagai awal, menurutku sudah lumayan bagus karena aku harus membuat para pelanggan tahu bahwa Yo'Qta masih ada.

Perlahan asa yang tenggelam mulai tumbuh. Selama tiga bulan, penawaran pada penggemar Yo'Qta termasuk penggemar baru mulai datang.

Aku pun rajin menulis di toko online ku saat itu, My Google Business. Seminggu bisa beberapa kali upload foto dan tulisan yang cukup panjang, untuk mengenalkan produk yoghurt, Yo'Qta.

Tidak lupa, pembeli yang banyaknya adalah teman. Aku minta untuk memberi ulasan di toko online-ku itu. Sayang, putus asa nggak pernah absen datang menghampiri.

Sampai akhirnya, aku pun kalah. Lelah dengan usaha yang seharusnya aku jalani terus. Kalimat motivasi, 
Bisa jadi kesuksesan sedang menunggu di ujung jalan ketika kamu menyerah
sepertinya huruf-huruf kalimat itu terbang acak kayak asa yang melayang untuk kesekian kalinya.

Memasuki Ramadhan, usahaku benar-benar berada di titik nadir. Hanya kerabat dekat dan 1-2 orang yang memang benar-benar penggemar Yo'Qta yang masih bertahan. Selebihnya tidak terdengar kabar lagi.

Dan ini yang membuat usahaku lemah, lesu, tak bergairah:

1. Mental melempem
2. Iklan kurang
3. Tidak mengikuti perkembangan marketing digital saat ini
4. Tidak bergabung dengan komunitas olshopper
5. Tidak membuka toko e-commerce atau marketplace

Baca Juga: Ini 5 Sebab Kalau Nekat Mencoba YoQta

Mulai Perbaiki Diri Dan Membuka Toko di e-Commerce, Blibli

Keuntungan seller di Blibli
Salah satu dari sekian banyak keuntungan bergabung di Blibli Seller Center adalah banyaknya pelatihan atau Webinar gratis yang didapat untuk meningkatkan penjualan sebagai seller di Blibli

Rezeki tidak melulu berbentuk materi. Informasi juga bisa menjadi pembuka rezeki. Seperti akhirnya aku mendapat kesempatan membuka toko online di e-commerce, Blibli.

Nggak tahu kenapa, aku tuh mikirnya kalau buka lapak di e-commerce itu ribet pakai banget. Alhasil pikiranku tuh, jadi pendek dan tidak mau mencoba karena diri sudah dimasukkan kata 'ribet' di otak.

Padahal punya toko di e-commerce atau marketplace kepenginnya aku dari dulu. Ragu-ragunya kelamaan. Beruntung kesempatan itu masih lewat di saat aku memang menginginkannya.

Cara membuka toko online di Blibli memang betulan gampang dan nggak ribet. Cukup buka website Blibli Center Seller, klik Daftar Sekarang, lalu ikuti langkah-langkah yang harus diisi.

Biar waktu pengisian data Toko di Blibli Center Seller nggak pakai lama, baiknya KTP sudah disiapkan.

Memang di laman Blibli Center Seller tertera tiga hari kerja untuk peninjauan toko online kita. Tapi, selama produk atau barang yang tidak memerlukan verifikasi detail, seperti aku yang masuk kategori minuman.

Hanya dalam waktu hitungan jam, toko online ku yang ada di e-commerce atau marketplace sudah mejeng di antara banyak toko lainnya yang ada di Blibli. Wah, asli bahagia banget, akhirnya bisa punya toko di Blibli.

Nggak toko saja yang aku punya. Tapi keuntungan yang didapat sebagai seller di Blibli saat membuka toko dan menyelesaikan tugas juga masih ada beberapa keuntungan yang didapat. 


Ini dia keuntungan yang didapat saat membuka toko di Blibli: 

Untung setelah membuka toko di Blibli

1. Daftar sebagai seller Blibli akan mendapat saldo Rp 20.000.

Jadi, setelah kita melakukan registrasi di Blibli Sales Center Dan menyelesaikan proses tersebut, kita akan mendapat saldo sejumlah itu.

2. Mengaktifkan instant dan same day akan mendapat saldo Rp 50.000

Setelah mengisi jasa ekspedisi pada saat melengkapi data sebagai seller Blibli. Misal, ojek online, JNE, Paxel, dan lainnya akan mendapat saldo juga.

3. Info legal dan pembayaran akan mendapat saldo Rp 50.000

Seperti mengisi nama bank, no rekening untuk proses transaksi jual beli.

4. Info alamat pengambilan, mendapat saldo Rp 30.000

Pengisian alamat pengambilan toko pun kita mendapat saldo. Enak, kan?

5. Upload lebih dari 4 produk akan mendapat saldo Rp 300.000

Masih ada beberapa proses lagi seperti, ketika mendapat pesanan pertama, akan diberikan saldo sebesar Rp 100.000.

Aku? Aku baru sampai tahap poin 5. Jadi, aku punya total saldo Bliklan adalah sebesar Rp 470.000 yang dapat digunakan untuk mempromosikan produk jualan aku alias Yo'Qta.

Semoga orderan cepat masuk, ya. Jadi aku bisa melanjutkan cerita lagi tentang pengalamanku di Blibli sebagai seller.

Buat Sahabat Desi's Corner yang sudah punya usaha atau baru punya ide jualan. Buka Blibli sebagai seller cocok banget, nih, buat mengembangkan usaha alias melebarkan sayap atau memperluas jangkauan dan target pasar.

Kalau mau tahu lebih banyak dulu sebelum gabung di Blibli Seller juga boleh intip dan follow media sosialnya Blibli, supaya nggak ketinggalan informasi di IG @blibliseller dan tiktok @blibliseller juga. 

Apa jangan-jangan Sahabat Desi's Corner udah punya toko di Blibli lagi?

#PastiUntungPastiBlibli#BlibliSeller#BlibliBlogCompetition#PastiMer11ah




Monday, July 25, 2022

Perayaan Iduladha di Komplek Rumah Setelah Dua Tahun Pandemi

July 25, 2022 0
Perayaan Iduladha di Komplek Citra

Langit biru menjadi atap perayaan Iduladha 1443 H. Para jamaah yang akan sholat Ied di sekitar Masjid Baitus Syafa'ah Jl. Karang Satria Kp. Cerewed RT03/RW018 Kel. Duren Jaya, Bekasi Timur 17111, terlihat begitu antusias menggelar sajadah mereka.

Mukena berwarna-warni yang dikenakan para jamaah wanita dalam sholat Iduladha pagi ini, menambah semarak suasana pelataran Masjid hingga jalan raya dan area pencucian mobil yang memang biasa digunakan setiap tahun untuk dua sholat perayaan besar umat Islam.

Bagiku sholat Iduladha ini adalah yang kedua kalinya tapi nggak berurutan, yaitu pada tahun 2020 dan 2022. Tahun 2021 aku nggak sholat karena masih isoman.  

Tapi kalau nggak salah, 2021 memang nggak ada acara sholat Iduladha, deh. Kasus COVID-19 pada tahun itu, kan, lagi ada di puncak-puncaknya.

Waktu menunjukkan pukul 06.32 WIB ketika petugas Masjid Baitus Syafa'ah mulai membacakan nama-nama orang yang menitipkan hewan kurban mereka ke masjid untuk akhirnya dipotong lalu dibagikan kepada warga sekitar yang memang berhak menerimanya.

Pembacaan diawali dengan rasa syukur pihak pengurus masjid karena bisa mengadakan pemotongan hewan kurban di masa pandemi yang angkanya mulai naik kembali karena sub Omicron varian BA4.

Baca Juga: Makanan Minuman Untuk Gejala Omicron  

Rasa syukur ditujukan pada Alloh meski jumlah hewan kurban yang diterima pihak Masjid Baitus Syafa'ah menurun 50 persen dibanding perayaan Iduladha sebelumnya.

Jika tahun 2021, pengurus masjid menerima kurang lebih hampir mendekati angka 50 hewan kurban. Maka tahun ini mereka menerima 29 ekor kambing tanpa sapi.

Pun dengan pembagian hewan kurban setelah dipotong dan ditimbang. Bila sebelumnya mencakup dua RW, maka pada Perayaan Iduladha kali ini, hanya satu RW saja yang akan mendapat daging kurban.

Itu pun dalam satu RW (10 RT) tidak semua RT akan mendapatkan kupon (daging kurban). Seperti yang disampaikan oleh pihak masjid, bahwa sebanyak empat RT tidak mendapatkan kupon.

Selain orang-orang yang dituju bukan prioritas, di mushola lingkungan RT mereka pun, ada yang mengadakan penyembelihan hewan kurban juga. Padahal kalau lagi nggak pandemi, dua RW kebagian daging kurban, lho.

Dalam pembacaan nama-nama penitip hewan kurban itu, pihak masjid pun berharap agar pada waktu Perayaan Iduladha berikutnya. Penitipan kambing atau sapi dapat dipusatkan di satu tempat, yaitu masjid Baitus Syafa'ah.

Dengan begitu, pembagian hewan kurban dapat lebih terkoordinasi dan terdistribusi merata kepada yang berhak menerimanya.
Semoga perekonomian negara kita semakin membaik. Pandemi segera berlalu. Dan jumlah hewan kurban tahun depan kembali seperti sedia kala. Sehingga warga yang mendapat daging kurban juga semakin banyak dan ikut bergembira saat Perayaan Iduladha.
Kurang lebih seperti itulah kata penutup dari pihak panitia kurban di masjid Syafa'ah. Setelah disambut kata Amiin dari para jamaahnya yang tidak lama kemudian kami pun melaksanakan sholat Ied.

Semarak Perayaan Iduladha Di Komplek Rumah

Memotong daging kurban sapi dan kambing

Di komplek rumahku, tahun ini adalah tahun pertama diadakan kembali penyembelihan hewan kurban semenjak Pandemi 2020.

Terdiri dari 105 rumah yang diisi oleh 90 kepala keluarga. Kami biasa mengadakan pemotongan hewan kurban secara mandiri. Lalu, membuat kupon untuk diserahkan kepada RT yang tinggal di sekitar komplek untuk diserahkan kepada warganya yang berhak menerima daging kurban.

Sebelum pandemi, sejauh ingatanku, biasa warga yang menitipkan hewan kurban kurang lebih 4 ekor sapi dan 4-5 ekor kambing.

Setelah dua tahun tidak ada Perayaan Iduladha. Alhamdulillah, antusias warga komplek Citra terwujud nyata dengan jumlah hewan kurban hampir sama dengan sebelum adanya pandemi, yaitu sebanyak 4 ekor sapi dan 5 ekor kambing.

Baca Juga: Tetangga Masa Gitu

Hari Kurban=Hari Kebersamaan

Satu minggu sebelum lebaran haji. Sebuah pengumuman di grup wa komplek memberi informasi bahwa mushola As-Sallam (ada di dalam area komplek) akan ada pemotongan hewan kurban dan makan bersama pastinya.

Sudah hal yang biasa kami lakukan pada hari istimewa seperti Ramadan dengan acara bukber setiap Sabtu dan Perayaan Iduladha dengan makan bersamanya.

Di dalam grup wa komplek rumah seperti biasa akan dibuat daftar. Daftar makanan apa saja yang akan disajikan untuk kami, dari kami, dan oleh kami.

Obrolan grup wa Ibu-ibu komplek Citra

Dari mulai lauk pendamping, sayur, buah, snack, aneka jenis minuman, dan yang pastinya nasi.

Kenapa ada lauk pendamping? Karena lauk utamanya adalah daging kurban. Kambing dan sapi akan menjadi lauk utama yang akan kami santap bersama pada perayaan Iduladha.

Baca Juga: Garang Asem Ayam Tanpa Daun Pisang

Tenaga potongnya juga Bapak-bapak warga komplek dibantu Bapak Security yang sedang off, juga Bapak tenaga kebersihan.

Kalau waktu memotongnya agak lama, harap dimaklum. Biasa pegang laptop, ini dadakan langsung pegang pisau dan timbangan daging.

Apa? Yang menyembelih hewan kurbannya, Bapak-bapak komplek juga? Bukan dong. Bapak-bapaknya belum ada yang punya sertifikasi buat potong hewan kurban. Wkwk.

Tukang jagalnya, biasa kami panggil. Nah, bagian potong dan menimbang, baru deh, bagian Bapak-bapak Citra.

Balik lagi ke daftar makanan yang ada di grup wa tadi. Tidak butuh waktu lama, keesokan paginya daftar makanan sudah hampir terisi penuh.

Dan menjelang Perayaan Iduladha, minuman dan snack setelah sholat Ied, sudah tertata rapi di area pemotongan. Biar para petugas potong, bisa ngopi-ngopi sambil ngemil sebelum berjibaku dengan daging.

Sementara Bapak-bapak pegang pisau dan daging. Ibu-ibunya menata meja atau tepatnya meja pingpong dengan menyusun makanan dan minuman untuk makan siang.

Baca Juga: 5 Tips Ibu Bahagia Selama Pandemi

Satu persatu lauk dan makanan pendamping yang ada di dalam daftar makanan diantar oleh para warga. Termasuk tongseng dan rendang hasil daging kurban yang dipotong pertama kali oleh panitia kurban komplek.

Ibu-ibu Citra kompak di Iduladha

Jadwal pembagian daging kurban pukul 16.00 WIB dan jumlah daging yang harus dipotong untuk ditimbang lumayan banyak. Akhirnya makan siang pun jadi telat.

Padahal, biasa pukul 12.00 tet, Bapak-bapak langsung makan terus sholat dzuhur. Ini kebalikannya. Udahan istirahatnya molor, sholat, baru maksi, deh. Menjelang pukul 13.00 WIB mereka baru berdatangan mengambil piring.

Bapak-bapak, anak-anak, Ibu-ibu. Begitu urutan pengambilan makanan yang tidak diatur dalam pedoman prasmanan komplek rumah.

Kami makan bersama dengan melihat wajah lelah Bapak-bapak, anak-anak yang ceria, dan Ibu-ibu yang rumpi.

Untung sinar matahari yang berlimpah, tertahan oleh terpal yang berdiri kokoh di pinggir lapangan. Dan pohon-pohon rindang di sekitarnya cukup untuk berteduh para Bapak-bapak yang duduk di bawahnya.

Meski angin siang itu agak sedikit pelit bertiup untuk membuat daun bergoyang dan menjadi kipas. Tapi Bapak-bapak tetap semangat dengan Perayaan Iduladha yang sudah dua tahun absen itu.

Segelas es buah ditangan mereka sepertinya cukup menyumbang semangat mereka.

Semoga tahun depan bisa seperti ini lagi ya, Bu-ibu, Pak-bapak. Jangan ada lagi pengurangan kepala keluarga karena COVID-19.

Catatan: Selama pandemi, enam orang Istri ditinggal oleh para suaminya. Baik itu karena COVID-19 dan juga karena sakit yang lain.

Baca Juga: Saat Ikhtiar Dan Doa Tidak Sejalan Dengan Takdir

Salam kompak selalu untuk warga kompek Citra. Semoga kita semua dipertemukan dan dikumpulkan kembali dalam Perayaan Iduladha tahun depan. Aamiiin.









Thursday, June 30, 2022

4 Kesalahan Karir yang Sering Dilakukan Ketika Usia 30-an, Jangan Kebablasan, Yak!

June 30, 2022 0

Karir usia 30-an
Aku? Udah lewat banyak dari usia 30-an lah yang jelas. Tapi apa yang akan dibahas mengenai kesalahan karir yang sering dilakukan ketika memasuki kepala tiga. Sepertinya masih seru untuk dibagikan.

Ya, buat semacam pengingat aja. Jangan sampai kesalahan karir yang sering dilakukan di usia muda bakal disesali di kemudian hari.

Iya, ngerti, kerja memang untuk cari uang, berhak memanjakan diri. Tapi kan, semua ada batasnya. Semua yang berlebihan juga nggak bagus. Ah, ini mah, nggak usah dijelasin, pastinya Sahabat Desi's Corner sudah pada ngerti lah, ya.

Bayangan dunia kerja sewaktu masih sekolah dulu, kayaknya asyik banget, seru aja. Bisa beli yang di mau, mau makan apa aja, hayu. Teman ajak wara-wiri, oke.

Padahal setelah dijalani, kalau nggak tahan mental pastinya kantong bakal kebobolan. Apalagi yang kerjanya di daerah perkantoran. Pastinya gaya hidup jadi tuntutan, dan ujung-ujungnya jadi persaingan dan nggak sadar telah membuat kesalahan karir yang sering dilakukan saat usia 30-an ini menjadi terlihat lumrah.  

Padahal kesalahan karir yang sering dilakukan saat usia 30-an ini, akan membentuk karakter permanen ketika kita memasuki usia 40-an, yang kata orang banyak agak sulit untuk diubahnya lagi.

Nah, buat Sahabat Desi's Corner yang sekarang ada di usia 30-an. Jangan sampai melakukan kesalahan karir yang akan dibahas dalam artikel ini, ya.

Memang benar kalimat umum yang disadur dari hadis, "segala sesuatu yang berlebihan itu nggak baik". Dan seperti kata lagu dangdut Vetty Vera, baiknya semua Sedang-Sedang Saja (ketahuan jadulnya, dah).

Baca Juga: Cara Melatih Kesabaran Di Tempat Kerja

Kesalahan Karir yang Sering Dilakukan Di Usia 30-an

Pasti bertanya-tanya, kan, apa sih, kesalahan yang dibuat sampai harus hati-hati dalam bekerja?

Apakah itu salah dalam artian pekerjaan yang digeluti? Entah itu, salah paham dengan atasan, rekan kerja, tidak mau bekerjasama dalam tim, atau kesalahan lain yang merugikan perusahaan.

Sayangnya kesalahan karir yang sering dilakukan di usia 30-an di atas, bukanlah seperti yang sudah disebutkan itu, tapi yang lain.

Baca Juga: Usia 25 Tahun Versi Desi's Corner

Nah, ini dia empat kesalahan karir yang sering dilakukan saat usia 30-an:


Usia 30

1. Tidak merencanakan dan membuat cadangan keuangan untuk masa depan

Membeli barang dengan kualitas bagus memang tidak dilarang. Tapi jangan kebablasan juga, sampai akhirnya abai tidak memiliki cadangan keuangan pada saat usia 30-an.

Tidak semua barang berkualitas harus dibeli meski kita mampu. Sesuaikan dengan kebutuhan bukan keinginan. Nafsu harus dikendalikan, jangan jadi budaknya.

Kalau aku biasanya dulu waktu zaman kerja, barang yang ada harganya gitu, kayak tas, sepatu, jam tangan, yang durasi pemakaiannya bisa lama. Sama dengan perabot rumah tangga, beli sedikit mahal tapi awet.

Kalau tidak bisa memilah dan memilih mana yang prioritas atau dibutuhkan. Tidak peduli berapa besar gaji didapat dan naik setiap tahun belum lagi ditambah bonus, yang ada kita tidak punya simpanan.

Biasakan diri untuk menyisihkan di awal setiap menerima gaji. Dan menambah besaran simpanan jika mendapat bonus atau uang ekstra lainnya ke dalam tabungan.

Biaya hidup itu selalu naik, sayang. Jadi berinvestasi itu wajib. 
Kata Mamah, Jangan sampai berhutang sama orang.
Nasihat sederhana tapi artinya dalem.


2. Lupa "waktu bermain" karena asyik bekerja

Hidup untuk bekerja atau bekerja untuk hidup?

Menghasilkan uang untuk memenuhi kebutuhan hidup memang fitrah manusia. Tapi kalau jadi work alcoholic, itu sih, sama saja dzalim sama diri sendiri, karena kecanduan kerja berarti tidak bersosialisasi. 

Duh, jangan sampai kita tidak punya teman gara-gara kerja tidak ingat waktu. Kesehatan mental juga kan, perlu dijaga. Salah satu untuk menghindari burnout kerja, ya, dengan menghabiskan waktu bersama teman.

Seperti apa yang disampaikan oleh desainer produk Microsoft Michael Dorian Bach yang sekarang menjelang akhir usia 30-an, mengatakan kepada sebuah majalah, bahwa kita tidak boleh hanya bekerja! Buatlah kenangan. Semakin tua kita, semakin sulit untuk membuat hubungan yang bermakna. Pertahankan itu saat kita masih muda.

Kesalahan karir yang sering dilakukan di usia 30-an untuk kasus no. 2 ini sekarang makin banyak terjadi dan tidak disadari oleh si individu. Ini semua karena seseorang semakin mandiri dan memiliki impian tinggi yang ingin dicapai. Sehingga terlalu fokus bekerja.

3. Tunggu "siap" atau settle barulah memulai sebuah keluarga

Tidak ada sekolah untuk menjadi orang tua atau kursus mengasah keterampilan mengasuh anak, itu semua didapat dari pengalaman.

Usia 30-an adalah waktu yang tepat untuk memiliki anak. Anak adalah penerus keluarga dan ladang pahala bagi orang tuanya kelak. Kan, tujuan menikah dalam agama salah satunya memang untuk memperbanyak keturunan.

Jangan sampai, paham mempunyai anak menjadi beban, mengganggu karir, dan bikin susah setelah menikah. Menjadi mindset yang ditanam bersama pasangan. 

Menunda memiliki anak karena takut atau tidak siap, baik secara mental atau materi tidak akan ada habisnya. Kalau salah satu pasangan kita tetap bekerja dan mempunyai penghasilan tetap, sebaiknya memiliki anak jangan ditunda.

Keputusan aku mempunyai anak pada usia 25 tahun, ternyata tepat. Alhamdulillah, sekarang Kakak sudah bisa menggantikan almarhum suami sebagai tulang punggung keluarga.


4. Tidak menikmati waktu

Kebiasaan buruk karir di Usia 30


Apalah arti kerja keras dan materi yang didapat jika tidak digunakan bersenang-senang dan memanjakan diri. Ya, semacam penghargaan untuk diri sendiri gitu. Menghargai atau mengapresiasi diri juga, kan, harus.

Waktu untuk bekerja dan bersenang-senang harus seimbang. Tidak pelit tapi juga tidak boros. Kongkow bareng teman pulang kerja makan empek-empek di perempatan jalan atau ngebakso adalah hal yang suka aku lakukan sepulang kerja dulu. Malah aku pernah lho, nonton ke bioskop sendirian. Waktu itu aku sengaja ambil cuti setengah hari pas kerjaan lagi nggak banyak.

Jadi, membuat anggaran dari penghasilan kita untuk travelling, menonton, atau makan di restoran favorit, nggak ada salahnya. Kan, menghargai jerih payah sendiri juga wajib.

Tapi, semua anggaran itu dibuat setelah menyisihkan pendapatan untuk menabung, membayar cicilan, kebutuhan sehari-hari, dan dana darurat, ya. Jangan lebih besar pasak daripada tiang.


Penutup

Lupa waktu dan kurang mawas diri membuat hidup berimbang terkadang sulit didapat. Seringnya kebablasan terus jadi kebiasaan, deh.

Aku termasuk pernah melalui masa-masa dua poin yang sudah disebut di atas. Jangan telat sadar atas kesalahan karir yang sering dilakukan di usia 30-an, yak, Sahabat Desi's Corner.

Pastikan kehidupan usia-30 an kita tetap bahagia, baik karir, sosialisasi, dan juga kehidupan berkeluarga. Nikmati semua dalam batas kewajaran.

Segitu dulu, ya, tulisannya. Salam bahagia selalu, juga sehat badan serta jiwa.

Tuesday, June 28, 2022

Resep Camilan Bola Susu Kelapa, Cuma Dua Bahan, No Oven, No Kukus, No Kompor, Enak!

June 28, 2022 7

bola-susu-kelapa

Ceritanya aku punya ampas kelapa sisa pembuatan Maja Blanca (camilan khas Philipina). Dibuang sayang, akhirnya hunting resep camilan yang menggunakan bahan dasar kelapa parut ini.

Nemu dong, resep camilan yang bahan utamanya kelapa parut ini. Buatnya gampang, nggak ribet, dan yang paling penting, bahan-bahan pendukung lainnya juga ada di rumah. Secara cuma dua bahan aja, kan, yang dibutuhkan. 

Alat yang dipakai untuk membuat camilan ini juga nggak butuh mixer, blender, kukusan, atau oven. Cuma pakai teflon, mangkuk besar, sama sodet kayu. Jadi, deh. Tapi buat yang malas main api, tinggal aduk-aduk aja juga bisa, kok.

Penasaran kan, ada model resep kue yang nggak pakai kompor?   

Sebetulnya ada dua resep dan dua cara untuk membuat bola susu kelapa yang bisa dipilih. Semua diserahkan kepada keputusan Sahabat Desi's Corner. Cuma soal selera, kok. Mau pakai kompor atau nggak, ya, up to you, deh.

Bagiku, entah itu camilan berat atau ringan, penilaiannya cuma ada dua. Enak dan enak banget. Wkwk.

Aku suka trial resep-resep yang nggak ribet, nggak butuh bahan banyak, waktu bikinnya ekspres, dan perabotan yang digunakan juga sedikit. Biar cucian dan beberesnya cepat. Jadi dapur nggak berantakan banget.

Ya udah, yuk ah, kita cuz lihat resep dan cara membuatnya si bola-bola susu kelapa ini.

Baca Juga: Resep Kuih Tako Sagu Mutiara Takir Pandan

Resep Camilan Bola Susu Kelapa

Resep 1:

Bahan yang dibutuhkan:

- 200 gr kelapa sangrai - kalau aku di oven sampai kering gitu. Jadi teksturnya kayak coconut flake. Beli jadi juga ada kok, di toko bahan kue.
- 150 ml susu kental manis - aku pakai SKM Gold Bendera dari Frisian Flag

Cara membuat:

- Masukkan dalam wadah kelapa dan SKM
- Aduk rata
- Balur telapak tangan dengan minyak sayur, supaya nggak lengket pas lagi bulet-buletin adonan
- Ambil adonan secukupnya atau sesuai selera. Bentuk bulat sebesar bakso (kalau aku, ya)
- Balut bola susu kelapa dengan coconut flake
- Simpan di lemari pendingin dua hingga tiga jam
- Siap disantap

Bola-susu-kelapa

Resep 2:

Bahan yang dibutuhkan:

- 397 ml SKM Gold Bendera
- 150 gr coconut flake
- 1 sdm salted butter atau margarin (aku pakai palmia butter and cookies)

Cara membuat:

- Siapkan teflon di atas kompor
- Masukkan butter, SKM, aduk sebentar dengan api kecil sampai tercampur rata
- Masukkan coconut flake
- Aduk rata sampai tekstur mengental
- Matikan kompor
- Pindahkan ke wadah, dinginkan
- Bentuk bulat-bulat adonan susu kelapa sebesar bakso atau sesuai selera.
Kalau aku lebih kecil sedikit dari bakso. Biar pas dimakannya sekali hap masuk ke mulut. Kan, dia kayak permen tuh, jadi nggak terlalu giyung (bahasa Sunda).
- Dinginkan beberapa jam di dalam kulkas. Rasanya lebih enak kalau dingin.

Baca Juga: Resep Sarikaya Nangka No Kukus No Oven  

Seriusan resep camilan bola susu kelapa di atas gampang banget, kan? Nggak sampai setengah jam udah bisa langsung dinikmati.

Cocok nih, buat menikmati waktu sore dengan teh hangat tanpa gula. Ngobrol santai sama pasangan. Kalau aku mah, menikmatinya sambil nonton drakor di tv.

Kalau aku suka resep camilan bola susu kelapanya pakai resep yang kedua. Selain manis dari susunya, ada rasa gurih yang berasal dari butter atau margarinnya. 

Pokoknya mah, dijamin berhasil deh, kalau bikin camilan bola susu kelapa ini.  Kalau ragu, boleh bikin setengah resep dulu. 

Just for information, ternyata dari satu buah kelapa parut, kalau sudah dikeringkan, jadinya nggak sampai 200 gr. Kurang lebih kemarin itu, dapatnya 165 gr gitu. Soalnya kan dipisahin juga buat proses pelapisan terakhir.

Akhirnya ampas kelapa bisa bermanfaat juga. Jadi camilan malah. Aku beneran seneng banget. Hatiku bahagia, tiada terkira (nada boneka India), soalnya bisa memanfaatkan sesuatu yang biasanya dibuang jadi bisa dimakan. 

Eh,  Aku juga punya resep yang berbahan ampas jus buah. Nanti aku tulis juga, ya. Pas lah, buat Ibu-ibu rumah tangga yang kudu serba cepat kerjanya. Selain proses bikin camilan untuk keluarga ini nggak makan waktu lama, rasanya juga oke. 

So, Sahabat Desi's Corner, kalau punya bahan sisa makanan. Jangan langsung dibuang, ya. Coba hunting dulu di Google atau YouTube. Siapa tahu bisa digunakan lagi atau bisa dibuat camilan. Kayak resep camilan bola susu kelapa yang dibahas di atas.

Selamatkan bumi dari sampah yang bisa digunakan kembali, ya. Kalau bukan kita yang menjaga alam. Terus siapa lagi, dong?









Friday, June 24, 2022

Yuk! Gabung Di Komunitas Penulis Dan Raih Peluang Ngeblog Bersama IIDN

June 24, 2022 0

Komunitas penulis untuk perempuan

Sebelum menulis, aku nyontek dulu nih, ke grup FB komunitas penulis IIDN (Ibu-ibu Doyan Nulis). Kepengin tahu aja, sebetulnya sejak kapan sih, aku gabung di grup komunitas perempuan yang berfokus khusus untuk kaum hawa ini?

Dan ternyata, aku sudah bergabung di komunitas perempuan khusus menulis ini sejak 17 Oktober 2017, Sahabat Desi's Corner. Hmm, lumayan lama juga, ya.

Terus apa saja yang sudah kudapat semenjak bergabung dengan komunitas perempuan yang berfokus pada menulis ini?

Meski aku baru bergabung di setengah usia IIDN. Tapi, IIDN adalah pintu awal dimana aku bisa mengenal dunia tulis-menulis yang aku geluti sekarang.

Dulu aku pernah ikut kelas artikel yang dimentori oleh Teh Indari yang sekaligus pelopor berdirinya IIDN. Dan sampai sekarang ilmunya masih terpakai.

Seperti yang pernah disampaikannya padaku, kurang lebih intinya adalah: 
Tulis apa yang diperlukan, tidak perlu menuliskan semua meski kita tahu banyak.
Waktu dikasih wejangan ini, bingung sendiri, kan. Secara penulis pemula, jadi masih berpikir maksudnya. Kan, yang namanya menulis itu, kudu jelas, yak? Kalau nggak ditulis semua, nanti pesannya nggak sampai ke pembaca, dong.

Eeh, nggak lama setelah itu. Seakan tahu kebingungan sebagai penulis pemula. Di recording selanjutnya, ada penjelasan maksud dari kalimat di atas.

Katanya, menulis itu secukupnya, harus fokus pada satu tema. Jangan melebar kemana-mana. Agar inti tulisan, tidak menjauh. Sehingga pembaca pun memahami apa maksud tulisan kita itu.


Mau Belajar Gratis? Gabung Aja Di Komunitas Penulis IIDN

Semua tergantung niat dan usaha. Kalau hati sudah bulat, jalan selalu terbuka bagi yang terus bergerak.

Sebagai pemula, menuntut ilmu adalah sebuah keharusan. Dan untuk mendapatkan ilmu, jika belum ada rezekinya. Janganlah menjadi hambatan.

Banyak kok, sekarang komunitas yang sesuai dengan passion kita. Seperti komunitas penulis IIDN, tempat aku belajar dengan cuma-cuma.

Stt, tapi ini komunitas perempuan, ya. Laki-laki dilarang masuk. Perempuan kayak aku, yang cuma Ibu rumah tangga 'to. Jujur sangat terbantu dengan adanya IIDN ini.

Meski aku pemula, di sana tidak ada perbedaan kasta. Siapa lebih pintar, lebih tahu, lebih senior, atau nyinyir dengan kelebihan dan kekurangan para anggotanya.

Semua berbagi cerita, pengalaman, dan ilmu yang para anggotanya tahu. Sharing pengalaman kayak begini ini, ilmu yang tidak terbatas. Ilmu yang tidak ada di teori karena kita dapat langsung dari yang sudah praktik.

Kurang apalagi coba? Itu kan, berarti kita bisa mengurangi trial dan error melalui sharing dan ilmu yang didapat dari komunitas penulis IIDN ini, ya, nggak?


Topik Mingguan Komunitas Penulis IIDN

Agar mood menulis yang swing tidak mendominasi keseharian kita. Termasuk aku yang konsisten menulisnya naik turun, tapi banyak turunnya.

Maka bergabung dengan komunitas penulis, dapat menjaga produktivitas untuk tetap menghasilkan karya. Meski, jujur ya, aslinya menjaga tetap menulis itu lebih susah dibanding waktu memulainya. Eeh, tapi ini kasusnya aku, lho, ya.

Mimin (baca=admin) grup yang terus memberi ilmu secara rutin dan tanpa pamrih. Mereka (baca=IIDN) hanya ingin melihat para perempuan maju dengan karyanya melalui menulis.

Entah itu di blog, medsos, buku, atau platform menulis lainnya yang sekarang sudah banyak bertebaran dimana-mana.

Maka demi mewujudkan mimpi-mimpi dan cita-cita para kaum perempuan dalam menulis yang nantinya akan menjadi sebuah bisnis. IIDN menjembatani hal tersebut dengan membuat topik berbeda di setiap minggunya.

Ini Dia topik Mingguan Komunitas Penulis IIDN:

1. Senin Semangat

Senin identik dengan hari berat karena perjalanan sampai ke akhir minggu terasa panjang. Padatnya jadwal, seakan tidak berujung. Padahal semua hari sama saja.

Biasa tim IIDN akan membagikan di tiap Senin ini berupa suntikan semangat. Kurang lebih mengingatkan kembali kepada kita para anggota komunitas perempuan tentang niat awal dalam menulis.
Success is liking yourself, liking what you do, and liking how you do it. Maya Angelou

2. Selasa Blog

Ini yang paling ditunggu, karena ilmu blog akan diberikan secara gratis. Mau bertanya juga bisa di kolom komentar.

Buat blogger pemula macam aku. Beruntung banget bisa bergabung di komunitas penulis IIDN ini.

Dari istilah blog sampai cara menulis artikel dan membuat judul yang menarik, semua dibahas di sini.

Bahkan sebagai komunitas penulis, IIDN sering membuat event lomba blog yang bekerja sama dengan brand-brand ternama dengan hadiah menarik dan besar.

Berdaya bersama komunitas perempuan


3. Rabu Buku

Sharing tentang seluk beluk membuat buku, baik melalui penerbit mayor maupun indie. Juga info buku-buku menarik yang dapat dijadikan referensi sebagai bacaan kita.

Atau buat yang sudah mempunyai buku. Maka di Rabu inilah saatnya mereka mempromosikan hasil karya kita. Agar para anggota yang ada di grup FB IIDN dapat melihat buku-buku mereka.

4. Kamis Kuis

Ini adalah hari giveaway dengan banyak hadiah. Seperti buku, voucher untuk mengikuti kelas blog, dan lainnya.

5. Jumat Fiksi

Buat yang menyukai jenis tulisan fiksi dan sedang belajar menulis cerita, baik itu cerpen atau novel.

Pada Jumat inilah ilmu tentang menulis fiksi dibagikan. Seperti, cara memilih karakter si tokoh cerita, membuat konflik, plot, outline, dan masih banyak lagi.

Termasuk juga mendatangkan beberapa pembicara yang memang sudah berkecimpung di kepenulisan novel, seperti Kirana Kejora, penulis novel yang beberapa karyanya sudah diangkat menjadi film. Seperti, Yorick dan Sabtu Bersama Bapak.

6. Sabtu PUEBI

Cara menggunakan tanda baca, cara penulisan suatu kata (misal, pun, ku, kau), kata baku, dan masih banyak lagi yang memang dibutuhkan bagi kita semua sebagai calon penulis.

7. Pasar Minggu

Buat yang sudah punya karya. Hari Minggu adalah waktu promosi alias jualan. Baik itu buku fiksi atau non fiksi dan merupakan hasil karya sendiri. Pada hari inilah kita dipersilakan untuk mengenalkan, beriklan, mempromosikan, produk yang berhubungan dengan menulis di grup IIDN 

Meraih Peluang Ngeblog Bareng Komunitas Perempuan IIDN

Setelah ilmu didapat, praktik adalah hal wajib. Percuma ikut kelas sana-sini tapi teorinya nggak dipraktikan. Lagian kan, sayang juga. Masa udah gabung di komunitas penulis IIDN, ilmunya nggak dipakai.

Sangking pedulinya IIDN dengan anggotanya. Pihak IIDN sampai bekerja sama dengan brand-brand besar buat mengadakan lomba blog, lho. Seperti tempo hari yang bekerja sama dengan Kraft, Indosat, IDN, dan masih banyak lagi.

Sedangkan IIDN sendiri juga mengadakan lomba blog demi memajukan komunitas perempuan. Seperti lomba reviu buku, tantangan blogging, tantangan menulis baik di blog atau di web nya IIDN, juga termasuk lomba blog yang sedang aku ikuti sekarang. Yaitu Lomba Blog dalam rangka merayakan hari jadi IIDN ke-12.

Aku sih, seneng banget gabung di komunitas perempuan khususnya komunitas penulis ini. Selain jejaring semakin luas yang akan membantu branding diri. Juga bisa berkarya dan berdaya melalui blog.

Memang belum banyak job yang aku dapat dari menulis di blog. Tapi aku yakin, tidak ada yang namanya pemula untuk selamanya. Seiring bertambahnya jam terbang dan makin dikenal kalau aku ini adalah.blogger. Maka, aku percaya bahwa job pun akan datang.

Bergabung dengan IIDN aja sudah mendatangkan peluang. Seperti, event-event off air yang membutuhkan blogger. Gimana nggak semakin mantap berdiri sebagai Blogger, ya, nggak?

Berdaya dengan ngeblog


Penutup

Hai IIDN, terima kasih sudah membentuk dan menemani aku di hampir lima tahun. Sehingga aku terus bertumbuh dan mengenal banyak pintu di dunia tulis-menulis ini.

Semoga di usiamu yang ke-12, dapat menjaring lebih banyak lagi perempuan yang bergabung di komunitas penulis ini. Agar kami para perempuan bisa mendapatkan kesempatan untuk berkarya melalui tulisan khususnya di blog. Dan juga bisa meraih peluang agar dapat menaikkan taraf kehidupan kami, baik materi maupun ilmu, yang nantinya dapat ditularkan ke sesama perempuan di lingkungan kami.