Thursday, September 1, 2022

Blibli, Punya Toko Bukan Impian Lagi, Gampang Dan Nggak Ribet!

September 01, 2022 0


Blibli, buka toko online nggak pakai ribet


Siapa, sih, yang nggak kepengin punya toko sendiri? Kayak aku yang punya mimpi dan cita-cita punya toko untuk produk-produk yang aku jual.

Usaha yang dijalani sekarang, sebetulnya sudah lumayan lama. Kurang lebih kalau dihitung dengan pasang-surutnya usaha, sudah berjalan hampir lima tahun.

Baca Juga: Review Usaha Masakan Rumahan Dapoerasatoe

Kenapa disebut pasang surut usaha? Ini alasannya:

1. 2017 - aku mulai usaha berjualan yoghurt dengan brand Yo'Qta. Semua berjalan lancar karena didukung oleh reseller.

2. 2018 - keuntungan tiap botol dari harga jual Yo'Qta yang Rp 2.000-3000 memang receh. Tapi banyaknya penjualan, membuat omset yang didapat pun lumayan. Bisa buat biaya umroh satu orang pada tahun tersebut.

3. 2019 - adanya kenaikan transportasi ojek online, membuat usahaku lumayan terganggu. Ditambah, kantor tempat reseller aku bekerja, tidak memperbolehkan lagi karyawannya untuk berjualan.

4. 2020-2021 - COVID-19 melumpuhkan usahaku, karena reseller diwajibkan WFH. Ditambah akupun tertimpa musibah harus kehilangan suami, Ibu mertua, dan Adik ipar hanya dalam waktu satu minggu karena virus Corona.

5. 2022 - mental down. Dan aku baru saja bangkit untuk mulai jualan lagi.

Baca Juga: Usaha Batik Tak Lekang Oleh Waktu

Up And Down Usaha, Tapi Banyakan Down-nya

Jujur, aku belum memperoleh peningkatan yang signifikan untuk angka penjualan. Bulan Februari, 2022, saat aku bergerilya ke teman-teman lama, juga reseller. Respon mereka lumayan baik. Bahkan, ada beberapa pelanggan baru yang mau mencoba Yo'Qta.

Omset perlahan mulai naik, meski jumlahnya tidak seperti tahun 2017. Tapi, sebagai awal, menurutku sudah lumayan bagus karena aku harus membuat para pelanggan tahu bahwa Yo'Qta masih ada.

Perlahan asa yang tenggelam mulai tumbuh. Selama tiga bulan, penawaran pada penggemar Yo'Qta termasuk penggemar baru mulai datang.

Aku pun rajin menulis di toko online ku saat itu, My Google Business. Seminggu bisa beberapa kali upload foto dan tulisan yang cukup panjang, untuk mengenalkan produk yoghurt, Yo'Qta.

Tidak lupa, pembeli yang banyaknya adalah teman. Aku minta untuk memberi ulasan di toko online-ku itu. Sayang, putus asa nggak pernah absen datang menghampiri.

Sampai akhirnya, aku pun kalah. Lelah dengan usaha yang seharusnya aku jalani terus. Kalimat motivasi, 
Bisa jadi kesuksesan sedang menunggu di ujung jalan ketika kamu menyerah
sepertinya huruf-huruf kalimat itu terbang acak kayak asa yang melayang untuk kesekian kalinya.

Memasuki Ramadhan, usahaku benar-benar berada di titik nadir. Hanya kerabat dekat dan 1-2 orang yang memang benar-benar penggemar Yo'Qta yang masih bertahan. Selebihnya tidak terdengar kabar lagi.

Dan ini yang membuat usahaku lemah, lesu, tak bergairah:

1. Mental melempem
2. Iklan kurang
3. Tidak mengikuti perkembangan marketing digital saat ini
4. Tidak bergabung dengan komunitas olshopper
5. Tidak membuka toko e-commerce atau marketplace

Baca Juga: Ini 5 Sebab Kalau Nekat Mencoba YoQta

Mulai Perbaiki Diri Dan Membuka Toko di e-Commerce, Blibli

Keuntungan seller di Blibli
Salah satu dari sekian banyak keuntungan bergabung di Blibli Seller Center adalah banyaknya pelatihan atau Webinar gratis yang didapat untuk meningkatkan penjualan sebagai seller di Blibli

Rezeki tidak melulu berbentuk materi. Informasi juga bisa menjadi pembuka rezeki. Seperti akhirnya aku mendapat kesempatan membuka toko online di e-commerce, Blibli.

Nggak tahu kenapa, aku tuh mikirnya kalau buka lapak di e-commerce itu ribet pakai banget. Alhasil pikiranku tuh, jadi pendek dan tidak mau mencoba karena diri sudah dimasukkan kata 'ribet' di otak.

Padahal punya toko di e-commerce atau marketplace kepenginnya aku dari dulu. Ragu-ragunya kelamaan. Beruntung kesempatan itu masih lewat di saat aku memang menginginkannya.

Cara membuka toko online di Blibli memang betulan gampang dan nggak ribet. Cukup buka website Blibli Center Seller, klik Daftar Sekarang, lalu ikuti langkah-langkah yang harus diisi.

Biar waktu pengisian data Toko di Blibli Center Seller nggak pakai lama, baiknya KTP sudah disiapkan.

Memang di laman Blibli Center Seller tertera tiga hari kerja untuk peninjauan toko online kita. Tapi, selama produk atau barang yang tidak memerlukan verifikasi detail, seperti aku yang masuk kategori minuman.

Hanya dalam waktu hitungan jam, toko online ku yang ada di e-commerce atau marketplace sudah mejeng di antara banyak toko lainnya yang ada di Blibli. Wah, asli bahagia banget, akhirnya bisa punya toko di Blibli.

Nggak toko saja yang aku punya. Tapi keuntungan yang didapat sebagai seller di Blibli saat membuka toko dan menyelesaikan tugas juga masih ada beberapa keuntungan yang didapat. 


Ini dia keuntungan yang didapat saat membuka toko di Blibli: 

Untung setelah membuka toko di Blibli

1. Daftar sebagai seller Blibli akan mendapat saldo Rp 20.000.

Jadi, setelah kita melakukan registrasi di Blibli Sales Center Dan menyelesaikan proses tersebut, kita akan mendapat saldo sejumlah itu.

2. Mengaktifkan instant dan same day akan mendapat saldo Rp 50.000

Setelah mengisi jasa ekspedisi pada saat melengkapi data sebagai seller Blibli. Misal, ojek online, JNE, Paxel, dan lainnya akan mendapat saldo juga.

3. Info legal dan pembayaran akan mendapat saldo Rp 50.000

Seperti mengisi nama bank, no rekening untuk proses transaksi jual beli.

4. Info alamat pengambilan, mendapat saldo Rp 30.000

Pengisian alamat pengambilan toko pun kita mendapat saldo. Enak, kan?

5. Upload lebih dari 4 produk akan mendapat saldo Rp 300.000

Masih ada beberapa proses lagi seperti, ketika mendapat pesanan pertama, akan diberikan saldo sebesar Rp 100.000.

Aku? Aku baru sampai tahap poin 5. Jadi, aku punya total saldo Bliklan adalah sebesar Rp 470.000 yang dapat digunakan untuk mempromosikan produk jualan aku alias Yo'Qta.

Semoga orderan cepat masuk, ya. Jadi aku bisa melanjutkan cerita lagi tentang pengalamanku di Blibli sebagai seller.

Buat Sahabat Desi's Corner yang sudah punya usaha atau baru punya ide jualan. Buka Blibli sebagai seller cocok banget, nih, buat mengembangkan usaha alias melebarkan sayap atau memperluas jangkauan dan target pasar.

Kalau mau tahu lebih banyak dulu sebelum gabung di Blibli Seller juga boleh intip dan follow media sosialnya Blibli, supaya nggak ketinggalan informasi di IG @blibliseller dan tiktok @blibliseller juga. 

Apa jangan-jangan Sahabat Desi's Corner udah punya toko di Blibli lagi?

#PastiUntungPastiBlibli#BlibliSeller#BlibliBlogCompetition#PastiMer11ah




Monday, July 25, 2022

Perayaan Iduladha di Komplek Rumah Setelah Dua Tahun Pandemi

July 25, 2022 0
Perayaan Iduladha di Komplek Citra

Langit biru menjadi atap perayaan Iduladha 1443 H. Para jamaah yang akan sholat Ied di sekitar Masjid Baitus Syafa'ah Jl. Karang Satria Kp. Cerewed RT03/RW018 Kel. Duren Jaya, Bekasi Timur 17111, terlihat begitu antusias menggelar sajadah mereka.

Mukena berwarna-warni yang dikenakan para jamaah wanita dalam sholat Iduladha pagi ini, menambah semarak suasana pelataran Masjid hingga jalan raya dan area pencucian mobil yang memang biasa digunakan setiap tahun untuk dua sholat perayaan besar umat Islam.

Bagiku sholat Iduladha ini adalah yang kedua kalinya tapi nggak berurutan, yaitu pada tahun 2020 dan 2022. Tahun 2021 aku nggak sholat karena masih isoman.  

Tapi kalau nggak salah, 2021 memang nggak ada acara sholat Iduladha, deh. Kasus COVID-19 pada tahun itu, kan, lagi ada di puncak-puncaknya.

Waktu menunjukkan pukul 06.32 WIB ketika petugas Masjid Baitus Syafa'ah mulai membacakan nama-nama orang yang menitipkan hewan kurban mereka ke masjid untuk akhirnya dipotong lalu dibagikan kepada warga sekitar yang memang berhak menerimanya.

Pembacaan diawali dengan rasa syukur pihak pengurus masjid karena bisa mengadakan pemotongan hewan kurban di masa pandemi yang angkanya mulai naik kembali karena sub Omicron varian BA4.

Baca Juga: Makanan Minuman Untuk Gejala Omicron  

Rasa syukur ditujukan pada Alloh meski jumlah hewan kurban yang diterima pihak Masjid Baitus Syafa'ah menurun 50 persen dibanding perayaan Iduladha sebelumnya.

Jika tahun 2021, pengurus masjid menerima kurang lebih hampir mendekati angka 50 hewan kurban. Maka tahun ini mereka menerima 29 ekor kambing tanpa sapi.

Pun dengan pembagian hewan kurban setelah dipotong dan ditimbang. Bila sebelumnya mencakup dua RW, maka pada Perayaan Iduladha kali ini, hanya satu RW saja yang akan mendapat daging kurban.

Itu pun dalam satu RW (10 RT) tidak semua RT akan mendapatkan kupon (daging kurban). Seperti yang disampaikan oleh pihak masjid, bahwa sebanyak empat RT tidak mendapatkan kupon.

Selain orang-orang yang dituju bukan prioritas, di mushola lingkungan RT mereka pun, ada yang mengadakan penyembelihan hewan kurban juga. Padahal kalau lagi nggak pandemi, dua RW kebagian daging kurban, lho.

Dalam pembacaan nama-nama penitip hewan kurban itu, pihak masjid pun berharap agar pada waktu Perayaan Iduladha berikutnya. Penitipan kambing atau sapi dapat dipusatkan di satu tempat, yaitu masjid Baitus Syafa'ah.

Dengan begitu, pembagian hewan kurban dapat lebih terkoordinasi dan terdistribusi merata kepada yang berhak menerimanya.
Semoga perekonomian negara kita semakin membaik. Pandemi segera berlalu. Dan jumlah hewan kurban tahun depan kembali seperti sedia kala. Sehingga warga yang mendapat daging kurban juga semakin banyak dan ikut bergembira saat Perayaan Iduladha.
Kurang lebih seperti itulah kata penutup dari pihak panitia kurban di masjid Syafa'ah. Setelah disambut kata Amiin dari para jamaahnya yang tidak lama kemudian kami pun melaksanakan sholat Ied.

Semarak Perayaan Iduladha Di Komplek Rumah

Memotong daging kurban sapi dan kambing

Di komplek rumahku, tahun ini adalah tahun pertama diadakan kembali penyembelihan hewan kurban semenjak Pandemi 2020.

Terdiri dari 105 rumah yang diisi oleh 90 kepala keluarga. Kami biasa mengadakan pemotongan hewan kurban secara mandiri. Lalu, membuat kupon untuk diserahkan kepada RT yang tinggal di sekitar komplek untuk diserahkan kepada warganya yang berhak menerima daging kurban.

Sebelum pandemi, sejauh ingatanku, biasa warga yang menitipkan hewan kurban kurang lebih 4 ekor sapi dan 4-5 ekor kambing.

Setelah dua tahun tidak ada Perayaan Iduladha. Alhamdulillah, antusias warga komplek Citra terwujud nyata dengan jumlah hewan kurban hampir sama dengan sebelum adanya pandemi, yaitu sebanyak 4 ekor sapi dan 5 ekor kambing.

Baca Juga: Tetangga Masa Gitu

Hari Kurban=Hari Kebersamaan

Satu minggu sebelum lebaran haji. Sebuah pengumuman di grup wa komplek memberi informasi bahwa mushola As-Sallam (ada di dalam area komplek) akan ada pemotongan hewan kurban dan makan bersama pastinya.

Sudah hal yang biasa kami lakukan pada hari istimewa seperti Ramadan dengan acara bukber setiap Sabtu dan Perayaan Iduladha dengan makan bersamanya.

Di dalam grup wa komplek rumah seperti biasa akan dibuat daftar. Daftar makanan apa saja yang akan disajikan untuk kami, dari kami, dan oleh kami.

Obrolan grup wa Ibu-ibu komplek Citra

Dari mulai lauk pendamping, sayur, buah, snack, aneka jenis minuman, dan yang pastinya nasi.

Kenapa ada lauk pendamping? Karena lauk utamanya adalah daging kurban. Kambing dan sapi akan menjadi lauk utama yang akan kami santap bersama pada perayaan Iduladha.

Baca Juga: Garang Asem Ayam Tanpa Daun Pisang

Tenaga potongnya juga Bapak-bapak warga komplek dibantu Bapak Security yang sedang off, juga Bapak tenaga kebersihan.

Kalau waktu memotongnya agak lama, harap dimaklum. Biasa pegang laptop, ini dadakan langsung pegang pisau dan timbangan daging.

Apa? Yang menyembelih hewan kurbannya, Bapak-bapak komplek juga? Bukan dong. Bapak-bapaknya belum ada yang punya sertifikasi buat potong hewan kurban. Wkwk.

Tukang jagalnya, biasa kami panggil. Nah, bagian potong dan menimbang, baru deh, bagian Bapak-bapak Citra.

Balik lagi ke daftar makanan yang ada di grup wa tadi. Tidak butuh waktu lama, keesokan paginya daftar makanan sudah hampir terisi penuh.

Dan menjelang Perayaan Iduladha, minuman dan snack setelah sholat Ied, sudah tertata rapi di area pemotongan. Biar para petugas potong, bisa ngopi-ngopi sambil ngemil sebelum berjibaku dengan daging.

Sementara Bapak-bapak pegang pisau dan daging. Ibu-ibunya menata meja atau tepatnya meja pingpong dengan menyusun makanan dan minuman untuk makan siang.

Baca Juga: 5 Tips Ibu Bahagia Selama Pandemi

Satu persatu lauk dan makanan pendamping yang ada di dalam daftar makanan diantar oleh para warga. Termasuk tongseng dan rendang hasil daging kurban yang dipotong pertama kali oleh panitia kurban komplek.

Ibu-ibu Citra kompak di Iduladha

Jadwal pembagian daging kurban pukul 16.00 WIB dan jumlah daging yang harus dipotong untuk ditimbang lumayan banyak. Akhirnya makan siang pun jadi telat.

Padahal, biasa pukul 12.00 tet, Bapak-bapak langsung makan terus sholat dzuhur. Ini kebalikannya. Udahan istirahatnya molor, sholat, baru maksi, deh. Menjelang pukul 13.00 WIB mereka baru berdatangan mengambil piring.

Bapak-bapak, anak-anak, Ibu-ibu. Begitu urutan pengambilan makanan yang tidak diatur dalam pedoman prasmanan komplek rumah.

Kami makan bersama dengan melihat wajah lelah Bapak-bapak, anak-anak yang ceria, dan Ibu-ibu yang rumpi.

Untung sinar matahari yang berlimpah, tertahan oleh terpal yang berdiri kokoh di pinggir lapangan. Dan pohon-pohon rindang di sekitarnya cukup untuk berteduh para Bapak-bapak yang duduk di bawahnya.

Meski angin siang itu agak sedikit pelit bertiup untuk membuat daun bergoyang dan menjadi kipas. Tapi Bapak-bapak tetap semangat dengan Perayaan Iduladha yang sudah dua tahun absen itu.

Segelas es buah ditangan mereka sepertinya cukup menyumbang semangat mereka.

Semoga tahun depan bisa seperti ini lagi ya, Bu-ibu, Pak-bapak. Jangan ada lagi pengurangan kepala keluarga karena COVID-19.

Catatan: Selama pandemi, enam orang Istri ditinggal oleh para suaminya. Baik itu karena COVID-19 dan juga karena sakit yang lain.

Baca Juga: Saat Ikhtiar Dan Doa Tidak Sejalan Dengan Takdir

Salam kompak selalu untuk warga kompek Citra. Semoga kita semua dipertemukan dan dikumpulkan kembali dalam Perayaan Iduladha tahun depan. Aamiiin.









Thursday, June 30, 2022

4 Kesalahan Karir yang Sering Dilakukan Ketika Usia 30-an, Jangan Kebablasan, Yak!

June 30, 2022 0

Karir usia 30-an
Aku? Udah lewat banyak dari usia 30-an lah yang jelas. Tapi apa yang akan dibahas mengenai kesalahan karir yang sering dilakukan ketika memasuki kepala tiga. Sepertinya masih seru untuk dibagikan.

Ya, buat semacam pengingat aja. Jangan sampai kesalahan karir yang sering dilakukan di usia muda bakal disesali di kemudian hari.

Iya, ngerti, kerja memang untuk cari uang, berhak memanjakan diri. Tapi kan, semua ada batasnya. Semua yang berlebihan juga nggak bagus. Ah, ini mah, nggak usah dijelasin, pastinya Sahabat Desi's Corner sudah pada ngerti lah, ya.

Bayangan dunia kerja sewaktu masih sekolah dulu, kayaknya asyik banget, seru aja. Bisa beli yang di mau, mau makan apa aja, hayu. Teman ajak wara-wiri, oke.

Padahal setelah dijalani, kalau nggak tahan mental pastinya kantong bakal kebobolan. Apalagi yang kerjanya di daerah perkantoran. Pastinya gaya hidup jadi tuntutan, dan ujung-ujungnya jadi persaingan dan nggak sadar telah membuat kesalahan karir yang sering dilakukan saat usia 30-an ini menjadi terlihat lumrah.  

Padahal kesalahan karir yang sering dilakukan saat usia 30-an ini, akan membentuk karakter permanen ketika kita memasuki usia 40-an, yang kata orang banyak agak sulit untuk diubahnya lagi.

Nah, buat Sahabat Desi's Corner yang sekarang ada di usia 30-an. Jangan sampai melakukan kesalahan karir yang akan dibahas dalam artikel ini, ya.

Memang benar kalimat umum yang disadur dari hadis, "segala sesuatu yang berlebihan itu nggak baik". Dan seperti kata lagu dangdut Vetty Vera, baiknya semua Sedang-Sedang Saja (ketahuan jadulnya, dah).

Baca Juga: Cara Melatih Kesabaran Di Tempat Kerja

Kesalahan Karir yang Sering Dilakukan Di Usia 30-an

Pasti bertanya-tanya, kan, apa sih, kesalahan yang dibuat sampai harus hati-hati dalam bekerja?

Apakah itu salah dalam artian pekerjaan yang digeluti? Entah itu, salah paham dengan atasan, rekan kerja, tidak mau bekerjasama dalam tim, atau kesalahan lain yang merugikan perusahaan.

Sayangnya kesalahan karir yang sering dilakukan di usia 30-an di atas, bukanlah seperti yang sudah disebutkan itu, tapi yang lain.

Baca Juga: Usia 25 Tahun Versi Desi's Corner

Nah, ini dia empat kesalahan karir yang sering dilakukan saat usia 30-an:


Usia 30

1. Tidak merencanakan dan membuat cadangan keuangan untuk masa depan

Membeli barang dengan kualitas bagus memang tidak dilarang. Tapi jangan kebablasan juga, sampai akhirnya abai tidak memiliki cadangan keuangan pada saat usia 30-an.

Tidak semua barang berkualitas harus dibeli meski kita mampu. Sesuaikan dengan kebutuhan bukan keinginan. Nafsu harus dikendalikan, jangan jadi budaknya.

Kalau aku biasanya dulu waktu zaman kerja, barang yang ada harganya gitu, kayak tas, sepatu, jam tangan, yang durasi pemakaiannya bisa lama. Sama dengan perabot rumah tangga, beli sedikit mahal tapi awet.

Kalau tidak bisa memilah dan memilih mana yang prioritas atau dibutuhkan. Tidak peduli berapa besar gaji didapat dan naik setiap tahun belum lagi ditambah bonus, yang ada kita tidak punya simpanan.

Biasakan diri untuk menyisihkan di awal setiap menerima gaji. Dan menambah besaran simpanan jika mendapat bonus atau uang ekstra lainnya ke dalam tabungan.

Biaya hidup itu selalu naik, sayang. Jadi berinvestasi itu wajib. 
Kata Mamah, Jangan sampai berhutang sama orang.
Nasihat sederhana tapi artinya dalem.


2. Lupa "waktu bermain" karena asyik bekerja

Hidup untuk bekerja atau bekerja untuk hidup?

Menghasilkan uang untuk memenuhi kebutuhan hidup memang fitrah manusia. Tapi kalau jadi work alcoholic, itu sih, sama saja dzalim sama diri sendiri, karena kecanduan kerja berarti tidak bersosialisasi. 

Duh, jangan sampai kita tidak punya teman gara-gara kerja tidak ingat waktu. Kesehatan mental juga kan, perlu dijaga. Salah satu untuk menghindari burnout kerja, ya, dengan menghabiskan waktu bersama teman.

Seperti apa yang disampaikan oleh desainer produk Microsoft Michael Dorian Bach yang sekarang menjelang akhir usia 30-an, mengatakan kepada sebuah majalah, bahwa kita tidak boleh hanya bekerja! Buatlah kenangan. Semakin tua kita, semakin sulit untuk membuat hubungan yang bermakna. Pertahankan itu saat kita masih muda.

Kesalahan karir yang sering dilakukan di usia 30-an untuk kasus no. 2 ini sekarang makin banyak terjadi dan tidak disadari oleh si individu. Ini semua karena seseorang semakin mandiri dan memiliki impian tinggi yang ingin dicapai. Sehingga terlalu fokus bekerja.

3. Tunggu "siap" atau settle barulah memulai sebuah keluarga

Tidak ada sekolah untuk menjadi orang tua atau kursus mengasah keterampilan mengasuh anak, itu semua didapat dari pengalaman.

Usia 30-an adalah waktu yang tepat untuk memiliki anak. Anak adalah penerus keluarga dan ladang pahala bagi orang tuanya kelak. Kan, tujuan menikah dalam agama salah satunya memang untuk memperbanyak keturunan.

Jangan sampai, paham mempunyai anak menjadi beban, mengganggu karir, dan bikin susah setelah menikah. Menjadi mindset yang ditanam bersama pasangan. 

Menunda memiliki anak karena takut atau tidak siap, baik secara mental atau materi tidak akan ada habisnya. Kalau salah satu pasangan kita tetap bekerja dan mempunyai penghasilan tetap, sebaiknya memiliki anak jangan ditunda.

Keputusan aku mempunyai anak pada usia 25 tahun, ternyata tepat. Alhamdulillah, sekarang Kakak sudah bisa menggantikan almarhum suami sebagai tulang punggung keluarga.


4. Tidak menikmati waktu

Kebiasaan buruk karir di Usia 30


Apalah arti kerja keras dan materi yang didapat jika tidak digunakan bersenang-senang dan memanjakan diri. Ya, semacam penghargaan untuk diri sendiri gitu. Menghargai atau mengapresiasi diri juga, kan, harus.

Waktu untuk bekerja dan bersenang-senang harus seimbang. Tidak pelit tapi juga tidak boros. Kongkow bareng teman pulang kerja makan empek-empek di perempatan jalan atau ngebakso adalah hal yang suka aku lakukan sepulang kerja dulu. Malah aku pernah lho, nonton ke bioskop sendirian. Waktu itu aku sengaja ambil cuti setengah hari pas kerjaan lagi nggak banyak.

Jadi, membuat anggaran dari penghasilan kita untuk travelling, menonton, atau makan di restoran favorit, nggak ada salahnya. Kan, menghargai jerih payah sendiri juga wajib.

Tapi, semua anggaran itu dibuat setelah menyisihkan pendapatan untuk menabung, membayar cicilan, kebutuhan sehari-hari, dan dana darurat, ya. Jangan lebih besar pasak daripada tiang.


Penutup

Lupa waktu dan kurang mawas diri membuat hidup berimbang terkadang sulit didapat. Seringnya kebablasan terus jadi kebiasaan, deh.

Aku termasuk pernah melalui masa-masa dua poin yang sudah disebut di atas. Jangan telat sadar atas kesalahan karir yang sering dilakukan di usia 30-an, yak, Sahabat Desi's Corner.

Pastikan kehidupan usia-30 an kita tetap bahagia, baik karir, sosialisasi, dan juga kehidupan berkeluarga. Nikmati semua dalam batas kewajaran.

Segitu dulu, ya, tulisannya. Salam bahagia selalu, juga sehat badan serta jiwa.

Tuesday, June 28, 2022

Resep Camilan Bola Susu Kelapa, Cuma Dua Bahan, No Oven, No Kukus, No Kompor, Enak!

June 28, 2022 7

bola-susu-kelapa

Ceritanya aku punya ampas kelapa sisa pembuatan Maja Blanca (camilan khas Philipina). Dibuang sayang, akhirnya hunting resep camilan yang menggunakan bahan dasar kelapa parut ini.

Nemu dong, resep camilan yang bahan utamanya kelapa parut ini. Buatnya gampang, nggak ribet, dan yang paling penting, bahan-bahan pendukung lainnya juga ada di rumah. Secara cuma dua bahan aja, kan, yang dibutuhkan. 

Alat yang dipakai untuk membuat camilan ini juga nggak butuh mixer, blender, kukusan, atau oven. Cuma pakai teflon, mangkuk besar, sama sodet kayu. Jadi, deh. Tapi buat yang malas main api, tinggal aduk-aduk aja juga bisa, kok.

Penasaran kan, ada model resep kue yang nggak pakai kompor?   

Sebetulnya ada dua resep dan dua cara untuk membuat bola susu kelapa yang bisa dipilih. Semua diserahkan kepada keputusan Sahabat Desi's Corner. Cuma soal selera, kok. Mau pakai kompor atau nggak, ya, up to you, deh.

Bagiku, entah itu camilan berat atau ringan, penilaiannya cuma ada dua. Enak dan enak banget. Wkwk.

Aku suka trial resep-resep yang nggak ribet, nggak butuh bahan banyak, waktu bikinnya ekspres, dan perabotan yang digunakan juga sedikit. Biar cucian dan beberesnya cepat. Jadi dapur nggak berantakan banget.

Ya udah, yuk ah, kita cuz lihat resep dan cara membuatnya si bola-bola susu kelapa ini.

Baca Juga: Resep Kuih Tako Sagu Mutiara Takir Pandan

Resep Camilan Bola Susu Kelapa

Resep 1:

Bahan yang dibutuhkan:

- 200 gr kelapa sangrai - kalau aku di oven sampai kering gitu. Jadi teksturnya kayak coconut flake. Beli jadi juga ada kok, di toko bahan kue.
- 150 ml susu kental manis - aku pakai SKM Gold Bendera dari Frisian Flag

Cara membuat:

- Masukkan dalam wadah kelapa dan SKM
- Aduk rata
- Balur telapak tangan dengan minyak sayur, supaya nggak lengket pas lagi bulet-buletin adonan
- Ambil adonan secukupnya atau sesuai selera. Bentuk bulat sebesar bakso (kalau aku, ya)
- Balut bola susu kelapa dengan coconut flake
- Simpan di lemari pendingin dua hingga tiga jam
- Siap disantap

Bola-susu-kelapa

Resep 2:

Bahan yang dibutuhkan:

- 397 ml SKM Gold Bendera
- 150 gr coconut flake
- 1 sdm salted butter atau margarin (aku pakai palmia butter and cookies)

Cara membuat:

- Siapkan teflon di atas kompor
- Masukkan butter, SKM, aduk sebentar dengan api kecil sampai tercampur rata
- Masukkan coconut flake
- Aduk rata sampai tekstur mengental
- Matikan kompor
- Pindahkan ke wadah, dinginkan
- Bentuk bulat-bulat adonan susu kelapa sebesar bakso atau sesuai selera.
Kalau aku lebih kecil sedikit dari bakso. Biar pas dimakannya sekali hap masuk ke mulut. Kan, dia kayak permen tuh, jadi nggak terlalu giyung (bahasa Sunda).
- Dinginkan beberapa jam di dalam kulkas. Rasanya lebih enak kalau dingin.

Baca Juga: Resep Sarikaya Nangka No Kukus No Oven  

Seriusan resep camilan bola susu kelapa di atas gampang banget, kan? Nggak sampai setengah jam udah bisa langsung dinikmati.

Cocok nih, buat menikmati waktu sore dengan teh hangat tanpa gula. Ngobrol santai sama pasangan. Kalau aku mah, menikmatinya sambil nonton drakor di tv.

Kalau aku suka resep camilan bola susu kelapanya pakai resep yang kedua. Selain manis dari susunya, ada rasa gurih yang berasal dari butter atau margarinnya. 

Pokoknya mah, dijamin berhasil deh, kalau bikin camilan bola susu kelapa ini.  Kalau ragu, boleh bikin setengah resep dulu. 

Just for information, ternyata dari satu buah kelapa parut, kalau sudah dikeringkan, jadinya nggak sampai 200 gr. Kurang lebih kemarin itu, dapatnya 165 gr gitu. Soalnya kan dipisahin juga buat proses pelapisan terakhir.

Akhirnya ampas kelapa bisa bermanfaat juga. Jadi camilan malah. Aku beneran seneng banget. Hatiku bahagia, tiada terkira (nada boneka India), soalnya bisa memanfaatkan sesuatu yang biasanya dibuang jadi bisa dimakan. 

Eh,  Aku juga punya resep yang berbahan ampas jus buah. Nanti aku tulis juga, ya. Pas lah, buat Ibu-ibu rumah tangga yang kudu serba cepat kerjanya. Selain proses bikin camilan untuk keluarga ini nggak makan waktu lama, rasanya juga oke. 

So, Sahabat Desi's Corner, kalau punya bahan sisa makanan. Jangan langsung dibuang, ya. Coba hunting dulu di Google atau YouTube. Siapa tahu bisa digunakan lagi atau bisa dibuat camilan. Kayak resep camilan bola susu kelapa yang dibahas di atas.

Selamatkan bumi dari sampah yang bisa digunakan kembali, ya. Kalau bukan kita yang menjaga alam. Terus siapa lagi, dong?









Friday, June 24, 2022

Yuk! Gabung Di Komunitas Penulis Dan Raih Peluang Ngeblog Bersama IIDN

June 24, 2022 0

Komunitas penulis untuk perempuan

Sebelum menulis, aku nyontek dulu nih, ke grup FB komunitas penulis IIDN (Ibu-ibu Doyan Nulis). Kepengin tahu aja, sebetulnya sejak kapan sih, aku gabung di grup komunitas perempuan yang berfokus khusus untuk kaum hawa ini?

Dan ternyata, aku sudah bergabung di komunitas perempuan khusus menulis ini sejak 17 Oktober 2017, Sahabat Desi's Corner. Hmm, lumayan lama juga, ya.

Terus apa saja yang sudah kudapat semenjak bergabung dengan komunitas perempuan yang berfokus pada menulis ini?

Meski aku baru bergabung di setengah usia IIDN. Tapi, IIDN adalah pintu awal dimana aku bisa mengenal dunia tulis-menulis yang aku geluti sekarang.

Dulu aku pernah ikut kelas artikel yang dimentori oleh Teh Indari yang sekaligus pelopor berdirinya IIDN. Dan sampai sekarang ilmunya masih terpakai.

Seperti yang pernah disampaikannya padaku, kurang lebih intinya adalah: 
Tulis apa yang diperlukan, tidak perlu menuliskan semua meski kita tahu banyak.
Waktu dikasih wejangan ini, bingung sendiri, kan. Secara penulis pemula, jadi masih berpikir maksudnya. Kan, yang namanya menulis itu, kudu jelas, yak? Kalau nggak ditulis semua, nanti pesannya nggak sampai ke pembaca, dong.

Eeh, nggak lama setelah itu. Seakan tahu kebingungan sebagai penulis pemula. Di recording selanjutnya, ada penjelasan maksud dari kalimat di atas.

Katanya, menulis itu secukupnya, harus fokus pada satu tema. Jangan melebar kemana-mana. Agar inti tulisan, tidak menjauh. Sehingga pembaca pun memahami apa maksud tulisan kita itu.


Mau Belajar Gratis? Gabung Aja Di Komunitas Penulis IIDN

Semua tergantung niat dan usaha. Kalau hati sudah bulat, jalan selalu terbuka bagi yang terus bergerak.

Sebagai pemula, menuntut ilmu adalah sebuah keharusan. Dan untuk mendapatkan ilmu, jika belum ada rezekinya. Janganlah menjadi hambatan.

Banyak kok, sekarang komunitas yang sesuai dengan passion kita. Seperti komunitas penulis IIDN, tempat aku belajar dengan cuma-cuma.

Stt, tapi ini komunitas perempuan, ya. Laki-laki dilarang masuk. Perempuan kayak aku, yang cuma Ibu rumah tangga 'to. Jujur sangat terbantu dengan adanya IIDN ini.

Meski aku pemula, di sana tidak ada perbedaan kasta. Siapa lebih pintar, lebih tahu, lebih senior, atau nyinyir dengan kelebihan dan kekurangan para anggotanya.

Semua berbagi cerita, pengalaman, dan ilmu yang para anggotanya tahu. Sharing pengalaman kayak begini ini, ilmu yang tidak terbatas. Ilmu yang tidak ada di teori karena kita dapat langsung dari yang sudah praktik.

Kurang apalagi coba? Itu kan, berarti kita bisa mengurangi trial dan error melalui sharing dan ilmu yang didapat dari komunitas penulis IIDN ini, ya, nggak?


Topik Mingguan Komunitas Penulis IIDN

Agar mood menulis yang swing tidak mendominasi keseharian kita. Termasuk aku yang konsisten menulisnya naik turun, tapi banyak turunnya.

Maka bergabung dengan komunitas penulis, dapat menjaga produktivitas untuk tetap menghasilkan karya. Meski, jujur ya, aslinya menjaga tetap menulis itu lebih susah dibanding waktu memulainya. Eeh, tapi ini kasusnya aku, lho, ya.

Mimin (baca=admin) grup yang terus memberi ilmu secara rutin dan tanpa pamrih. Mereka (baca=IIDN) hanya ingin melihat para perempuan maju dengan karyanya melalui menulis.

Entah itu di blog, medsos, buku, atau platform menulis lainnya yang sekarang sudah banyak bertebaran dimana-mana.

Maka demi mewujudkan mimpi-mimpi dan cita-cita para kaum perempuan dalam menulis yang nantinya akan menjadi sebuah bisnis. IIDN menjembatani hal tersebut dengan membuat topik berbeda di setiap minggunya.

Ini Dia topik Mingguan Komunitas Penulis IIDN:

1. Senin Semangat

Senin identik dengan hari berat karena perjalanan sampai ke akhir minggu terasa panjang. Padatnya jadwal, seakan tidak berujung. Padahal semua hari sama saja.

Biasa tim IIDN akan membagikan di tiap Senin ini berupa suntikan semangat. Kurang lebih mengingatkan kembali kepada kita para anggota komunitas perempuan tentang niat awal dalam menulis.
Success is liking yourself, liking what you do, and liking how you do it. Maya Angelou

2. Selasa Blog

Ini yang paling ditunggu, karena ilmu blog akan diberikan secara gratis. Mau bertanya juga bisa di kolom komentar.

Buat blogger pemula macam aku. Beruntung banget bisa bergabung di komunitas penulis IIDN ini.

Dari istilah blog sampai cara menulis artikel dan membuat judul yang menarik, semua dibahas di sini.

Bahkan sebagai komunitas penulis, IIDN sering membuat event lomba blog yang bekerja sama dengan brand-brand ternama dengan hadiah menarik dan besar.

Berdaya bersama komunitas perempuan


3. Rabu Buku

Sharing tentang seluk beluk membuat buku, baik melalui penerbit mayor maupun indie. Juga info buku-buku menarik yang dapat dijadikan referensi sebagai bacaan kita.

Atau buat yang sudah mempunyai buku. Maka di Rabu inilah saatnya mereka mempromosikan hasil karya kita. Agar para anggota yang ada di grup FB IIDN dapat melihat buku-buku mereka.

4. Kamis Kuis

Ini adalah hari giveaway dengan banyak hadiah. Seperti buku, voucher untuk mengikuti kelas blog, dan lainnya.

5. Jumat Fiksi

Buat yang menyukai jenis tulisan fiksi dan sedang belajar menulis cerita, baik itu cerpen atau novel.

Pada Jumat inilah ilmu tentang menulis fiksi dibagikan. Seperti, cara memilih karakter si tokoh cerita, membuat konflik, plot, outline, dan masih banyak lagi.

Termasuk juga mendatangkan beberapa pembicara yang memang sudah berkecimpung di kepenulisan novel, seperti Kirana Kejora, penulis novel yang beberapa karyanya sudah diangkat menjadi film. Seperti, Yorick dan Sabtu Bersama Bapak.

6. Sabtu PUEBI

Cara menggunakan tanda baca, cara penulisan suatu kata (misal, pun, ku, kau), kata baku, dan masih banyak lagi yang memang dibutuhkan bagi kita semua sebagai calon penulis.

7. Pasar Minggu

Buat yang sudah punya karya. Hari Minggu adalah waktu promosi alias jualan. Baik itu buku fiksi atau non fiksi dan merupakan hasil karya sendiri. Pada hari inilah kita dipersilakan untuk mengenalkan, beriklan, mempromosikan, produk yang berhubungan dengan menulis di grup IIDN 

Meraih Peluang Ngeblog Bareng Komunitas Perempuan IIDN

Setelah ilmu didapat, praktik adalah hal wajib. Percuma ikut kelas sana-sini tapi teorinya nggak dipraktikan. Lagian kan, sayang juga. Masa udah gabung di komunitas penulis IIDN, ilmunya nggak dipakai.

Sangking pedulinya IIDN dengan anggotanya. Pihak IIDN sampai bekerja sama dengan brand-brand besar buat mengadakan lomba blog, lho. Seperti tempo hari yang bekerja sama dengan Kraft, Indosat, IDN, dan masih banyak lagi.

Sedangkan IIDN sendiri juga mengadakan lomba blog demi memajukan komunitas perempuan. Seperti lomba reviu buku, tantangan blogging, tantangan menulis baik di blog atau di web nya IIDN, juga termasuk lomba blog yang sedang aku ikuti sekarang. Yaitu Lomba Blog dalam rangka merayakan hari jadi IIDN ke-12.

Aku sih, seneng banget gabung di komunitas perempuan khususnya komunitas penulis ini. Selain jejaring semakin luas yang akan membantu branding diri. Juga bisa berkarya dan berdaya melalui blog.

Memang belum banyak job yang aku dapat dari menulis di blog. Tapi aku yakin, tidak ada yang namanya pemula untuk selamanya. Seiring bertambahnya jam terbang dan makin dikenal kalau aku ini adalah.blogger. Maka, aku percaya bahwa job pun akan datang.

Bergabung dengan IIDN aja sudah mendatangkan peluang. Seperti, event-event off air yang membutuhkan blogger. Gimana nggak semakin mantap berdiri sebagai Blogger, ya, nggak?

Berdaya dengan ngeblog


Penutup

Hai IIDN, terima kasih sudah membentuk dan menemani aku di hampir lima tahun. Sehingga aku terus bertumbuh dan mengenal banyak pintu di dunia tulis-menulis ini.

Semoga di usiamu yang ke-12, dapat menjaring lebih banyak lagi perempuan yang bergabung di komunitas penulis ini. Agar kami para perempuan bisa mendapatkan kesempatan untuk berkarya melalui tulisan khususnya di blog. Dan juga bisa meraih peluang agar dapat menaikkan taraf kehidupan kami, baik materi maupun ilmu, yang nantinya dapat ditularkan ke sesama perempuan di lingkungan kami.


 





Wednesday, June 15, 2022

Pelembut Pakaian Atau Pewangi Pakaian? Ya, Molto Korean Strawberry

June 15, 2022 8

Pewangi Pakaian Terbaik

Aku termasuk orang yang suka segala macam dicoba. Segala iklan yang menarik di hati mudah tergoda. Untungnya iklan yang disukai itu seperti, pelembut pakaian, pewangi pakaian, sabun cuci pakaian dan piring, pembersih lantai, pembersih kloset, dan segala yang berbau kebutuhan rumah tangga.

Apapun itu selagi harga terjangkau, namanya produk rumah tangga, diusahakan untuk dibeli. Demi meringankan dan mempertimbangkan keefektifan waktu yang digunakan untuk menyelesaikan urusan rumah.

Kalau urusan rumah cepat beres, cucian bersih dan harum. Otomatis kan, kerjaan langsung naik level tuh. Setelah baju-baju kering, bisa dilanjut untuk disetrika.

Untung aku menggunakan pewangi pakaian terbaik. Jadi, waktu menyetrika nggak perlu semprot-semprot biar baju harum tanpa parfum.

Dan aku juga nggak terlalu memerlukan pelicin anti kusut karena selain pewangi, produk yang aku gunakan juga dikenal berfungsi sebagai pelembut pakaian terbaik. Jadi, urusan menyetrika lumayan memangkas waktu.

Tahu, kan, kalau menyetrika baju kusut harus agak ditekan itu setrikaannya. Belum lagi setrikaannya kudu bolak-balik, nggak bisa dua atau tiga kali jalan. Judulnya, selain makan waktu, juga makan tenaga.

Baca Juga: Mengatur Finansial Rumah Tangga Ala-ala  

Manfaat Menggunakan Pelembut Dan Pewangi Pakaian

Rekomedasi pewangi pakaian

Sebagai Ratu Rumah Tangga, sudah menjadi kewajiban tidak tertulis untuk menjamin setiap anggota keluarganya tampil percaya diri dengan pakaian yang dikenakan.

Mulai dari kerapihan, warna pakaian yang tidak pudar, dan memastikan baju yang dikenakan wangi meski tanpa parfum selama beraktivitas.

Nah, untuk itulah aku membutuhkan pewangi pakaian terbaik keluarga. Agar aktivitas mereka tidak terganggu karena pakaian yang dikenakan mengeluarkan aroma tidak sedap karena keringat.

Berikut manfaat pewangi dan pelembut pakaian yang didapat jika kita menggunakannya:

1. Pakaian Menjadi Wangi

Saat merendam pakaian ke dalam cairan pewangi. Serat-serat kain akan menyerapnya. Disinilah letak perbedaan antara pewangi dan parfum yang hanya disemprotkan pada titik-titik tertentu di pakaian yang kita kenakan.

Aku termasuk salah satu orang yang nggak terlalu suka pakai parfum. Menggunakan cairan pewangi saat mencuci, cukup membantuku percaya diri ketika berkumpul bersama teman-teman.

Terlebih sekarang matahari lagi suka banget PHP-in aku. Pagi terik, cetar membahana. Menjelang tengah hari mendung. Nggak lama kemudian, tanpa intro gerimis, langsung air tumpah dari langit.

Nah, pewangi pakaian juga berfungsi menghilangkan bau nggak sedap dari pakaian yang dijemur dalam cuaca hujan.

2. Melembutkan Pakaian dan Mudah Disetrika

Sekarang produk untuk mencuci tidak hanya membuat wangi pakaian saja, tapi juga dapat melembutkan.

Tahu kan, kalau ada beberapa jenis kain yang tidak boleh disetrika. Kayak rok rempelnya Kakak yang plisket. Biasa setelah roknya kering, aku langsung gantung pakai hanger dan masuk lemari pakaian.

Dan untuk pakaian lainnya, dengan pelembut pakaian keluarga ini. Aku tidak perlu menyemprot cairan pelicin pakaian pas menyetrika. Dengan beberapa kali gosok dan tidak makan banyak tenaga, baju-baju rapi dan harum.

3. Menjadi Aromaterapi yang Menenangkan Hati

Buat Sahabat Desi"s Corner yang bekerja di ranah publik. Stres jadi makanan setiap hari, dari mulai macet sampai kerjaan yang numpuk.

Nah, aroma dari pewangi pakaian terbaik akan memberikan efek menenangkan diri, ketika dilanda kecemasan atau stres berlebih. Seperti aroma yang terdapat di Molto pewangi pakaian Korea.

Molto Perfume Boost Korean Strawberry dapat memberikan parfum 7X Lebih Wangi, 7X Anti Bau dengan aroma segar Korean Strawberry.

Wangi Korean Strawberry baru yang manis dan menyegarkan tentu dapat membuat Sahabat Desi's Corner yang bekerja di ranah publik atau aku yang Ibu rumah tangga, dapat terbantu mengurangi stres yang jarang absen datang menghampiri diri.

4. Hemat Waktu, Tenaga, dan Irit

Tugas seorang Ibu rumah tangga itu bejibun. Dua puluh empat jam itu terasa kurang banget. Dari melek sampai tidur lagi, kerjaan kayak estafet.

To do list yang banyak membuat kita sebagai Ibu harus cerdik supaya tetap dapat waktu me time di sela-sela kesibukan.

Dengan menggunakan pelembut pakaian terbaik; Pastinya urusan menyetrika, jadi lebih ringan karena tidak membutuhkan waktu lama untuk mendapatkan pakaian cepat rapi dan juga irit sebab kita tidak perlu membeli pelicin pakaian.

5. Anti Bau

Manfaat Molto Korean strwaberry

Pewangi pakaian terbaik akan membuat pakaian tetap harum sampai kita akan mengenakannya kembali. Jadi, kalau lupa meletakkan kapur barus di dalam lemari pakaian, nggak masalah.

Menggunakan pewangi pakaian saat mencuci, menjadi solusi terbaik. Mulai dari matahari yang tidak maksimal mengeringkan pakaian sampai disimpan dalam lemari. Dan harumnya ini bisa bertahan sampai 14 hari. 


Molto Korean Strawberry, Rekomendasi Pewangi Dan Pelembut Pakaian Keluarga

Sebelum menggunakan Molto sebagai pelembut pakaian keluarga di aktivitas mencuciku setiap harinya. Aku sudah beberapa kali mencoba gonta-ganti merk pelembut termasuk pewangi pakaian keluarga.

Dari yang mulai cuma berfungsi sebagai pewangi sampai konsentratnya. Sampai akhirnya aku memutuskan untuk mengikuti saran dari Adik ipar yang memberi rekomendasi pewangi pakaian sekaligus rekomendasi pelembut pakaian, yaitu Molto sekali bilas.

Dan memang ini cocok buat aku yang kepengin irit air juga waktu. Cukup dua ember. Ember pertama untuk menghilangkan busa persis setelah dicuci. Ember kedua menghilangkan sisa-sisa sabun yang masih ada.

Setelah itu, pakaian langsung direndam di molto sekali bilas. Rendam 15 menit, terus jemur, deh.

Sepertinya sudah lebih dari tiga tahun aku menggunakan Molto sebagai pelembut dan pewangi pakaian keluarga.

Nah, sebagai pengguna Molto dan penggemar drakor. Belum lama ini produk yang dibawah naungan Unilever ini mengeluarkan varian Molto Korean Strawberry.

Baca Juga: 13 Serial Drakor Tayang Di April 2022

Kalau dari beberapa artikel yang aku baca, sih, katanya Strawberry Korea itu rasanya manis banget, aromanya juga wangi, juga juicy gitu pas dimakan.

Kebayang kan, baju-baju kita yang dikenakan bakal wangi manis kayak buah strawberry. Duh, kayaknya bener-bener bisa merelaksasi pikiran dan penat dengan urusan rumah tangga sama padatnya deadline menulis, deh.

Kalau Korean Strawberry wanginya aja udah bikin jatuh cinta. Apalagi pas dipakai waktu mencuci. Bisa nih, buat rekomendasi pewangi pakaian. Secara hasil yang bakal didapat bukan main-main.

Mulai dari keharuman 7X lebih wangi, menyegarkan, ditambah bisa menghilangkan 7 jenis bau membandel, seperti; bau keringat, bau polusi, bau bawang, bau badan, bau amis, bau asap, bau apek.

Tuh, kan, lumayan bisa memecahkan solusi masalah bau-bauan. Apalagi selain berfungsi sebagai pewangi pakaian. Molto Korean Strawberry juga dapat menjadi rekomendasi pelembut pakaian.

Anti kusut bye-bye, menyetrika dengan tenaga dalam selamat tinggal, pemakaian minyak wangi berkurang. Gimana nggak jadi idaman para Ibu rumah tangga, ya nggak?

Jangan lupa agar hasilnya maksimal, sebelum direndam dengan pewangi Molto Korean Strawberrynya. Mencucinya menggunakan Rinso Korean Strawberry juga.

Pembersih lantai, piring, beraroma sweet strawberry

Bukannya apa-apa, sih, soalnya nih, Rinso bubuk mempunyai 8 keunggulan, seperti:

1. Hilangkan bau tak sedap dan bau apek pada pakaian
2. Hilangkan noda hanya 1x kucek
3. Menjaga warna pakaian tetap cemerlang
4. Surfaktan mudah terurai
5. Mengandung ekstra pelembut yang dapat membuat serat kain lembut dan halus
6. Lembut dan tidak panas ditangan
7. Wangi Molto tahan hingga 21 hari
8. 99.9% efektif membunuh bakteri dan virus

Tuh, kan, gimana nggak makin maksimal hasil kerja kita sebagai Ibu rumah tangga. Udahan baju dinas alias daster, wangi Korean Strawberry. Eeh, ada lagi yang bikin klepek-klepek sama bau wangi di tangan setelah mencuci piring. Apa, tuh?

Iya, cuci piring jadi semangat soalnya ada Sunlight Extra Korean Strawberry yang bisa membersihkan lemak dengan kesegaran Korean Strawberry. Aah, wanginya bikin jatuh cinta, deh.

Urusan percucian apalagi perabot dapur jadi kecil. Semuanya jadi bersih, terutama piring, jadi kesat dan makin segar karena selain wangi strawberry juga ditambah ekstrak jeruk nipis asli.

Pas urusan beberes rumah kelar, tinggal ngaso, deh. Selonjoran sambil nonton drakor di lantai yang dipel pake Superpell Korean Strawberry. Hasilnya, lantai rumah bersih higienis dan wangi Korean Strawberry.

Lumayan selama 8 jam kedepan terus bisa dapat wangi Korean Strawberrynya. Jadi beneran jatuh cinta sama wanginya. Nggak apa kan, kalau jadi candu?

Kepengin coba pewangi pakaian dan pelembut pakaian juga yang aromanya juicy ini? Ya udah, cuz lah, langsung ke e-commerce atau super dan minimarket. Biar bisa merasakan aroma Molto Korean Strawberry dan kawan-kawannya langsung di baju setelah dicuci. 


Monday, May 30, 2022

Ini 4 Cara Mengatasi Burnout Kerja

May 30, 2022 0


Maaf, ya, cuma bisa cerita masa lalu yang kali aja cara mengatasi cara burnout kerja zaman dulu masih bisa diterapkan di masa-masa sekarang ini. 

Tapi tenang, pengalamannya ada yang di upgrade sedikit demi menyesuaikan dengan keadaan saat ini. Semoga aja melesetnya cuma dikit cara mengatasi burnout kerja yang sekarang lagi ngetrend lagi.

Simak ya, tulisannya. Aku tuh, jadinya dicampur sama pengalaman orang lain yang terbaru. Biar up to date ceritanya. Siapa tahu kecocokannya mendekati 50% dengan suasana kantor atau tempat kerja sekarang.

Baca Juga: Cara Melatih Kesabaran Di-tempat Kerja

Apa Itu Burnout Kerja Dan Tanda-tandanya

Burnout kerja adalah kondisi stres kronis pada saat kita merasa lelah secara fisik, mental, dan emosional karena pekerjaan kita di kantor.

3 tanda kita mengalami burnout kerja:

1. Kelelahan fisik

Kalau kita mengalami burnout, kita akan selalu merasa kekurangan energi, merasa lelah sepanjang waktu ditambah sakit kepala karena pekerjaan yang melebihi beban kerja seharusnya.

2. Kelelahan emosional

Jangan dianggap remeh kalau kita mempunyai perasaan tidak berdaya, merasa terperangkap dalam pekerjaan kita, yang mungkin juga mengarah ke depresi.

3. Lelah dengan sikap atau secara mental akan menjadi tanda kalau kita benar sedang mengalami burnout kerja.

Baca Juga: 6 Cara Mengatasi Trauma Psikologis

Berikut adalah empat cara mengatasi burnout kerja karena lelah dengan pekerjaan:   

Atasi burnout di kantor

1. Segera Berlibur

Ambil cuti dengan mendelegasikan tugas pada rekan kerja kita atau bicarakan dengan atasan kalau kita mau berlibur. Berlibur merupakan hal yang sangat penting terutama jika kita sedang jenuh dengan tekanan pekerjaan. Dan jangan ragu untuk mengambil cuti seminggu penuh, jika kita memang membutuhkannya. Jelaskan kepada atasan bahwa kita membutuhkannya demi kesehatan mental kamu.

Kalau dipikir-pikir berarti waktu zaman kerja dulu, aku baru sebatas stres aja kali, ya. Soalnya dengan ambil cuti setengah hari, bete karena kerjaan berkurang. 

Kalau nggak salah waktu itu, almarhum suami pernah jemput pas istirahat siang, terus kita main ke Taman Buah Mekarsari. Pernah juga sengaja aku pergi nonton film kartun sendirian di bioskop, sih. Seru juga short escape kayak begini, nggak banyak mengeluarkan uang tapi hati senang. 

2. Salurkan Hobi

Para ahli menyarankan untuk menemukan bentuk pelepasan karena frustrasi dan emosi marah adalah cara yang bagus untuk mengatasi burnout kerja dan dapat melepaskan semua emosi negatif yang ada dalam diri kita.

Nah, ini! Ternyata aku udah praktik cara mengatasi burnout kerja waktu di kantor dulu. Setidaknya gejala stresnya tidak sampai menjadi burnout gitu, lho. 

Aku termasuk penyuka banyak hobi. Mulai dari mencoba resep baru, crafting, menyulam, menjahit, nonton drakor termasuk, nggak? Dan ditambah passion menulis yang sudah aku geluti sampai sekarang. 

Baca Juga: Merawat Tanaman Daun Mint

3. Rotasi Pekerjaan

Mungkin cara mengatasi burnout kerja yang ketiga ini dapat mengurangi rasa bosan karena pekerjaan, atau kita membutuhkan suasana berbeda karena mungkin saja apa yang dikerjakan tidak membuahkan hasil berupa promosi atau penilaian yang memuaskan.

Coba diskusikan dengan atasan untuk meminta perubahan posisi atau perubahan tanggung jawab.

Kalau aku dulu sama teman satu tim begini; rotasi kerjaan plus rotasi supervisor juga. Lumayan membantu, sih. Jadi kayak ada suasana baru aja. 

4. Keluar Dari Zona Nyaman

Temukan cara untuk membuat pekerjaan kita menjadi lebih menarik. Minta teman satu tim kita untuk mempertimbangkan cara-cara di mana kita dapat melakukan pekerjaan dengan lebih kreatif, membantu kita keluar dari zona nyaman kita. Saat kita dihadapkan pada sebuah tantangan, otomatis pekerjaan kita akan menjadi lebih menarik.

Masih menyambung sama poin ketiga. Waktu rotasi pekerjaan sama teman, otomatis kan, supervisornya juga ikut tukeran, tuh. Nah, disini ini tantangannya. Semua jadi beradaptasi lagi selain dengan job description yang baru ditambah dengan gaya kerja si supervisor, meski kenal tapi kan, gaya kerja baru tahu. 

Kira-kira seperti itulah cara mengatasi burnout kerja di kantor. Barangkali dari empat poin di atas ada yang bisa digunakan atau dimodifikasi sesuai situasi dan kondisi di tempat kerja Sahabat Desi's Corner. 

Semua pekerjaan mempunyai tantangan dan kesulitan tersendiri. Tidak ada yang benar-benar mudah tapi yang sulit banyak, wkwk. 

Tapi apapun pekerjaan kita, coba belajar mencintainya agar beban yang dirasa tidak terlalu berat. Mirip-mirip orang jatuh cinta, gunung tinggi kalau didaki akan terasa ringan. Dan laut luas yang diseberangi akan terasa dekat. Begitulah cinta. 

Semoga cara mengatasi burnout kerja di atas, dapat bermanfaat bagi kamu yang membutuhkan, ya. 


Semangat bekerja!

Saturday, May 28, 2022

Begini 5 Cara Melatih Kesabaran Di Tempat Kerja

May 28, 2022 11


Namanya juga kerja, nggak selalu mulus dalam menjalankan peran kita sebagai seorang karyawan. Oleh sebab itulah kita perlu melatih kesabaran di tempat kerja, agar suasana dan lingkungan kantor tidak terkontaminasi dengan aura panas karena emosi.

Kerja puluhan tahun, banyak mengalami pasang surut emosi. Tapi seiring bertambahnya usia, emosi bisa diredam sedikit. Maklum emosi jiwa nggak bisa hilang seratus persen.

Sudahanlah tekanan kerja ditambah tekanan hidup, pastinya ujian kesabaran nggak pernah berhenti menyapa. Dadakan malah datangnya. Jadi setiap waktu wajib siap sedia, siaga, stand by kayak para suami yang jagain istrinya kalau mau melahirkan.

Baca Juga: 6 Cara Mengatasi Trauma Psikologis  

Beruntunglah kita punya pegangan. Kalau nggak ingat agama dan Tuhan, mungkin kita nggak akan bisa melatih kesabaran di tempat kerja.

Sebagai muslim, siapa lagi sih, yang buat dijadikan panutan selain Nabi tercinta yaitu Rasulullah shalallahu alaihi wa salam. Beliau adalah rujukan segala sikap dan perilaku yang harus ditiru buat kita menjalankan hidup ini.

Jangan ditanya lagi cobaan dan ujian beliau. Kita mah, baru di kantor aja udah stres. Nah, Rasul sepanjang hidupnya, sabar tiada henti. Sudahlah menderita yatim piatu dari kecil sampai mendapati kekejaman kaum Kafirun selama masa dakwahnya.

Mengikuti jejak Rasulullah dalam hal bersabar. Sudah sepatutnya kita coba untuk melatih kesabaran di tempat kerja, rumah atau di tempat lainnya. Pokoknya dimana langit dijunjung disitulah kesabaran harus dijaga. Wkwk.

Dulu waktu zaman masih "nguli", jujur ya, sabar memang peer terbesar, terberat, meski nggak setiap hari levelnya lima ke atas. Tapi lumayan urut dada.

Agar tingkat kesabaran yang aku alami tidak terjadi dengan para Sahabat Desi's Corner. Agama kita Islam, memang telah menjadikan bahwa solusi terbaik dari semua keruwetan dalam menjalani kehidupan ini, khususnya di tempat kerja atau kantor, adalah bersabar dengan menyerahkan segala urusan dan percaya kepada-Nya bahwa semua akan berlalu dan teratasi.

Seperti firman Allah di bawah ini yang ditujukan kepada Nabi Muhammad shalallahu alaihi wa salam:
Dan bersabarlah wahai Muhammad, dan kesabaranmu tidak lain hanyalah karena Allah. Dan janganlah kamu bersedih hati atas mereka dan janganlah kamu bersedih hati atas apa yang mereka persekongkolan. (Surat Nahl:127)
Tuh! Kalau Allah sudah bilang seperti surat di atas. Terus masa kita nggak bisa begitu juga. 

Hidup senang sama diminta bersabar pas di kantor, kayaknya banyakan senangnya, deh. Apalagi kalau pas gajian, emosi teredam sampai tengkurep. Wkwk.

Nah, ini ada 5 cara melatih kesabaran di tempat kerja atau kantor menurut Islam:


Berlatih sabar

1. Fokus

Kita diminta mencoba untuk fokus sebagai alat melatih kesabaran di tempat kerja. Dengan fokus pada tugas alias menenggelamkan diri dengan pekerjaan, maka emosi yang dirasa dapat diredam.

Daripada mikirin hal- hal negatif yang buat hati nelangsa. Coba deh, fokus dengan semua hal yang buat kita bahagia.

Mungkin mendengarkan musik, membaca, menulis, atau melihat medsos pada jam istirahat. Memfokuskan diri pada kegiatan ini juga dapat menyingkirkan emosi.

2. Santai sejenak dan tarik nafas dalam-dalam

Ketika emosi rasanya ingin pecah sudah sampai ke ubun-ubun. Coba luangkan waktu dan rileks selama beberapa menit, tarik nafas dalam-dalam perlahan agar tidak lepas kendali dan marah di hadapan teman kerja. Jangan sampai kita lepas kendali lalu mengatakan sesuatu yang nantinya dapat disesali.

Dulu aku waktu masih kerja, salah satu untuk melatih kesabaran di kantor adalah mengasingkan diri sejenak ke toilet atau rooftop gitu. Ngomong sendiri, nasehatin diri, kayak konsultasi tanya jawab gitu.

Kadang kalau emosinya lagi memuncak banget, ujung-ujungnya nangis. Enaknya sih, teriak. Apa daya meski di rooftop dan berisik sama suara mesin produksi, tetap aja takut orang-orang denger.

Baca Juga: 5 Manfaat Self Talk Bikin Mental Sehat

3. Menempatkan diri berada pada posisi orang lain

Sudah coba cara ketiga ini untuk melatih kesabaran di tempat kerja?

Boleh nih, dipraktikan kalau kita lagi merasa marah pada salah satu teman di kantor. Coba deh, untuk menempatkan diri berada di posisi teman kita itu.

Tunjukkan empati bahwa sebenarnya bisa saja mereka juga sedang mengalami beberapa masalah pribadi yang mungkin lebih buruk dari yang sedang kamu hadapi.

Untuk cara ketiga ini, kalau aku seringnya jadi over thinker, malah nggak jarang menjadi pemakluman atas kesalahan yang dibuat teman itu. Mungkin akunya yang terlalu perasa. Wkwk.

Emang ya, arti secukupnya alias sedang-sedang saja atau jangan berlebih kudu diterapkan di segala tempat, situasi, dan kondisi.

4. Memanage emosi

Setiap kali kita merasa bahwa salah satu teman atau seseorang sedang memancing emosi kita,  misal melalui percakapan. Cobalah emosi kita diredam dengan mengalihkan percakapan itu, jangan dibalas dan malah memancing perdebatan.

Atau bisa juga disenyumin aja pas dia lagi ngomong, berat memang untuk bisa cuek. Tapi, coba belajarlah untuk mengelola emosi sehingga akhirnya kita mampu mengendalikannya dalam situasi seperti itu. Practice makes perfect.

Kalau aku meski panas, biasa coba ngeloyor pergi menjauh. Daripada nanti ikut balas ngoceh, kan, ya? 

Tapi asli memang berat banget, ninggalin sesuatu yang lagi panas-panasnya. Kalau gorengan, panas, enak. Lha, ini dada kayak dipanggang belum dibalik disuruh pergi.   

Allah minta kita sabar

5. Mengingat Allah

Jika salah satu cara melatih kesabaran di tempat kerja di atas belum berhasil dan belum kena di hati. Coba pikirkan dan renungkan, sebenarnya apa yang diinginkan Allah ketika kita ditempatkan di situasi seperti itu.

Sekadar mengingatkan diri bahwa Islam selalu menganjurkan kesabaran dan toleransi di antara sesama Muslim agar saling memaafkan dan melupakan.

Seperti dalam firman Allah berikut:
“Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan dengan sabar dan shalat. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (Surat Baqarah:153)
Mungkin nggak ya, yang dimaksud untuk melatih kesabaran di kantor ini, semacam muhasabah diri? Bukan hanya sekadar berdzikir?

Baca Juga: Saat Ikhtiar dan Doa Tidak Sejalan Dengan Takdir  


Kalau Sahabat Desi's Corner, punya cara sendiri buat melatih kesabaran di tempat kerja kayak gimana? Boleh dong, bagi-bagi rahasianya.

Sunday, May 22, 2022

4 Cara Mengelola THR Anak Ala Desi's Corner

May 22, 2022 9

Beberapa hari yang lalu, beranda FB dan twitter heboh tentang salam tempel yang diterima anak ketika Idulfitri. Menurut hasil kesimpulanku dari kalimat dan komentar netizen atas pernyataan itu bahwa orang tua khususnya Ibu, tidak perlu ikut-ikut mengelola THR anak yang didapat pada Idulfitri.

THR anak ya, hak anak. Tidak ada jatah Ibu didalamnya. Kalau menurut Sahabat Desi's Corner tentang kalimat yang bikin heboh seperti dibawah ini bagaimana?

Kelola THR anak

Kalimatnya sih, nggak ada ke arah uangnya mau dipakai sama si Ibu. Disitu cuma ada kata TITIP. Artinya nanti dikembalikan lagi ke si anak. Itu menurut aku, lho, ya.

Cuma salah satu komentar dari netizen seperti ini: 

Dan inilah saat anak pertama kali mengenal investasi bodong,

yang akhirnya jadi bikin heboh di medsos. Menuai banyak respon netizen +62. Termasuk aku yang meski telat, tapi jadinya kepengin berbagi cerita zaman Kakak kecil dulu waktu dapat THR.

Sebelum masuk ke caraku mengelola THR anak. Sebentar aku mau sharing salah satu respon komentar yang berdasar pada hadits.

Baca Juga: Usia 25 Tahun Versi Desi's Corner

Orang Tua Berhak Memegang Harta Anak

Komentar seorang perempuan yang aku dapat di FB dan mungkin saja dia seorang Ibu, menyampaikan pendapatnya yang kalau aku simpulkan adalah, tidak ada seorang Ibu yang memakan harta anaknya.

Kalau yang aku rasain dan alami, pendapat Ibu itu betul. Ibu dengan segala cara pasti melindungi anaknya bahkan saat Ibu tidak sanggup memenuhi kebutuhan anaknya saja. Ia pasti berusaha keras untuk mewujudkan keinginan anaknya semaksimal mungkin.

Dan kalau ada rezeki, pasti yang diduluin itu ya, buat anak terlebih dahulu. Seperti hal remeh tapi kalau direnungi, ya, Ibu sampai segitunya sama anaknya. Seperti makan makanan sisa anak, anak yang lebih dulu makan, kebutuhan anak jadi no. 1, bedak urusan belakangan. Ya nggak, sih?

Tidak ada Ibu yang perhitungan sama anaknya, ada juga anak yang perhitungan sama ibunya.

THR anak hak orang tua
Tapi tetap sebagai orang tua, kalau mengambil harta milik anak, ya, ambillah. Selama apa yang diambil itu, tidak menimbulkan mudharat bagi si anak itu sendiri, seperti yang Syaikh Shalih Al-Fauzan nyatakan :

وهذا في حق الأب لا شك فيه ، وكذلك في حقّ الأم ؛ لأنها كالأب على الصحيح ؛ تأخذ من مال ولدها ما تنتفع به ، وتسد به حاجتها ؛ ما لم يكن بذلك إضرار على الولد ، أو أن تتعلق به حاجة الولد ، والله تعالى أعلم

“Tidak diragukan lagi bahwa ini merupakan hak bagi si Ayah, demikian pula hak bagi si Ibu. Karena Ibu itu seperti ayah menurut pendapat yang shahih. Ia boleh mengambil harta anaknya untuk dimanfaatkan dan untuk memenuhi kebutuhannya selama hal tersebut tidak sampai menimbulkan mudharat bagi si anak.” (Al-Muntaqa Min Fataw Syaikh Shalih Al-Fauzan melalui fatawa Islamqa no. 145503).

Dari riwayat-riwayat di atas, menurut aku sih, kalau mengikuti keadaan zaman sekarang. Itu artinya secara tidak langsung, orang tua diperbolehkan mengelola THR anak secara khusus.

Kalau menurut Sahabat Desi's Corner bagaimana?


Mengelola THR Anak Agar Dapat Menjadi Investasi Dan Alat Belajar Ala Desi's Corner

Aku kurang tahu batasan anak mendapat THR itu sampai usia berapa. Cuma, lebaran kemarin karena Kakak sudah bekerja. Jadi pendapatan THR mulai jauh berkurang.

Tapi, waktu masih kecil dulu, uang THR Kakak memang aku yang pegang. Kalau nggak salah ingat sih, kurang lebih SMP atau menjelang akhir Sekolah Dasar aku membuka rekening di bank atas nama Kakak dan aku sebagai walinya.

Jadi ada dua nama di buku tabungannya itu, karena Kakak masih belum cukup umur untuk mempunyai buku tabungan atas nama sendiri.

Baca Juga: Pengalaman Wisuda Daring Kakak  

4 Cara Mengelola THR Anak Ala Desi's Corner:

Uang lebaran anak

1. Belajar Menabung

Celengan

Celengan adalah cara paling mudah dan menarik untuk belajar menabung karena Kakak bisa memasukkan uangnya sendiri ke dalam celengan yang bentuknya lucu. Kalau nggak salah, celengan yang terbuat dari tanah liat gitu, deh.

Buka rekening di bank

Bertambahnya usia Kakak, menjadikan nominal salam tempelnya juga semakin besar. Kira-kira menjelang akhir SD, aku mengajak Kakak ke bank untuk membuka rekening atas namanya dan namaku sebagai walinya. Nanti begitu Kakak berusia 17 tahun, barulah rekening tabungannya atas nama Kakak seutuhnya.

Di bank aku mengajari bagaimana cara atau proses menabung. Jadi, dia semangat mengumpulkan uang jajan untuk ditabung di bank.

Baca Juga: Menabung Asyik Ala Emak-Emak

2. Membedakan Antara Kebutuhan dan Keinginan

Mengelola THR anak memang susah-susah gampang karena saat memberi pengertian kebutuhan dan keinginan seringnya beda pendapat antara anak dan orang tua. Jadi tawar-menawar gitu, deh.

Namanya juga anak-anak, pasti keinginannya banyak. Apalagi emaknya, jarang beliin mainan. Jadilah pas pegang uang banyak, segala macam disebut dan dipengin. Memberi pengertiannya kudu kreatif supaya masuk di jalan pikirannya anak.

3. Perlengkapan Sekolah

Jatuhnya lebaran biasa nggak jauh-jauh sama tahun ajaran baru. Nah, alat perlengkapan sekolah juga dibeli menggunakan uang THR ini. Kan, alat-alat sekolah, seperti tempat pensil, alat tulis, cover buku tulis, tas, bergambar lucu-lucu, tuh. Jadi, deh, Kakak suka pilih sendiri. Termasuk sepatu

Mamak irit, anak senang

4. Tabungan pendidikan


Pintar dengan THR anal

Terakhir yang aku ingat dalam mengelola THR anak saat pembukaan rekening di bank yang telah disebutkan pada poin satu di atas. Rekening ini aku jadikan sarana investasi jangka panjang Kakak.

Selain diisi dengan uang yang didapatnya setiap tahun. Aku juga mengisinya setiap bulan sebagai dana pendidikan Kakak untuk melanjutkan sekolah ke jenjang berikutnya.

Baca Juga: Mengatur Finansial Rumah Tangga Ala-ala

Hmm, kayaknya yang ingat cuma segitu aja, deh, gaya mengelola THR anak ala-ala Desi's Corner. Maklum sekarang Kakaknya aja sudah bekerja ditambah daya ingat yang mulai menurun.

Semoga dengan berbagi cerita seadanya, Sahabat Desi's Corner tetap mendapat insight storynya, yaa.

Happy saving for our precious kids ;)

Kalau kamu punya gaya mengelola THR anak yang lain, boleh dong, sharing. Kan, nanti tulisan di atas bisa di update lagi.