Kamu Cat Lovers? Ini 4 Manfaat Berbicara dengan Kucing yang Bakal Didapat
Siapa bilang berbicara sama kucing nggak ada manfaatnya. Sebagai Cat Lovers bisa ngobrol sama kucing itu ada kepuasan tersendiri meski lawan bicaranya itu cuma hewan.
Memang kucing nggak mengerti dan memahami apa yang kita ucapkan, tapi mereka suka perhatian tersebut. Mereka suka diajak ngobrol. Mereka suka kita beradu tatapan. Apalagi sambil dielus-elus kepalanya. Mereka benar-benar pendengar terbaik deh.
Aku setiap hari pasti berbicara dengan Awan, Pipin, dan kucing-kucing di teras. Ternyata kalau kita berbicara dengan mereka secara teratur, tidak hanya baik untuk hewan peliharaan kita saja, tetapi juga bisa bermanfaat bagi kita pemiliknya.
Baca Juga: Cat Lover Wajib Tahu 5 Masalah Kesehatan Kucing Karena AC
4 manfaat berbicara atau ngobrol dengan kucing kalau kamu Cat Lover:
1. Berbicara dengan kucing atau hewan peliharaan lainnya akan membantu memperkuat ikatan kita dengannya
Ketika kita menghabiskan waktu berbicara dengan kucing, kita membuat mereka merasa dihargai, dan ini sangat penting untuk membangun ikatan yang kuat antara hewan peliharaan dan pemilik. Bagi anabul, kita adalah seluruh dunia mereka. Kita adalah sumber kebahagiaan mereka. Berbicara topik random dengan mereka alias asbun (asal bunyi) yang bahkan mereka tidak mengerti — dapat membuat kucing-kucing kita merasa istimewa dan dicintai.
Berhubung di rumah tinggal sendiri. Entah itu sedih, kesal, marah, senang, bahagia. Aku suka berbagi rasa dengan mereka. Pernah waktu sakit, aku bilang gak enak badan. Banyak rebahannya. Eeh, Pipin sama Awan ikut rebahan juga di kamar. Mereka berdua duduk membentuk loaf gitu. Aah, lucu.
Baca Juga: Simak 6 Manfaat Memelihara Kucing yang Harus Sahabat Tahu
2. Berbicara dengan kucing baik untuk kita
Penelitian menunjukkan bahwa berinteraksi dan berbicara dengan hewan peliharaan termasuk kucing dapat mengurangi tingkat stres pada manusia.Even spending just 10 minutes interacting with a cat can reduce heart rate and blood pressure. This positive effect increases if you’ve owned your cat for more than 2 years.
-healthline-
Melampiaskan masalah pekerjaan kita kepada kucing, bisa menjadi cara yang baik untuk melepaskan perasaan frustasi kita, tanpa takut dihakimi atau harus mendengarkan nasihat yang tidak diinginkan.
Kucing adalah pendengar terbaik buatku. Kadang kita tuh cuma pengen didengar, ngeluarin uneg-uneg. Gak perlu komentar. Dan itu buat aku lega. Rasanya dada tuh plong.
Baca Juga: Ngomong Sendiri? Ini 5 Manfaat Self-Talk Bikin Mental Sehat
3. Berbicara dengan kucing juga dapat mengatasi kesepian
![]() |
| Awan dan Pipin adik kakak berusia 3 tahun |
Kalau lagi berbicara dengan Awan atau Pipin. Aku tuh beradu tatapan sama mereka. Mata mereka tuh ekspresif banget. Seakan tahu kalau kita lagi senang, suka, duka, atau kesal. Tapi gak dipungkiri meski sebenarnya dari nada suara kitalah, mereka dapat merasakan suasana hati kita.
Penelitian menunjukkan bahwa kucing memperhatikan isyarat emosional dalam cara kita berbicara dan cenderung merespons lebih positif terhadap nada bahagia dan ceria dibanding dengan nada marah atau kasar.
Kalau soal kesepian, malah ada studi yang menunjukkan bahwa kesepian sebenarnya bisa berbahaya bagi kesehatan kita - terutama bagi mereka yang berusia lanjut (pra lansia), seperti aku.
Jadi buat kamu yang belum curhat sama hewan peliharaan. Coba deh mulai berbicara dengan mereka. Entah itu anjing, kucing, kelinci, burung, ikan, dan hewan peliharaan lainnya. Dijamin hati jadi ramai, damai, kawai (bahasa Jepang artinya lucu).
Baca Juga: Sendiri Bukan Berarti Kesepian Simak 4 Perbedaannya Berikut Ini
4. Berbicara dengan kucing bisa menjadi pengalaman belajar bagi mereka
Kucing, di sisi lain, biasanya hanya belajar sekitar 20 hingga 40 kata, tetapi ini bukan halangan untuk berbicara dengan kucingmu agar dia bisa memaksimalkan kosakatanya.Jadi, berbicara dengan kucing secara tidak langsung juga mengajarkan mereka trik dan perintah baru. Bukan cuma untuk memperkuat hubungan antara hewan peliharaan dan pemiliknya saja. Tetapi juga cara yang bagus untuk menjaga kucing tetap terstimulasi secara mental dan tajam.
Alhamdulillah, Pipin dan Awan sudah mengerti nama mereka. Kalau dipanggil mereka datang atau menoleh. Kata “bobo dan makan” juga mengerti. Semoga aja bisa sampai 40 kosa kata. Aamiiin.
Baca Juga: Bob Si Kucing Jalanan, Mengubah Hidup Seorang Pecandu Narkoba
Bagaimana cara terbaik untuk berbicara dengan kucing?
Kucing sangat peka terhadap perasaan orang tua yang memelihara mereka, termasuk perubahan halus dalam nada suara mereka.Jadi cara kita berbicara ke kucing kita itu penting, karena beberapa suara atau intonasi bisa menakutkan dan bahkan menjadi traumatis bagi mereka.
Namanya juga pawrents ya, mengurus anabul yang kayak bocil dimana tingkat kecerdasan kucing dewasa tuh setara dengan balita manusia berusia 2 hingga 3 tahun. Wajar dong kalau mereka nakal kita agak emosi gitu.
Kalau aku marah-marah pasti kan suaranya tinggi meski gak sampai delapan oktaf. Awan dan Pipin itu kabur, lari terbirit-birit. Mereka bersembunyi di kolong meja, kursi, lemari pakaian, kolong tempat tidur, demi menghindari aku yang emosi sambil mengoceh.
Coba deh, kalau berbicara dengan kucing itu menggunakan suara manis, baby talk (gaya bicara, intonasi yang ekspresif, dengan kosakata sederhana). Ya, kayak kita lagi ngomong ke bayi gitu deh.
Kucing yang merespon akan menunjukkan kenyamanannya berada didekat kita. Dia akan puring atau mendengkur halus.


























