Showing posts with label Kepo. Show all posts
Showing posts with label Kepo. Show all posts

Friday, August 21, 2026

4 Cara Kucing Memengaruhi Mental Pemiliknya Para Cat Lovers

August 21, 2026 0


Kucing dan kesehatan mental
Pipin di dalam karton box favoritnya (foto: koleksi pribadi)


Memang bisa kucing memengaruhi mental kita sebagai manusia? Jawabnya bisa. Kucing memang bisa se-pengaruh itu ke mental kita sebagai Cat Lovers. 


Kalau kamu Cat Lover, selamat ya karena kita sebagai pawrents bisa merasakan manfaat psikologis dari memiliki mereka. 


Rasa tenang dan rileks setelah menghabiskan waktu bersama kucing, dari sinilah kita tahu secara langsung bagaimana anak-anak bulu dapat memengaruhi suasana hati kita.


Tahu kan kalau tingkahnya kucing itu lucu banget. Padahal posenya kalau di foto begitu-begitu aja. Tapi cuma lihat mereka duduk, menggesek tubuhnya ke kaki kita atau naik ke pangkuan lalu duduk melingkar. Kita bakal tersenyum meski sedang lelah. Ternyata menurut penelitian menunjukkan bahwa keberadaan kucing memang dapat meningkatkan kualitas hidup kita.


Awan tuh paling manja dibanding Pipin. Kalau selesai sholat lalu salam. Dia langsung menjatuhkan diri di pangkuanku. Otomatis tanganku pun mengelus-elus kepala, leher, lalu turun ke tubuhnya yang berbulu lebat. 


Dan faktanya, ternyata kucing dikenal memiliki beberapa manfaat psikologis dan sosial bagi manusia. Kucing memiliki semua cara positif bagaimana cara memengaruhi kesehatan mental kita. Mood booster banget, kan?


Baca Juga: Kamu Cat Lovers? Ini 4 Manfaat Berbicara dengan Kucing yang Bakal Didapat


Kucing dan Kesehatan Mental

Di Amerika, kucing dimasukkan ke dalam berbagai bentuk program terapi dan kegiatan kesejahteraan untuk manusia. Kucing yang sudah dilatih dan disertifikasi ditugaskan untuk memberikan kenyamanan emosional serta dukungan mental kepada manusia di rumah sakit, panti jompo, sekolah, hingga bandara.


Seperti yang ada di akun Tik Tok Cashie, Almond & Pistachio. Almond si kucing orange didatangkan ke nursing home di mana para lansia seperti yang mengidap demensia, kanker, dan lainnya mengelus-elus Almond. 


Terapi hewan peliharaan ini menghubungkan orang-orang yang menghadapi masalah kesehatan atau gangguan mental dengan hewan terlatih (didampingi pemiliknya pastinya ya). 


Tujuan interaksi antara kucing dan pasien adalah untuk membantu mengatasi tantangan tertentu, sebagai bagian dari proses perawatan formal mereka.


Lain lagi dengan Emotional Support Animal (ESA), yaitu kucing peliharaan yang ada di rumah seperti Pipin dan Awan. Mereka berdua  juga bisa memberikan dukungan mental bagi aku, pemiliknya. 


Cat Lover dan Kucing yang menjaga kesehatan mental

Pipin dan Awan bisa menjadi peredam dan menghibur aku yang tinggal sendiri dari kecemasan, depresi, atau stres. 


Udah coba browsing barangkali di Indonesia ada penerapan terapi menggunakan hewan khususnya kucing. Tapi nggak ketemu. 


Padahal hewan penurut dan terlatih misal kucing. Lalu didampingi seorang profesional psikiatri, pasien yang punya kesehatan mental akan mendapatkan manfaat dari keberadaan hewan tersebut.


Baca Juga: Cat Lover Wajib Tahu 5 Masalah Kesehatan Kucing Karena AC


Bagaimana Kucing Memengaruhi Pikiran dan Tubuh Kita

Untuk melihat hubungan antara kucing dan kesehatan mental, penting untuk melihat bagaimana pikiran dan tubuh kita bereaksi terhadap hewan peliharaan.


Berinteraksi dengan kucing memicu pelepasan hormon pada manusia seperti serotonin, dopamin, dan oksitosin. Hal yang seperti ini sering dikaitkan dengan perasaan baik dan positif. 


Peran oksitosin ini untuk mengurangi stres yang kita alami serta efek fisiologisnya seperti penurunan detak jantung dan pernapasan yang melambat.


Selain itu, kortisol, yang kadang-kadang disebut sebagai hormon stres, menurun ketika orang menghabiskan waktu dengan kucing.  


Kortisol, dibarengi dengan tekanan darah tinggi, dapat menyebabkan kolesterol tinggi dan hipertensi.


Keren kan para cat lovers. Ketika lagi membelai kucing, tiga hormon diatas tadi langsung teratasi. Judulnya bye bye stres dan selamat datang mental yang sehat. 


Jadi sekarang cuek aja kalau ada yang lihat kita ngobrol sama kucing di teras. Nggak tahu aja, kalau kita ini sebenarnya sedang menjaga kewarasan dari beratnya menjalani kehidupan. 


Hmm jadi kepikiran, kira-kira kalau mental sehat dan stres menjauh, jadi awet muda juga nggak ya?


Baca Juga: Simak 6 Manfaat Memelihara Kucing yang Harus Sahabat Tahu


Aku sih yakin kalau Cat Lovers itu bahagia, karena memang kucing punya cara sendiri dalam memengaruhi mental para pemiliknya.  Seperti: 

Manfaat Psikologis dan Sosial

Penelitian menunjukkan adanya hubungan antara kucing dan emosi manusia. Keuntungan memiliki teman kucing dapat dimulai sejak masa kanak-kanak dan bertahan hingga usia tua. 


Memang, di semua usia, manfaat emosionalnya sama saja. Menurut penelitian semakin kuat ikatan yang dimiliki anak-anak dengan kucing mereka, semakin mereka merasa diperhatikan, dipedulikan, dan mengurangi rasa sedih. Sama halnya dengan temuan pada orang dewasa dan lansia. Aku nih masuk, soalnya dah menjelang lansia juga kan. 

Berikut empat cara kucing memengaruhi mental manusia:

1. Persahabatan

Memiliki kucing sebagai teman memberi kamu kesempatan untuk menjalin ikatan dan membangun hubungan dengan makhluk lain. Seperti aku yang tinggal sendiri dan kadang suka mengalami kecemasan karena kesendirian ini. 


2. Peduli dalam merawat kucing 

Peduli dalam merawat kucing adalah sebuah ungkapan umum dari rasa cinta dan kasih sayang. Rasa peduli ini penting bagi manusia. 


Studi menunjukkan bahwa ketika orang tidak lagi mampu peduli merawat atau membesarkan orang lain, misal anak yang sudah punya kehidupan sendiri. Maka tingkat depresi meningkat dan kesehatan secara keseluruhan menurun. 


Nah, kehadiran kita ketika memelihara kucing menjadikan sarana bagi kebutuhan diri karena masih dapat orang merawat makhluk lain.


Baca Juga: Selembar Surat Untuk Sahabat Sejati


3. Mengurangi kecemasan 

Memelihara kucing selain memberikan keuntungan seperti suasana hati yang lebih baik, kucing juga dapat meningkatkan ketenangan dan mengurangi perasaan terasing.


Kucing menjadi sumber kesehatan mental manusia

4. Meningkatkan rasa sosialisasi 

Bagi beberapa orang, bersosialisasi bisa menjadi pengalaman yang menegangkan, yang menyebabkan naiknya tekanan darah dan detak jantung.


Biasa lah kalau ketemu orang baru kan, suka ada nge-judge gitu. Jadi wajarlah kalau deg-degan pas dinilai oleh mereka pada awal pertemuan. 


Tapi dengan adanya kucing, orang bisa berbicara dengan bebas, tanpa takut apa yang orang lain pikirkan. Alias semua uneg-uneg kamu keluar tanpa perlu ada yang tersinggung. 


Baca Juga: Bisa Nggak sih, Kita Memilih Tetangga? Masa Tetangga Gitu


Apakah Mengelus Kucing Dapat Mengurangi Stres?

Ya, membelai kucing dapat mengurangi stres. Dalam sebuah studi, mahasiswa yang menghabiskan waktu hanya 10 menit per hari untuk membelai kucing mengalami penurunan kadar kortisol, hormon yang terkait dengan stres.


Bagi orang-orang, mengelus kucing adalah cara untuk mengekspresikan kasih sayang, yang membantu memenuhi kebutuhan mereka untuk merawat. 


Tergantung pada kepribadian hewan peliharaan kamu sih sebenarnya. Kayak Pipin kucing indoor ku, mau disayanginya pas dia minta makan. 


Tapi tetap sih, tingkah lakunya itu selalu menyenangkan karena Pipin teman tidur sekamar dibanding Awan yang suka tidur di ruang tamu.   


Baca Juga: Begini 5 Cara Melatih Kesabaran Di Tempat Kerja


Bisakah Kucing Mendeteksi Kesedihan pada Manusia?

Menurut penelitian, kucing dapat merasakan kesedihan serta emosi lainnya seperti kemarahan pada manusia. Mereka juga dapat mendeteksi emosi pada kucing lain.


Berkat penelitian – dan pengalaman pribadi pemilik hewan peliharaan – kita tahu ada banyak manfaat psikologis dari memiliki kucing. Jadi bukan sekedar memelihara saja ya. Banyak yang sudah diberi oleh kucing-kucing peliharaan kita. 


Kayaknya sebanding lah, sama kita kasih makan ke mereka. Ya nggak sih? 


Sumber: Daily Paws.com, Purina.com






Tuesday, July 28, 2026

4 Alasan Anak Pisah Rumah Dari Orang Tua Setelah Menikah Menurut Islam

July 28, 2026 0

Setelah menikah pisah rumah

Sahabat Desi’s Corner, apakah kamu tim orang tua yang anaknya setelah menikah pisah rumah atau tim yang anaknya tinggal bersama orang tua?

Alhamdulillah, Alloh masih memberi kesehatan badan dan kemandirian finansial untuk aku menjadi tim orang tua setelah anak menikah pisah rumah.

Gak terasa hampir tiga tahun tinggal sendiri setelah kakak menikah November 2023 lalu. Banyak orang tua khususnya yang mempunyai anak perempuan, keberatan jika ditinggal anaknya pisah rumah. Apalagi jika orang tua perempuannya cuma ada “sebelah”.

“Kenapa gak tinggal bareng anaknya? Kan ibu tinggal sendiri.” Hampir rata-rata semua yang tahu kalau aku tinggal sendiri, mereka berkata seperti itu. Kayak menyayangkan kalau orang tua pra lansia ini tanpa teman di rumah. Terlebih aku mempunyai riwayat jantung dan pasang PPM (Permanent Pacemaker).

Mungkin di bayangan mereka dengan tinggal sendiri berarti kesepian. Tidak ada teman ngobrol, tidak ada yang pantau kesehatan, kebutuhan, dan pertolongan jika diperlukan.

Banyak ketakutan jika anak menikah lalu orang tua merasa diabaikan. Apalagi ini anak perempuan satu-satunya yang bisa diandalkan.

Baca Juga: Yuk, Omongin 5 Hal Penting Ini Dengan Pasangan Sebelum Menikah

Pisah Rumah Setelah Menikah dalam Pandangan Islam

Memang keputusan pisah rumah atau tinggal bersama orang tua setelah menikah adalah pilihan bagi anak dan orang tua. Tapi kalau melihat kisah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam. Beliau juga membiarkan putrinya Fatimah pisah rumah ketika menikah dengan Ali bin Abi Thalib.

Rasulullah Shalallahu Alaihi Wa Sallam dan para sahabatnya juga menganjurkan untuk memberikan kebebasan kepada anaknya yang sudah menikah untuk memiliki tempat tinggal sendiri.

Seperti yang diriwayatkan dalam hadits Aisyah R.A beliau berkata :

حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ عَلِيٍّ، وَابْنُ، بَشَّارٍ قَالاَ حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ عُمَرَ، أَخْبَرَنَا إِسْرَائِيلُ، عَنْ مَيْسَرَةَ بْنِ حَبِيبٍ، عَنِ الْمِنْهَالِ بْنِ عَمْرٍو، عَنْ عَائِشَةَ بِنْتِ طَلْحَةَ، عَنْ أُمِّ الْمُؤْمِنِينَ، عَائِشَةَ رضى الله عنها أَنَّهَا قَالَتْ مَا رَأَيْتُ أَحَدًا كَانَ أَشْبَهَ سَمْتًا وَهَدْيًا وَدَلاًّ - وَقَالَ الْحَسَنُ حَدِيثًا وَكَلاَمًا وَلَمْ يَذْكُرِ الْحَسَنُ السَّمْتَ وَالْهَدْىَ وَالدَّلَّ - بِرَسُولِ اللَّهِ ﷺ مِنْ فَاطِمَةَ كَرَّمَ اللَّهُ وَجْهَهَا كَانَتْ إِذَا دَخَلَتْ عَلَيْهِ قَامَ إِلَيْهَا فَأَخَذَ بِيَدِهَا وَقَبَّلَهَا وَأَجْلَسَهَا فِي مَجْلِسِهِ وَكَانَ إِذَا دَخَلَ عَلَيْهَا قَامَتْ إِلَيْهِ فَأَخَذَتْ بِيَدِهِ فَقَبَّلَتْهُ وَأَجْلَسَتْهُ فِي مَجْلِسِهَا

Dari Aisyah, Ummul Mu'minin: Saya tidak pernah melihat seseorang yang lebih mirip dengan Rasulullah ﷺ dalam hal keseriusan, sikap tenang, dan sifat menyenangkan - menurut versi al-Hasan: dalam hal pembicaraan dan ucapan. Al-Hasan tidak menyebutkan keseriusan, sikap tenang, dan sifat menyenangkan - daripada Fatimah, semoga Allah memuliakan wajahnya. Ketika dia datang mengunjunginya (Nabi), beliau berdiri (menyambut)nya, mengambil tangannya, menciumnya, dan membuatnya duduk di tempat yang beliau duduki; dan ketika beliau mengunjunginya, dia berdiri (menyambut)nya, mengambil tangannya, menciumnya, dan membuatnya duduk di tempat yang dia duduki.
(HR. Abu Daud no. 5217, dishahihkan al-Albani dalam Shahih Abu Daud)


Dalam hadits diatas lah kita dapat menyimpulkan dengan jelas bahwa kediaman Fatimah setelah menikah dengan Ali bin Abi Thalib terpisah dari rumah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam.

Begitu pun dengan sahabat Rasul Abu Bakar yaitu Aisyah R.A. Setelah menikahi Aisyah, Rasul pun tidak tinggal satu rumah dengan sahabatnya itu. Meski status mereka adalah anak dan menantu.
 
Pun demikian, meski pisah rumah setelah berumah tangga, hubungan anak dan orang tua sekaligus sahabat tetap bisa berjalan dengan baik.

Rumah tinggal terpisah dari orang tua


Alasan Pisah Rumah Setelah Anak Menikah

Bukan tanpa alasan aku lebih memilih tinggal sendiri setelah kakak menikah dengan lelaki pilihannya. Tapi juga keputusan kakak dan suaminya. 

Sebelum menikah, kakak dan calon suaminya waktu itu, sudah mencari rumah kontrakan. Begitu selesai resepsi, mereka berdua langsung menempati rumah kontrakannya itu. Tanpa menginap satu malam pun di rumah orang tua masing-masing. Baik dari pihak perempuan maupun laki-laki.

Ini 4 alasan setelah menikah anak pisah rumah atau tidak tinggal bersama orang tua:

1. Belajar Mengurus Rumah

Setelah menikah, kakak jadi tahu bagaimana cara mengurus rumah. Mulai dari menyapu, mengepel, mengelap, mencuci, kebutuhan bulanan, harian, belajar memilih prioritas pekerjaan rumah tangga dan lainnya.

Biasa tinggal serumah dengan orang tua terima beres. Paling sesekali saja mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Dengan pisah tempat tinggal, anak akan belajar cara mengurus rumah.


2. Belajar Mengatur dan Mengelola Keuangan

Pengeluaran rumah tangga tinggal bareng orang tua dan sendiri, pastinya berbeda. Kalau tinggal bareng, anak masih bisa mengandalkan orang tua. Walaupun anak memberi uang bulanan sebagai biaya hidup bersama. Tetap saja selama tinggal bersama, orang tua akan menutupi kekurangan kebutuhan rumah tangganya.

Dengan tinggal pisah rumah setelah menikah. Anak akan mengelola keuangannya bersama suami. Entah itu menabung bersama untuk membeli atau menyewa rumah, mengatur belanja bulanan dan dapur, jajan atau entertainment, dan lainnya. Pastinya semua pengeluaran harus didiskusikan dan diputuskan bersama, agar terhindar dari peribahasa lebih besar pasak daripada tiang.

Alasan pisah rumah dari orang tua

3. Komunikasi Tanpa Penghalang

Tinggal berdua memungkinkan anak dan suaminya bisa berbicara bebas tanpa khawatir orang tua dapat mendengar apa yang sedang dibicarakan oleh mereka.

Komunikasi adalah kunci rumah tangga langgeng. Komunikasi sehat maka hubungan suami istri pun sehat.

Dengan tinggal terpisah dari orang tua, anak yang sudah menikah dapat berdiskusi tentang masa depan, rencana, dan mencari solusi dari setiap permasalahan rumah tangga yang timbul.

Baca Juga: Please, Jangan Jadikan 6 Alasan Ini Untuk Menikah Dengan Pasangan

4. Menghindari Ipar yang Bukan Mahram

Suami kakak tiga bersaudara dan semuanya laki-laki. Anak pertama sudah menikah tapi tidak tinggal bersama di rumah orang tuanya.

Kalau kakak tinggal bersama mertua, berarti kakak akan bertemu adik ipar laki-laki dari suaminya.

Uqbah bin 'Amir radhiyallahu 'anhu, Rasulullah SAW bersabda,

إِيَّاكُمْ وَالدُّخُولَ عَلَى النِّسَاءِ فَقَالَ رَجُلٌ مِنَ الأَنْصَارِ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَفَرَأَيْتَ الْحَمْوَ . قَالَ الْحَمْوُ الْمَوْتُ

Artinya: "Hati-hatilah kalian ketika menemui para wanita". Lalu seorang laki-laki Anshar berkata, "Wahai Rasulullah, bagaimana pendapat Anda tentang saudara ipar?". Beliau menjawab, "Ipar adalah maut!" (HR. Bukhari no. 5232 dan Muslim no. 2172)

Nggak perlu dijelaskan lebih lanjut lah ya tentang ipar adalah maut ini. Apalagi ada filmnya. Bukan berburuk sangka, tapi alangkah lebih baik tidak tinggal bersama dengan yang bukan mahramnya. Entah itu perempuan atau pun laki-lakinya.

Baca Juga:   7 Cara Meluluhkan Hati Pria Ala Desi's Corner

Jika ditelusuri lebih jauh, mungkin masih ada beberapa alasan lain mengapa pisah rumah setelah menikah lebih baik dibanding tinggal bersama orang tua. Seperti cara mendidik anak, perbedaan selera dalam masakan, orang tua yang menceramahi anaknya (kadang orang tua suka lupa kalau anaknya sudah menikah. Jadi suka bablas deh ngomongnya). Atau alasan lain sesuai dengan kondisi masing-masing keluarga. 





Thursday, July 9, 2026

Kamu Cat Lovers? Ini 4 Manfaat Berbicara dengan Kucing yang Bakal Didapat

July 09, 2026 9

Berbicara dengan kucing

Siapa bilang berbicara sama kucing nggak ada manfaatnya. Sebagai Cat Lovers bisa ngobrol sama kucing itu ada kepuasan tersendiri meski lawan bicaranya itu cuma hewan.

Memang kucing nggak mengerti dan memahami apa yang kita ucapkan, tapi mereka suka perhatian tersebut. Mereka suka diajak ngobrol. Mereka suka kita beradu tatapan. Apalagi sambil dielus-elus kepalanya. Mereka benar-benar pendengar terbaik deh.

Aku setiap hari pasti berbicara dengan Awan, Pipin, dan kucing-kucing di teras. Ternyata kalau kita berbicara dengan mereka secara teratur, tidak hanya baik untuk hewan peliharaan kita saja, tetapi juga bisa bermanfaat bagi kita pemiliknya.

Baca Juga: Cat Lover Wajib Tahu 5 Masalah Kesehatan Kucing Karena AC

4 manfaat berbicara atau ngobrol dengan kucing kalau kamu Cat Lover:


1. Berbicara dengan kucing atau hewan peliharaan lainnya akan membantu memperkuat ikatan kita dengannya

Ketika kita menghabiskan waktu berbicara dengan kucing, kita membuat mereka merasa dihargai, dan ini sangat penting untuk membangun ikatan yang kuat antara hewan peliharaan dan pemilik.

Bagi anabul, kita adalah seluruh dunia mereka. Kita adalah sumber kebahagiaan mereka. Berbicara topik random dengan mereka alias asbun (asal bunyi) yang bahkan mereka tidak mengerti — dapat membuat kucing-kucing kita merasa istimewa dan dicintai.

Berhubung di rumah tinggal sendiri. Entah itu sedih, kesal, marah, senang, bahagia. Aku suka berbagi rasa dengan mereka. Pernah waktu sakit, aku bilang gak enak badan. Banyak rebahannya. Eeh, Pipin sama Awan ikut rebahan juga di kamar. Mereka berdua duduk membentuk loaf gitu. Aah, lucu.

Baca Juga: Simak 6 Manfaat Memelihara Kucing yang Harus Sahabat Tahu

2. Berbicara dengan kucing baik untuk kita

Penelitian menunjukkan bahwa berinteraksi dan berbicara dengan hewan peliharaan termasuk kucing dapat mengurangi tingkat stres pada manusia.

Even spending just 10 minutes interacting with a cat can reduce heart rate and blood pressure. This positive effect increases if you’ve owned your cat for more than 2 years.
-healthline-

Melampiaskan masalah pekerjaan kita kepada kucing, bisa menjadi cara yang baik untuk melepaskan perasaan frustasi kita, tanpa takut dihakimi atau harus mendengarkan nasihat yang tidak diinginkan.

Kucing adalah pendengar terbaik buatku. Kadang kita tuh cuma pengen didengar, ngeluarin uneg-uneg. Gak perlu komentar. Dan itu buat aku lega. Rasanya dada tuh plong.

Baca Juga: Ngomong Sendiri? Ini 5 Manfaat Self-Talk Bikin Mental Sehat

3. Berbicara dengan kucing juga dapat mengatasi kesepian

Berbicara dengan Awan dan Pipin
Awan dan Pipin adik kakak berusia 3 tahun 

Kucing emang nggak bisa ngomong, tapi mereka selalu senang mendengarkan kita berbicara ngalor ngidul seakan mereka teman diskusi yang asyik. Pokoknya Awan dan Pipin itu kayak yang ngerti bahasa kita manusia.

Kalau lagi berbicara dengan Awan atau Pipin. Aku tuh beradu tatapan sama mereka. Mata mereka tuh ekspresif banget. Seakan tahu kalau kita lagi senang, suka, duka, atau kesal. Tapi gak dipungkiri meski sebenarnya dari nada suara kitalah, mereka dapat merasakan suasana hati kita.

Penelitian menunjukkan bahwa kucing memperhatikan isyarat emosional dalam cara kita berbicara dan cenderung merespons lebih positif terhadap nada bahagia dan ceria dibanding dengan nada marah atau kasar.

Kalau soal kesepian, malah ada studi yang menunjukkan bahwa kesepian sebenarnya bisa berbahaya bagi kesehatan kita - terutama bagi mereka yang berusia lanjut (pra lansia), seperti aku.

Jadi buat kamu yang belum curhat sama hewan peliharaan. Coba deh mulai berbicara dengan mereka. Entah itu anjing, kucing, kelinci, burung, ikan, dan hewan peliharaan lainnya. Dijamin hati jadi ramai, damai, kawai (bahasa Jepang artinya lucu).

Baca Juga: Sendiri Bukan Berarti Kesepian Simak 4 Perbedaannya Berikut Ini

4. Berbicara dengan kucing bisa menjadi pengalaman belajar bagi mereka

Kucing, di sisi lain, biasanya hanya belajar sekitar 20 hingga 40 kata, tetapi ini bukan halangan untuk berbicara dengan kucingmu agar dia bisa memaksimalkan kosakatanya.

Jadi, berbicara dengan kucing secara tidak langsung juga mengajarkan mereka trik dan perintah baru. Bukan cuma untuk memperkuat hubungan antara hewan peliharaan dan pemiliknya saja. Tetapi juga cara yang bagus untuk menjaga kucing tetap terstimulasi secara mental dan tajam.

Alhamdulillah, Pipin dan Awan sudah mengerti nama mereka. Kalau dipanggil mereka datang atau menoleh. Kata “bobo dan makan” juga mengerti. Semoga aja bisa sampai 40 kosa kata. Aamiiin.

Baca Juga: Bob Si Kucing Jalanan, Mengubah Hidup Seorang Pecandu Narkoba

Bagaimana cara terbaik untuk berbicara dengan kucing?

Kucing sangat peka terhadap perasaan orang tua yang memelihara mereka, termasuk perubahan halus dalam nada suara mereka.

Jadi cara kita berbicara ke kucing kita itu penting, karena beberapa suara atau intonasi bisa menakutkan dan bahkan menjadi traumatis bagi mereka.

Namanya juga pawrents ya, mengurus anabul yang kayak bocil dimana tingkat kecerdasan kucing dewasa tuh setara dengan balita manusia berusia 2 hingga 3 tahun. Wajar dong kalau mereka nakal kita agak emosi gitu.

Kalau aku marah-marah pasti kan suaranya tinggi meski gak sampai delapan oktaf. Awan dan Pipin itu kabur, lari terbirit-birit. Mereka bersembunyi di kolong meja, kursi, lemari pakaian, kolong tempat tidur, demi menghindari aku yang emosi sambil mengoceh.

Coba deh, kalau berbicara dengan kucing itu menggunakan suara manis, baby talk (gaya bicara, intonasi yang ekspresif, dengan kosakata sederhana). Ya, kayak kita lagi ngomong ke bayi gitu deh.

Kucing yang merespon akan menunjukkan kenyamanannya berada didekat kita. Dia akan puring atau mendengkur halus.

Bagaimana, bisa dong sekarang mulai dibiasakan berbicara atau ngobrol dengan kucing? Kan sama-sama diuntungkan. Mental babu sehat, mental majikannya pun bahagia.



Monday, June 22, 2026

Cat Lover Wajib Tahu 5 Masalah Kesehatan Kucing Karena AC

June 22, 2026 9


AC dan kucing

Nggak cuma kita manusia yang butuh AC kalau lagi cuaca panas. Kucing juga sama, mereka suka kalau ruangan yang didiami adem. 


Seperti Pipin dan Awan, kucing-kucing kesayangan yang tinggal bareng sama aku. Mereka berdua tuh, ngerti kalau tidur malam mesti masuk kamar. Terlebih sekarang hawanya tuh lagi panas banget. Malam hari aja sekitar pukul 19.00 WIB-an, liat di layar gawai, suhunya 31 derajat celsius. 


Jadi Pipin dan Awan kalau lihat aku nyalain AC. Nggak lama mereka berdua minta masuk ke kamar. Padahal aku baru mau sikat gigi.

Pendingin udara adalah penyelamat di cuaca panas. Wah kudu bilang terima kasih nih ke penemu AC Bapak John Gorrie dan Willis Haviland Carrier. Jasa Mereka bikin kita semua bisa tidur malam jadi nyenyak.
 
Balik lagi ke soal kucing, pernahkah terpikir kalau pendingin udara atau AC juga dapat membuat mereka sakit selain tentunya menangkal hawa panas?

Baca Juga: Bob Si Kucing Jalanan, Mengubah Hidup Seorang Pecandu Narkoba


Sama seperti manusia, hewan peliharaan (kucing) juga bisa sensitif terhadap perubahan suhu, dan paparan udara dingin yang berkepanjangan bisa mempengaruhi kesehatan mereka. 


Meskipun sebagian besar hewan peliharaan menikmati lingkungan yang sejuk, penggunaan AC berlebihan dapat menyebabkan masalah seperti kulit kering, iritasi pernapasan, dan bahkan nyeri sendi pada hewan yang lebih tua.


Beberapa ras bahkan lebih rentan dibanding yang lain, terutama yang memiliki bulu pendek atau ukuran tubuh kecil. Kuncinya adalah menemukan keseimbangan − menjaga rumah tetap sejuk tanpa membuat teman berbulu merasa tidak nyaman.


Baca Juga: Simak 6 Manfaat Memelihara Kucing yang Harus Sahabat Tahu


Bagaimana AC Mempengaruhi Hewan Peliharaan?

Pendingin udara menjaga tubuh kita tetap dingin dan nyaman, tetapi juga dapat mempengaruhi tubuh hewan peliharaan dalam hal ini adalah kucing. 


Tidak seperti manusia, hewan peliharaan tidak bisa mengatur termostat atau mengambil selimut ketika mereka kedinginan. Beberapa ras, terutama anjing berbulu pendek, kucing, dan hewan kecil seperti kelinci atau marmut, lebih rentan terhadap efek pendingin udara.


Udara dingin dapat menyebabkan kulit hewan peliharaan kering serta menyebabkan rasa gatal dan iritasi. Juga dapat menyebabkan ketidaknyamanan pernapasan, terutama bagi hewan peliharaan yang memang sudah memiliki asma atau alergi.


Hewan peliharaan senior (seperti kucing yang berusia di atas 10 tahun) dan mereka yang menderita artritis mungkin akan mengalami nyeri sendi jika berada di lingkungan yang dingin.


Baca Juga: Ngomong Sendiri? Ini 5 Manfaat Self-Talk Bikin Mental Sehat


Selain itu, perubahan suhu yang tiba-tiba − seperti berpindah dari luar rumah yang panas ke ruangan yang sangat dingin − dapat memberikan stres pada tubuh mereka.


Tapi tenang, ada kabar baiknya yaitu kita dapat menjaga kenyamanan kucing dengan mempertahankan suhu dalam ruangan dan memastikan tingkat kelembaban yang tepat, dan menyediakan tempat yang hangat dan nyaman untuk mereka beristirahat. 


Beruntung Awan dan Pipin kucing indoor seratus persen. Jadi mereka berdua nggak mengalami perubahan suhu yang signifikan dari luar masuk ke dalam rumah. 


Baca Juga: Ada Apa dengan Tanaman Janda Bolong? Simak 5 Fakta Tentang Tanaman Ini


Masalah Kesehatan Umum pada Kucing Akibat AC

Kesehatan kucing

Pendingin udara memang dapat menjaga rumah tetap sejuk, tapi di sisi lain juga dapat menyebabkan ketidaknyamanan dan masalah kesehatan pada kucing dan hewan peliharaan lainnya. 


Beberapa hewan bahkan lebih sensitif terhadap udara dingin, terutama untuk hewan ras kecil seperti anjing chihuahua, kucing Devon Rex, hewan berbulu pendek seperti ras BSH (British Short Hair), dan hewan senior.


Berikut adalah beberapa masalah kesehatan umum yang mungkin dialami hewan peliharaan termasuk kucing akibat pendingin udara (AC): 


1. Masalah pernapasan 

Udara dingin dan kering dapat mengiritasi saluran pernapasan hewan peliharaan, menyebabkan batuk, bersin, atau kesulitan bernapas, terutama pada hewan peliharaan yang menderita asma atau alergi.


Sebenarnya Pipin sudah punya gejala bengek alias napasnya "ngik-ngik gitu" tapi gak sering. Biasanya aku suka puk-puk dada di kiri dan kanannya, gantian gitu. Tapi ngik-ngiknya Pipin nggak di kamar ber-AC aja. Di ruangan lain tanpa AC seperti kamar belakang, ruang tamu, tengah/dapur dia suka batuk sedikit ngik-ngik. 

Harus periksa ke dokter sih ini mah.


Baca Juga: Sendiri Bukan Berarti Kesepian. Simak 4 Perbedaannya Berikut Ini

2. Kulit kering dan gatal 

AC menghilangkan kelembapan udara, otomatis kulit hewan peliharaan bisa jadi kering. Kulit yang kering dapat pada kucing dan hewan peliharaan lainnya dapat menyebabkan gatal, mengelupas, atau bulu rontok yang berlebihan.


Aku sih kepikiran untuk pasang humidifier di kamar biar kelembapannya terjaga. Tapi harus cari tahu dulu, aman gak buat Awan dan Pipin. 

Kalau sekarang, aku suka nyalain air purifier pas mau tidur. Soalnya kalau Awan dan Pipin garuk-garuk, bulunya suka berterbangan. 

3. Nyeri sendi dan otot 

Udara dingin dapat memperburuk arthritis dan kekakuan sendi pada hewan peliharaan usianya sudah gak muda lagi atau sudah berumur. Arthritis membuat mereka menjadi lebih sulit bergerak dengan nyaman.


Baca Juga: 6 Cara Mengatasi Trauma Psikologis Ala Desi's Corner

4. Syok suhu 

Berpindah dari lingkungan luar yang panas ke ruang dalam yang sangat dingin dapat memberikan stres pada tubuh hewan peliharaan, yang mengakibatkan kelelahan atau ketidaknyamanan.

5. Dehidrasi

Udara kering dapat menyebabkan kehilangan air yang lebih banyak, jadi pastika hewan peliharaan kita harus cukup minum agar tetap terhidrasi.

Aku terbilang sering mengganti air minum Awan dan Pipin. Mungkin bisa 3-4 kali bahkan lebih dalam sehari. Lagi hawa panas kayak gini, mereka lebih senang kalau air minumnya dingin dan segar. Jadi mereka semangat minum. 


Sebagai pemilik hewan peliharaan, agar para majikan tetap nyaman di dalam rumah dengan suhu yang sudah memasuki musim kemarau. Menjaga dan mempertahankan suhu agar tetap stabil adalah keharusan agar mereka tetap nyaman.  




Friday, January 31, 2025

Mau Pernikahan Awet? Lakukan 3 Aturan Tak Tertulis Ini

January 31, 2025 0

Rumah tangga langgeng dengan aturan tak tertulis ini

Tahu dong kalau pernikahan itu sebuah ikatan antara dua orang anak manusia yang mempunyai isi kepala berbeda tapi memutuskan untuk bersatu.

Menikah atau berumah tangga berbeda banget dengan masa pacaran. Kalau nggak suka dan nggak ada kecocokan lagi, tinggal pergi dengan cukup bilang “say goodbye”.

Menikah itu tanggung jawabnya besar, baik kepada pasangan maupun kepada Tuhan. Seharusnya lah sebagai pasangan yang sudah menikah, berkewajiban untuk membuat pernikahan itu “berhasil”.

Segala hal yang menyangkut pasangan suami dan istri. Keduanya harus bekerja sama dalam suka dan duka, juga sepenanggungan. Jangan sampai berat sebelah yang bakal menyebabkan ketimpangan roda pernikahan.

Baca juga: 3 Hal Tentang Cinta Dalam Pernikahan yang Diajarkan Nabi Muhammad S.A.W.

Huhu jadi inget almarhum suami yang ninggalin aku tahun 2021 lalu. Kalau almarhum masih ada, tanggal 12 Februari bulan depan adalah anniversary kami yang ke-26. Sudah lebih dari “perak”.

Aku dan suami saat itu sedang kompak-kompaknya berjuang menghadapi Covid-19. Kami berdua bekerja sama agar rumah tangga berjalan normal.

Maklum, hampir setahun nggak “ngantor” dan hanya mendapatkan separuh penghasilan saja setiap bulannya. Jadi, aku harus bisa mengatur pengeluaran agar tidak kekurangan.

Ya ada sih, waktu itu perbedaan pendapat sedikit karena masalah ekonomi ini. Tapi kami mendapatkan titik temu dari masalah itu dan kembali kompak.

Baca juga: Yuk, Omongin 5 Hal Penting Ini Dengan Pasangan Sebelum Menikah

Aturan Tidak Tertulis Dalam Pernikahan

Seperti norma tidak tertulis yang berlaku di masyarakat. Seperti etika, sopan santun, empati ketika kita hidup bersosialisasi.

Kehidupan pernikahan juga ada aturan tidak tertulisnya. Kalau aturan-aturan yang tidak tertulis ini dijalankan dalam kehidupan berumah tangga. Maka pernikahan langgeng pasti didapat.

Berikut adalah tiga aturan tak tertulis yang harus dipatuhi agar pernikahan berjalan mulus:

1. Jangan terlalu kritis terhadap orang tua pasangan (mertua)

Ngaku deh kalau kamu kadang ada rasa kesal akan sikap mertua. Tapi itu bukan berarti kamu melakukan pembenaran dengan menunjukkan kesalahan orang tua pasangan kamu akan tindakannya itu.

Ingat loh, kamu juga punya orang tua. Bayangkan bagaimana perasaan kamu jika ada orang yang menjelek-jelekkan orang tua kamu. Nah, sekarang terapkan prinsip yang sama pada pasangan kamu.

Baca juga: 5 Alasan Hubungan Kamu Dan Pasangan Tidak Bertahan Lama

Memang sikap yang kadang bikin kesal itu gak jarang buat hati kamu mangkel. Tapi semua itu bisa dibicarakan, kok. Jangan sampai rasa kesal akan sikap orang tua pasangan kamu buat kamu benci mereka.

Dalam pernikahan praktikan aturan tak tertulis agar roda rumah tangga tahan lama

Coba duduk berdua bareng pasangan. Pasti ada jalan keluar dari permasalahan mertua dan menantu ini. Bagaimanapun pasangan kamu adalah orang yang paling mengerti bagaimana cara menghadapi orang tuanya.

Kalau sudah dapat solusinya. Sampaikan atau komunikasikan dengan baik ke mertua kamu. Jangan salah loh, kata-kata itu memiliki kekuatan yang jika kamu keluarkan dengan cara positif. Maka permasalahan kamu dan mertua bisa terselesaikan dengan damai.

Kebalikannya, kalau kamu mengekspresikannya dengan cara yang negatif karena saking kesalnya barangkali. Bukannya menyelesaikan masalah, yang ada malah melebar adu mulutnya.

Baca juga: Please, Jangan Jadikan 6 Alasan Ini Untuk Menikah Dengan Pasangan

2. Tidak perlu semua hal dipertengkarkan

Namanya juga rumah tangga, adem ayem mah cuma ngehalu. Lama nggaknya sebuah pernikahan, bukan jaminan bebas dari pertengkaran atau selisih pendapat.

Kalau bisa mah, gak usahlah hal kecil dijadikan pemicu pertengkaran. Kalau kamu sering melakukannya, yang ada kamu bakalan dicap sebagai pribadi yang suka menciptakan konflik dalam pernikahan. Gak kasihan sama pasangan? Saling mengerti dan mengalah ajalah.

Coba bersikap bijak dan pilihlah masalah apa yang benar-benar bisa ditarik benang merahnya. Masalah seperti apakah itu? Yang jelas masalah itu adalah yang sangat penting bagi kamu dan harga diri kamu.

Entah itu soal karir, urusan rumah, anak, dan selebihnya kamu yang tahu jika menyangkut harga diri kamu.

Kalau kamu menghadapi masalah ini. Jangan lepas dari komunikasi dengan pasangan. Jangan di lama-lama, biar masalahnya cepat diatasi dan kelar.


3. Pahami gaya kelekatan pasangan

Menemukan gaya kelekatan masing-masing di awal pernikahan bisa mengubah hubungan kamu dengan pasangan.  Ada yang butuh waktu untuk merasa dekat dengan pasangan setelah menikah. Ada juga yang butuh waktu untuk menyesuaikan diri dengan kebiasaan yang tidak pernah dialami ketika masih pacaran. 

Nah, perbedaan-perbedaan yang kayak gini, kalau nggak dipahami bisa bikin kesalahpahaman dan rasa tidak aman pasangan. Lain hal kalau kamu memang sudah menyadari dan memahami kebutuhan satu sama lain. Maka perbedaan malahan akan menjadikan hubungan kamu dan pasangan menjadi lebih dekat. 

Ada aturan tak tertulis dalam rumah tangga

Setiap pasangan itu unik dan memiliki gaya penyelesaian konflik yang berbeda, namun yang perlu kamu pelajari adalah untuk saling menghargai kebutuhan satu sama lain.

Baca juga: 

Lakukan 5 Sikap Ini Setelah Kehilangan Barang Berharga

Sekali lagi komunikasi yang terbuka dan jujur adalah hal terpenting untuk kamu dan pasangan dalam membuat keputusan. Ingat, kamu dan pasangan adalah sebuah tim. Kerjasama adalah mutlak.  

Kamu bukan hanya pasangan hidup; tetapi juga sahabat yang siap untuk menghadapi dunia bersama, disatukan oleh pemahaman yang mendalam tentang gaya keterikatan satu sama lain dan cinta yang tak tergoyahkan. Bukan lebay ya ini.

Cuma tiga aturan tak tertulis yang harus kamu perhatikan dan praktekkan setelah menikah. Gampil lah. Yuk bisa, yuk! 









Sunday, December 29, 2024

Yuk, Omongin 5 Hal Penting Ini Dengan Pasangan Sebelum Menikah

December 29, 2024 0

Obrolan wajib pranikah

Apa yang Sahabat Desi’s Corner bahas dengan pasangan sebelum menikah dulu? Anak, karier, tabungan, keluarga, masa depan atau visi, misi pernikahan. Atau ada tambahan lain lagi kah buat masukkan?

Sepanjang ingatanku dulu sebelum menikah dengan almarhum suami tahun 1999. Kayaknya sih gak sedetail yang ditulis di atas. Aku cuma bilang kalau aku ingin tetap bekerja dan berkarier. 

Alhamdulillah suami mengizinkan. Sampai akhirnya aku menyudahi kiprah di ranah publik setelah 20 tahun mengabdi di 5 perusahaan yang berbeda.

Kenapa sih, kita harus ngomongin beberapa hal penting yang bakal dibahas ini sebelum menikah dengan pasangan?

Baca Juga: Begini Romantisme Suami Pada Istri Ala Desi's Corner

Ya, karena memang harus. Kamu dan pasangan wajib membicarakan seperti apa dan bagaimana kehidupan berumah tangga nanti.

Terlebih tantangan setelah menikah kalau yang aku pantau di media sosial. Kayaknya lebih menantang di zaman sekarang ini

Kalau sudah ada obrolan meski hanya garis besarnya saja. Seenggaknya salah satu fondasi pernikahan sudah ada.

Menikah kan menyatukan dua kepribadian yang berbeda. Kalau sebelum menikah kita sudah mempunyai misi dan visi yang sama. Maka kita dan pasangan bakal saling mendukung satu sama lain atau bekerja sama untuk mencapai tujuan pernikahan.

Apa saja sih, hal-hal yang harus diomongin bersama pasangan sebelum ijab qobul di depan penghulu?

Baca Juga: 3 Hal Tentang Cinta Dalam Pernikahan yang Diajarkan Nabi Muhammad S.A.W.

Ini dia 5 hal penting yang harus dibicarakan dengan pasangan sebelum menikah:

1. Finansial (keuangan dan pendapatan)

Sepakat dong, kalau modal nikah itu bukan cuma saling cinta doang di zaman brutal kayak sekarang.

Dari berita yang banyak beredar, entah itu di media sosial atau berita di tv. Banyak kasus pasangan yang berpisah dan memutuskan bercerai dikarenakan alasan perekonomian.

Salah satu penyebabnya, ya karena kurangnya perencanaan keuangan. Padahal kestabilan finansial sebelum menikah adalah modal penting untuk membina rumah tangga.

Istilah “rezeki setelah menikah bakal mengikuti” jadi kurang relevan dipakai untuk anak-anak muda yang akan menikah di saat sekarang ini.

Baiknya sih, sebelum menikah obrolin secara terbuka mengenai utang, pendapatan, pinjaman, dan investasi penting untuk menghindari konflik dan kesalahpahaman.

Mungkin karena aku menikah di tahun 1999, dimana cari utangan syaratnya susah pake banget. Jadi, aku dan almarhum suami pada saat menikah nggak punya tanggungan.

Lain hal dengan keadaan sekarang dimana untuk mendapatkan pinjaman gampang banget. Cuma dengan KTP dan lewat gawai, “ting” sejumlah uang yang dimau langsung masuk rekening.

Wajar kalau poin pertama ini harus dibicarakan dengan jujur, terbuka, tanpa ada yang ditutupi demi kelangsungan hidup berumah tangga nanti.

Baca Juga: 5 Alasan Hubungan Kamu Dan Pasangan Tidak Bertahan Lama

Wajib dibicarakan dengan pasangan

2. Visi (impian dan tujuan)

Tidak hanya selama masa pendekatan harus berhubungan baik. Setelah menikah pun harus tetap berhubungan baik dengan pasangan.

Menikah adalah komitmen seumur hidup. Maka setiap harinya kita akan berbagi berbagi rasa kebersamaan bersama pasangan. Impian yang sejalan adalah salah satunya.

Bagaimana bisa mempunyai impian dan tujuan yang sama bersama pasangan kalau tidak bisa berbagi rasa?

Oleh karena itulah, dalam pernikahan harus saling mendukung dan pastinya membutuhkan kemitraan yang baik untuk mewujudkan tujuan pernikahan.

Diskusikan bersama pasangan sebelum menikah. Upaya dan usaha seperti apa yang akan dijalani nantinya jika sudah tinggal dalam satu rumah. 

Baca Juga: Please, Jangan Jadikan 6 Alasan Ini Untuk Menikah Dengan Pasangan

3. Latar belakang keluarga dan budaya

Seperti Kakak yang tahun lalu memutuskan untuk menikah di usianya yang ke-24. Aku bertanya tentang keluarganya.

Mulai dari asalnya, pekerjaan orang tuanya, jumlah adik dan kakaknya, tempat tinggalnya, dan pendidikan.

Semua itu menurutku penting, agar aku dapat memahami budaya, tradisi, dan nilai-nilai keluarga mereka.

Sehingga aku dapat mengimbangi ketika berinteraksi dengan mereka. Nggak lucu aja kalau ngobrol yang akan menjadi keluarga tapi nggak tahu latar belakangnya. Takut nggak nyambung.

Mengenali perbedaan budaya antar dua keluarga seperti ini baiknya memang harus dibicarakan dan ditangani pada tahap awal hubungan.

Baca Juga: 7 Cara Meluluhkan Hati Pria Ala Desi's Corner

4. Perencanaan keluarga

Salah satu yang suka menjadi selisih pendapat antar suami istri adalah tentang keluarga berencana.

Dulu almarhum suami maunya punya tiga orang anak. Sedangkan aku, maunya dua orang saja.

Keluarga berencana adalah pembicaraan pranikah yang juga penting dan harus dilakukan. Perselisihan pendapat tentang hal ini dapat menyebabkan perceraian dan perpisahan. Kata orang mah “perbedaan prinsip”. Gitu kan yang sering kita dengar sebagai alasan berpisah?

Baca Juga: Selembar Surat Untuk Sahabat Sejati

Sebelum menikah harus omongin ini

5. Diskusi tentang karier

Seperti tentara, karyawan yang kena shift, pedagang atau entrepreneur, dan lainnya yang bukan bersifat kerja 9 to 5. Pastinya perlu diobrolin sebelum menikah.

Bukannya apa-apa, karena contoh sifat-sifat pekerjaan yang telah disebut di atas, dapat mempengaruhi kehidupan pribadi dan hubungan kamu dengan pasangan.

Tahu kan, kalau bersuamikan tentara berarti harus siap ditinggal untuk bertugas. Atau buat kamu yang ber calonkan istri seorang perawat misalnya. Kamu harus siap untuk ditinggal karena pekerjaannya menuntut kerja dengan sistem shift.

Itulah sebaiknya kamu berdiskusi dulu tentang preferensi dan tantangan pekerjaan masing-masing. Ya, karena hal ini memainkan peran penting untuk mendapati keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi.

Seharusnya lah kedua pasangan yang akan menikah harus saling mendukung pilihan karier masing-masing agar hubungan tetap langgeng.

Kira-kira seperti itulah hal-hal yang menurutku harus dibicarakan dengan pasangan sebelum menikah.

Baca Juga: 9 Ciri Suami Mencintai Kita Sampai Saat Ini Menurut Para Ahli

Semoga bermanfaat ya. Kalau ada tambahan, boleh lah di sharing. Biar tambah ilmu dan makin kokoh pondasi rumah tangga buat calon-calon pengantin.













Thursday, March 16, 2023

3 Hal Tentang Cinta Dalam Pernikahan yang Diajarkan Nabi Muhammad S.A.W.

March 16, 2023 0



Nabi Muhammad s.a.w mengajarkan kita tentang arti cinta, kasih sayang dan ketenangan

Adalah sifat bawaan pria dan wanita untuk mencintai. Cinta adalah salah satu anugerah terindah dalam hidup yang diberikan Allah s.w.t. kepada hamba-hamba-Nya.

Nabi Adam as dan istrinya dikaruniai cinta satu sama lain. Memang, cinta adalah bagian integral dari keberadaan manusia.

Utusan terakhir yang diutus untuk umat manusia, Nabi Muhammad s.a.w. menunjukkan kepada kita bahwa hubungan suami istri yang ideal adalah yang berbuah cinta (mawaddah), rahmat (rahmah) dan ketenangan (sakinah).

Melalui kisah-kisah indah hubungan Nabi Muhammad dengan Khadijah r.a. dan Aisyah r.a., berbagai poin pembelajaran yang dapat dikontekstualisasikan dengan pasangan suami istri milenial saat ini dapat kita petik.

Dalam mempelajari kehidupan pernikahan Nabi Muhammad, berikut adalah 3 hal tentang cinta yang diajarkan beliau

1. Ketenangan, Baik Fisik dan Emosi

Rasulullah s.a.w. mungkin pernah hidup di dunia di mana patriarki mungkin menjadi norma.

Namun, dalam hubungannya dengan istri tercinta Khadijah r.a, kita mengetahui bahwa Nabi Muhammad s.a.w jauh dari bias patriarki.

Rasulullah s.a.w menunjukkan kepada kita bahwa pernikahan adalah hubungan yang didasarkan pada saling mencintai, percaya dan menghormati.

Beliau mengajarkan kepada kita bahwa pernikahan bukanlah di tangan laki-laki saja sebagai penentu segalanya sedangkan perempuan hanya ada untuk tunduk kepada laki-lakinya.

Sebaliknya, kita belajar bagaimana sebagai istri Rasulullah s.a.w, Khadijah r.a. adalah wanita yang mandiri dan berprestasi. Pernikahannya dengan Rasulullah s.a.w tidak menyurutkan semangat wirausahanya.

Dalam rumah tangganya, Khadijah r.a tidak sekadar berperan sebagai penghias Nabi s.a.w, tetapi ia berperan besar sebagai pendamping yang setara di mana suami istri saling melengkapi.

Setelah Rasulullah s.a.w menerima wahyu pertama, dimana beliau bertemu dengan Malaikat Jibril a.s di Jabal Nur (Gunung Cahaya), beliau pulang dengan tubuh menggigil.

Ia mencari selimut untuk menutupi tubuhnya. Khadijah r.a memberikannya selimut dan berusaha menenangkan suami tercintanya.

Saat itu, dia berpikir jernih dan mencoba memahami apa yang sedang dialami suaminya.

Setelah mengetahui apa yang terjadi, Khadijah r.a menanggapi suaminya dengan mencoba menghiburnya dan mengatasi kekhawatirannya.

Khadijah r.a meyakinkan suaminya bahwa dia adalah orang baik yang menjaga orang lain, berbicara kebenaran, membantu orang miskin dan memperlakukan tamunya dengan murah hati.

Dia yakin bahwa suaminya tidak akan ditinggalkan oleh Tuhan. Dalam hadits disebutkan bahwa Khadijah r.a. menjawab Rasulullah s.a.w.:

كَلاَّ أَبشِر فَوَاللَّهِ لَا يُخْزِيكَ اللَّهُ أَبَدًا، وَاللهِ إِنَّكَ لَتَصِلُ الرَّحِمَ، وَتَصدُق الحَدِيثَ وَتَحْمِلُ الْكَلَّ، وَتَكْسِبُ الْمَعْدُومَ، وَتَقْرِي الضَّيْفَ، وَتُعِينُ عَلَى نَوَائِبِ الْحَقِّ

"Tidak pernah! Bersukacitalah! Demi Allah, Allah tidak akan pernah mempermalukanmu. Demi Allah, Anda menjaga hubungan baik dengan orang lain, Anda mengatakan kebenaran, Anda memikul beban orang miskin dan membantu orang miskin, Anda melayani tamu Anda dengan murah hati dan membantu mereka yang tertimpa musibah.”

(Hadits riwayat Imam Muslim)


Dari kisah diatas dengan jelas memperlihatkan bagaimana Khadijah r.a memberikan ketenangan batin bagi suami tercintanya, Nabi s.a.w.

Dia meyakinkannya dengan menonjolkan kebajikannya dan mengingatkannya bahwa Allah tidak akan meninggalkan orang baik seperti dia.


Khadijah r.a berdiri di samping Nabi s.a.w dan memberinya jaminan bahwa dia dipilih untuk melakukan tugas suci ini sebagaimana dia dimaksudkan untuk itu dan itu adalah sesuatu yang dia persiapkan.


Rasulullah s.a.w. turut mendengarkan Khadijah r.a. Dia mengatur agar Nabi s.a.w bertemu dengan pamannya yang berpengetahuan luas dalam kitab suci Ilahi.

Khadijah r.a adalah seorang wanita bijak yang sangat rasional dan tenang dalam menghadapi situasi seperti itu. Ia berusaha memastikan bahwa ia ada untuk suami tercintanya dan berusaha memecahkan masalah yang dihadapinya.

Di sisi lain, Rasulullah s.a.w mengapresiasi dan mendengarkannya saat menghadapi situasi ini bersama sebagai suami istri.

Kisah Rasulullah s.a.w. dan Khadijah r.a. menunjukkan hubungan yang didasarkan pada saling cinta, kepercayaan dan rasa hormat.

Rasulullah s.a.w menganggap istrinya sebagai pasangan yang setara, dan dia selalu curhat padanya.

Dia percaya padanya dan dia sangat mencintainya. Lingkungan rumah mereka adalah tempat tinggal yang penuh ketenangan dan belas kasihan.

Sejalan dengan tujuan pernikahan dalam Islam, Allah s.w.t menyebutkan dalam surat Ar-Rum ayat 60:

وَمِنْ ءَايَٰتِهِۦٓ أَنْ خَلَقَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَٰجًا لِّتَسْكُنُوٓا۟ إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُم مَّوَدَّةً وَرَحْمَةً ۚ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَءَايَٰتٍ لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

“Dan salah satu tanda kekuasaan-Nya adalah Dia menciptakan untukmu pasangan-pasangan dari jenismu sendiri agar kamu merasa nyaman dengan mereka. Dan Dia telah menempatkan di antara kamu kasih sayang dan belas kasihan. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berpikir.”
(Surah Ar-Rum, 20:30)


2. Memahami Ekspresi Verbal dan Non-Verbal

Rasulullah s.a.w. mengajarkan kita bahwa komunikasi adalah kunci untuk membangun hubungan yang harmonis.

Dia menunjukkan bahwa komunikasi adalah jalan dua arah. Suami tidak memiliki otoritas mutlak dalam pernikahan. Nabi s.a.w. menunjukkan bahwa seorang istri memiliki hak untuk mengungkapkan perasaan dan pandangannya.

Rasulullah s.a.w. selalu menjadi seseorang yang sangat memahami istrinya. Dia mendengarkan Aisyah r.a. dan dapat memperhatikan kapanpun istrinya marah karena dia sangat memperhatikan sinyal verbal dan non-verbal istrinya.

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Aisyah r.a., Rasulullah s.a.w bersabda,


"إِنِّي لَأَعْرِفُ غَضَبَكِ وَرِضَاكِ" قَالَتْ قُلْتُ وَكَيْفَ تَعْرِفُ ذَاكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ, قَالَ "إِنَّكِ إِذَا كُنْتِ رَاضِيَةً قُلْتِ بَلَى وَرَبِّ مُحَمَّدٍ وَإِذَا كُنْتِ سَاخِطَةً قُلْتِ لَا وَرَبِّ إِبْرَاهِيمَ" قَالَتْ قُلْتُ أَجَلْ لَسْتُ أُهَاجِرُ إِلَّا اسْمَكَ

“Memang, saya tahu kapan Anda marah atau senang dengan saya. Saya (Aisyah r.a) berkata, “Bagaimana Anda tahu itu ya Rasulullah?” Nabi berkata, “Sesungguhnya, ketika kamu senang, kamu berkata: Ya, demi Tuhan Muhammad! Tetapi ketika kamu marah, kamu berkata: Tidak, demi Tuhan Ibrahim!” Saya (Aisyah r.a) berkata, “Ya, saya tidak meninggalkan apapun selain namamu.” (Riwayat Imam Bukhari)

Sesungguhnya Rasulullah s.a.w. sangat mengerti perasaan Aisyah. Dia memiliki ruang untuk mengekspresikan emosinya, apakah dia bahagia atau tidak.

Untuk seorang istri Nabi, Aisyah r.a. kadang-kadang mengungkapkan kemarahan dan kegelisahannya. Lagipula, sudah menjadi sifat manusia untuk memiliki perasaan.


3. Bahasa Cinta Rasulullah s.a.w

Rasulullah s.a.w senang mengungkapkan rasa cintanya kepada istrinya dan hal itu dilakukan terus menerus sepanjang pernikahannya.

Dengan Aisyah r.a, dia memanggilnya dengan nama cantik Humayrah (yang Kemerahan) untuk memuji beberapa fitur wajahnya yang berwarna kemerahan, yang sangat disukainya.

Dia tidak pernah pelit dengan sikap cinta dan kelembutannya. Misalnya, dia akan minum dari tempat yang sama di cangkir tempat Aisyah r.a. meneguk air. Lalu Aisyah istri Nabi Muhammad minum dari cangkir yang sama

Rasulullah s.a.w. bersabda:

كنتُ أشربُ منَ القدَحِ وأنا حائضٌ فأناولُهُ النَّبيَّ فيضعُ فاهُ على موضعِ فيَّ فيشربُ منْهُ وأتعرَّقُ منَ العرقِ وأنا حائضٌ فأناولَهُ النَّبيَّ فيضعُ فاهُ على موضعِ فيَّ

Saya biasa meneguk dari cangkir, pada saat saya dalam keadaan haid. Saya kemudian memberikannya kepada Nabi di mana dia akan meletakkan bibirnya di tempat saya meletakkan bibir saya dan meminumnya. Saya juga akan menggigit tulang di mana masih ada daging yang tersisa. Saya kemudian memberikannya kepada Nabi s.a.w dan dia kembali akan meletakkan bibirnya di tempat saya meninggalkan bibir saya (Hadith by Imam An-Nasa’i)

Rasulullah s.a.w akan selalu mencari cara untuk menenangkan Aisyah r.a. dari cintanya yang mendalam terhadapnya.

Nabi s.a.w menunjukkan bahwa cinta perlu dipupuk dan terus bersemi di antara suami istri. Dibutuhkan dua orang untuk membuat pernikahan berhasil dan oleh karena itu, komitmen dan dedikasi antara suami dan istri adalah penting.

Nabi s.a.w. menunjukkan bahwa penting bagi sebuah hubungan pernikahan untuk memiliki keintiman, gairah dan komitmen.

Dalam membahas komitmen, Nabi Muhammad s.a.w tidak hanya mengandalkan Aisyah r.a. untuk menyelesaikan pekerjaan rumah tangga.

Kita tahu dari Sirah (Sejarah Nabi) bahwa Nabi Muhammad s.a.w akan memperbaiki sendiri barang-barangnya seperti menjahit pakaiannya.

Dia melakukan bagiannya dari tuntutan rumah tangga dan bukan suami yang menuntut. Aisyah r.a menjelaskan dalam sebuah hadits:

مَا كَانَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم يَصْنَعُ فِي بَيْتِهِ قَالَتْ كَانَ يَكُونُ فِي مِهْنَةِ أَهْلِهِ ـ تَعْنِي خِدْمَةَ أَهْلِهِ ـ فَإِذَا حَضَرَتِ الصَّلاَةُ خَرَجَ إِلَى الصَّلاَةِ

"Apa yang biasa dilakukan Nabi s.a.w di rumahnya?" Wanita itu menjawab, "Dia biasa menyibukkan diri melayani keluarganya dan ketika tiba waktu sholat, dia akan melakukannya." (Hadith by Imam Bukhari)

Bagi pasangan milenial masa kini, banyak hal yang bisa dipelajari di sini. Memang, pekerjaan rumah tangga tidak secara default menjadi tugas atau peran perempuan.

Pembagian tugas rumah tangga tunduk pada kesepakatan antara suami dan istri.

Dari kisah Rasulullah s.a.w, kita belajar bahwa perempuan bukanlah pelindung dapur secara de facto. Mengidentifikasi kebutuhan dan menegosiasikan tugas penting dalam membuat hubungan berjalan berdasarkan konteks yang berbeda dari setiap pasangan.

Rasulullah s.a.w. membekali kami dengan keteladanan dalam membangun pernikahan atas dasar cinta, kasih sayang dan ketentraman.

Cintanya pada Aisyah r.a. kuat dan cintanya kepada Rasulullah s.a.w sangat dalam. Sebagai pecinta Rasulullah s.a.w sudah selayaknya kita meneladani sifat-sifat beliau yang indah. Rasulullah s.a.w. berkata:

“Yang terbaik di antara kamu adalah yang terbaik terhadap keluarganya, dan aku adalah yang terbaik dari kamu terhadap keluargaku.”

Hadits Imam Tirmidzi)

Semoga Allah s.w.t menempatkan kita di antara orang-orang yang akan dikaruniai cinta Rasulullah s.a.w. dan berada di antara mereka yang mengikuti jejaknya dalam memperlakukan pasangan kita dengan penuh cinta dan hormat.

Semoga Allah s.w.t menanamkan dalam hati kita cinta yang tulus dalam mencintai sesama, dan menjadikan kita termasuk orang-orang yang benar dalam ketundukan kita kepada Sang Penguasa Hati, Amin.

Wednesday, March 15, 2023

5 Cara Blogger Mendukung Sustainability

March 15, 2023 0


5 cara blogger mendukung suistainablity


Aku sih, jarang menggunakan kata sustainability. Tapi setelah baca beberapa artikel kayaknya aku ada mempraktikkan istilah sustainability ini, deh.

Apa sih, Sustainability?

Sustainability artinya keberlanjutan. Biasa digunakan untuk sebuah program, inisiatif, dan tindakan yang ditujukan untuk pelestarian sumber daya tertentu.

Namun, sebenarnya sustainability itu mengacu pada empat bidang yang berbeda: manusia, sosial, ekonomi dan lingkungan – atau dikenal sebagai empat pilar keberlanjutan.

Empat Pilar Sustainability:

1. Keberlanjutan manusia

Keberlanjutan manusia bertujuan untuk mempertahankan dan meningkatkan modal manusia dalam masyarakat.

Investasi sistem kesehatan dan pendidikan, akses ke layanan, nutrisi, pengetahuan dan keterampilan merupakan semua program di bawah payung keberlanjutan manusia.

Sumber daya alam dan ruang yang tersedia terbatas dan ada kebutuhan untuk menyeimbangkan pertumbuhan berkelanjutan dengan peningkatan kesehatan dan pencapaian kesejahteraan ekonomi bagi semua orang.

Keberlanjutan manusia berfokus pada pentingnya siapa pun yang secara langsung atau tidak langsung terlibat dalam pembuatan produk, atau penyediaan layanan atau pemangku kepentingan yang lebih luas (modal manusia organisasi) (Benn et al., 2014).

Keberlanjutan manusia mencakup pengembangan keterampilan dan kapasitas manusia untuk mendukung fungsi dan keberlanjutan organisasi dan untuk mempromosikan kesejahteraan komunitas dan masyarakat.

2. Keberlanjutan sosial

Keberlanjutan sosial bertujuan untuk melestarikan modal sosial dengan berinvestasi dan menciptakan layanan yang merupakan kerangka masyarakat kita.

Konsep ini mengakomodasi pandangan dunia yang lebih besar dalam kaitannya dengan komunitas, budaya, dan globalisasi.

Itu berarti melestarikan generasi mendatang dan mengakui bahwa apa yang kita lakukan dapat berdampak pada orang lain dan dunia.

Keberlanjutan sosial berfokus pada menjaga dan meningkatkan kualitas sosial dengan konsep-konsep seperti kohesi, timbal balik dan kejujuran serta pentingnya hubungan antar manusia.

Ini dapat didorong dan didukung oleh undang-undang, informasi, dan gagasan bersama tentang kesetaraan dan hak.

Keberlanjutan sosial menggabungkan gagasan pembangunan berkelanjutan sebagaimana didefinisikan oleh tujuan pembangunan berkelanjutan PBB.

Prinsip pembangunan berkelanjutan membahas peningkatan sosial dan ekonomi yang melindungi lingkungan dan mendukung kesetaraan, dan oleh karena itu ekonomi dan masyarakat serta sistem ekologi saling bergantung (Diesendorf, 2000).

3. Keberlanjutan ekonomi

Sustainability atau keberlanjutan ekonomi bertujuan untuk menjaga keutuhan modal. Jika keberlanjutan sosial berfokus pada peningkatan kesetaraan sosial, keberlanjutan ekonomi bertujuan untuk meningkatkan taraf hidup. Dalam konteks bisnis, ini mengacu pada penggunaan aset yang efisien untuk mempertahankan profitabilitas perusahaan dari waktu ke waktu. Sebagaimana dinyatakan oleh Pemerintah Inggris (Laporan Tahunan 2000, Januari 2001):

“Mempertahankan tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan stabil merupakan salah satu tujuan utama pembangunan berkelanjutan. Meninggalkan pertumbuhan ekonomi bukanlah pilihan. Tetapi pembangunan berkelanjutan lebih dari sekedar pertumbuhan ekonomi. Kualitas pertumbuhan sama pentingnya dengan kuantitas.”

Kritik terhadap model ini mengakui bahwa kesenjangan besar dalam praktik akuntansi modern tidak termasuk biaya kerusakan bumi dalam harga pasar (Hawking, 2010).

Pendekatan ekonomi yang lebih baru mengakui penggabungan terbatas komponen ekologi dan sosial dalam model ini. Ekonomi baru mencakup modal alam (sistem ekologi) dan modal sosial (hubungan antar manusia) dan menantang mantra modal bahwa pertumbuhan berkelanjutan itu baik dan lebih besar lebih baik, jika berisiko menyebabkan kerusakan pada sistem ekologi dan manusia (Benn et al. ., 2014)

4. Ketahanan lingkungan

Kelestarian lingkungan bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan manusia melalui perlindungan modal alam (misalnya tanah, udara, air, mineral, dll.).

Inisiatif dan program didefinisikan berkelanjutan secara lingkungan ketika memastikan bahwa kebutuhan penduduk terpenuhi tanpa risiko mengorbankan kebutuhan generasi mendatang.

Kelestarian lingkungan, seperti yang dijelaskan oleh Dunphy, Benveniste, Griffiths dan Sutton (2000), menekankan pada bagaimana bisnis dapat mencapai hasil ekonomi yang positif tanpa merugikan, dalam jangka pendek atau jangka panjang, terhadap lingkungan.

Menurut Dunphy et al. (2000) bisnis yang ramah lingkungan berusaha untuk mengintegrasikan keempat pilar keberlanjutan, dan untuk mencapai tujuan ini masing-masing harus diperlakukan sama.

Cara Blogger Mendukung Sustainability

Aku sebagai blogger wannabe juga mempunyai cara menjaga keberlanjutan selama nafas dikandung badan.

Dengan mengacu kepada empat pilar sustainability yang telah disebutkan diatas.

Berikut adalah 3 Cara Blogger Mendukung Sustainability versi Desi's Corner:

1. Mengkampanyekan Sustainability

Menggaungkan, mengingatkan, atau memberi pemahaman tentang arti sustainability.

Bagaimana cara aku mengkampanyekan sustainability? Ya, lewat menulis di blog seperti sekarang ini, yang kemudian aku pasang di feed Instagram. Agar menjangkau lebih banyak orang yang mengerti betapa pentingnya perilaku dalam kehidupan sehari-hari.

2. Memberi contoh

Pada 12 Maret 2023 lalu. Aku menghadiri arisan RT yang diadakan satu bulan sekali di setiap Minggu pertama atau kedua di awal bulan.

Bukan sekadar kocok arisan, makan Snack sore, atau haha-hihi. Tapi Ketua Penggerak Perempuanku komplek rumah. Selalu mendatangkan narasumber yang juga merupakan warga komplek.

Nah, di arisan Bulan Maret ini. Kami para peserta arisan yang berkumpul di Balai Warga. Kedatangan Narasumber yang bergerak di bidang recycle paper menjadi paper bag.

Dengan upah Rp 100/paper bag dan harga jual Rp 400/pcs. Aku pun minta bergabung untuk menjadi salah satu anggota yang bertugas melipat lembaran karton menjadi paper bag.

Ini bukan sembarang paper bag. Tapi bahannya memang dibuat dari kertas bekas. Lalu diolah kembali menjadi barang berguna ramah lingkungan karena bahannya mudah melebur di tanah.

3. Memberi Ide Kreatif Dan Memiliki Nilai Ekonomis

3R (Reduce, Reuse, Recycle) dengan barang-barang yang kita punya. Sustainability atas barang-barang tersebut ketika mereka tidak dapat digunakan kembali padahal masih berguna jika diolah kembali.

Membutuhkan kreativitas dan kesabaran dalam menemukan dan membuat sesuatu dari barang yang tidak terpakai lagi. Seperti karung beras yang berbahan plastik, kemudian aku jadikan tas belanja. Daster bolong selain dijadikan kesetan atau lap. Bisa juga dijadikan scrunchie.

4. Memanfaatkan Limbah Dapur Sebisa Mungkin

Sebagai seorang blogger, aku juga bisa menularkan apa yang kulakukan demi menjaga sustainability alam.

Seperti menampung air cucian beras yang lalu kugunakan untuk menyiram tanaman. Teh celup, cangkang telur, bisa dijadikan penyubur tanah. Minyak sayur yang kumpulkan kuserahkan pada komunitas yang mengolah limbah minyak goreng ini.

5. Mengajak Teman, Tetangga, Anak, Adik,

dan sekitar untuk melakukan sustainability dalam kehidupan sehari-hari. Dimulai dari yang terkecil. Misalnya, membawa botol minum sendiri, belanja atau jajan dengan membawa tas belanja atau kotak makan. Jadi tidak perlu dibungkus plastik.


Itulah cara aku sebagai blogger dalam mendukung sustainability. Mungkin kalau dipikirkan lebih lama. Bisa melebihi lima poin diatas


Kalau Sahabat Desi's Corner, apa saja yang sudah dilakukan untuk menjaga sustainability? .







Tuesday, March 14, 2023

10 Cara Melestarikan Kehidupan Bawah Laut

March 14, 2023 0

10 cara melestarikan alam bawah laut

Sebagian besar bumi ditutupi oleh 71% air atau laut. Di laut banyak terdapat spesies dan ekosistem kunci yang membuat planet kita terus berjalan.

Setiap makhluk dan benda di bumi bergantung pada lautan untuk bertahan hidup. Sayangnya, lautan dalam bahaya akibat hal-hal seperti perubahan iklim, penangkapan ikan berlebihan, dan polusi.

Seram, kan seandainya kerusakan laut terus berlanjut? Padahal, kalau satu orang saja sadar dan melakukan aksi kecil. Pasti laut akan selamat.

Selama kita semua melakukan bagian kita untuk kelestarian laut, kita akan menuju laut dan planet yang lebih sehat.

Berikut adalah cara melestarikan alam bawah laut:

1. Kurangi Jejak Karbon

Tahu dong, 3 R (Reduce, Reuse, Recycle)? Dengan melakukan 3R, kita dapat membantu mengelola limbah dengan cara yang berkelanjutan.

Seperti tidak lagi menggunakan plastik sekali pakai, atau produk kertas apa pun. Pilihlah produk yang memiliki kemasan yang dapat digunakan kembali.

Dengan begitu, akan ada lebih sedikit barang yang harus dibuang ke TPA, dan pada akhirnya berarti ada lebih sedikit sampah.

Jejak karbon disini termasuk menggunakan transportasi umum dibanding bawa kendaraan sendiri. Mematikan peralatan apapun saat tidak digunakan, menggunakan pengaturan termostat yang lebih rendah, dan menggunakan bola lampu neon yang ramah lingkungan di rumah.

2. Penggunaan Air Berkelanjutan

Air sangat berharga, dan kita harus mencoba menghindari penggunaan air secara berlebih alias gunakanlah seperlunya.

Kalau aku biasanya, akan mematikan keran kalau tidak dipakai. Bahkan, air cucian beras, sayuran, air bilasan mencuci, aku gunakan kembali untuk menyiram tanaman atau membersihkan lantai setelah mencuci.

3. Batasi Penggunaan Plastik Sekali Pakai

Mengurangi jumlah plastik sekali pakai yang kita gunakan adalah cara yang bagus untuk memulai hidup yang lebih berkelanjutan.

Pernah aku melihat berita, gimana seekor penyu besar hidungnya kemasukan sedotan plastik. Belum lagi sirip ikan yang tersangkut kantong plastik.

Lautan penuh dengan plastik, dan itu masalah nyata. Ribuan hewan mati setiap tahun karena plastik yang dibuang, entah itu karena mereka menelan plastik atau karena terjerat di dalamnya.

Dengan membawa botol air minum sendiri. Selain hemat, juga ikut andil dalam pelestarian alam bawah laut.

3. Beli Produk Ramah Laut

Jujur, aku belum memperhatikan saat membeli produk untuk memeriksa apakah produk tersebut dibuat ramah laut.

Seperti misalnya, tabir Surya tertentu yang mungkin mengandung bahan berbahaya yang tidak baik untuk kehidupan laut atau ekosistem laut.

Hal-hal seperti mikroplastik dari berbagai barang seperti sabun mandi, pakaian, dan pasta gigi dapat masuk ke laut melalui air limbah yang kita pakai.

4. Ingat Terumbu Karang

Pastikan saat kita mengunjungi terumbu karang bahwa kita bertanggung jawab dan aman saat snorkeling.

Pastikan kita tidak menyentuh karang apapun saat menyelam, dan pastikan juga kalau kita tidak melabuhkan perahu kita di karang.

Seandainya saja kita menyentuh karang, mungkin saja kita akan merusak hewan karang, dan jangkar dapat membunuh mereka.

Jika memungkinkan, parkirlah perahu menggunakan dasar berpasir atau gunakan tambatan jika memungkinkan.

5. Pertimbangkan Metode Perjalanan

Kalau Sahabat merencanakan perjalanan lalu menggunakan jasa perjalanan yang berkomitmen untuk melindungi satwa liar di lautan. Selamat, itu tandanya Sahabat sudah ikut andil dalam pelestarian laut.

6. Jadilah Pemilik Hewan Peliharaan yang Bertanggung Jawab

Aku mempunyai peliharaan beberapa ekor kucing. Dan aku tidak membuang kotorannya di toilet. Tapi membungkusnya menggunakan plastik bekas makanannya.

Jika kotoran kucing dibuang ke toilet. Maka kotoran itu dapat masuk ke laut bersama sisa air limbah tersebut.


7. Konsumsi Kehidupan Laut yang Berkelanjutan

Memahami cara mengonsumsi kehidupan laut secara berkelanjutan adalah langkah pertama untuk memastikan bahwa kita melindungi makhluk di laut.

Itu sering dimulai dengan penangkapan ikan yang berkelanjutan dan pemilihan produk dari nelayan yang mempraktikkan penangkapan ikan yang berkelanjutan.

Penangkapan ikan yang berkelanjutan dirancang untuk memastikan bahwa akan ada banyak satwa liar laut yang masih tersisa di masa depan.

Penangkapan ikan berkelanjutan memiliki sejumlah keunggulan. Keuntungan yang paling jelas adalah penangkapan ikan yang berkelanjutan membantu melindungi kehidupan laut dengan mencegah penangkapan ikan berlebihan.

Penangkapan ikan yang berkelanjutan memiliki metode khusus untuk memastikan tidak ada hewan yang dirugikan, dan juga tidak ada limbah. Ini juga menghasilkan lebih sedikit limbah.

8. Buang Sampah di Dekat Pantai

Buat Sahabat yang suka pergi ke pantai. Buanglah sampah pada tempatnya bukan ke pantai. Bahkan kalau bisa, seandainya dijumpai sampah. Ambil lalu buat pada tempatnya.

9. Bergabunglah dengan Para Relawan Pembersihan Pantai

Berpartisipasi dalam pembersihan pantai atau sungai dapat sangat bermanfaat untuk memastikan bahwa lautan kita tetap bagus dan bersih.

Banyak sekarang aku lihat anak-anak milenial menjadikan kegiatan membersihkan sungai dan lingkungan sekitar dijadikan konten media sosial.

Nah, Sahabat bisa ikut bergabung dengan komunitas pembersihan pantai. Dan itu berarti Sahabat sudah ikut andil dalam pelestarian alam bawah laut.

10. Menambah Ilmu Pengetahuan Tentang Pelestarian Laut

Semakin banyak informasi yang kita ketahui tentang lautan, semakin banyak perubahan yang dapat kita lakukan.

Kita hidup di era informasi, jadi ada banyak pilihan bagaimana mendidik diri sendiri tentang kehidupan laut dan lautan atau pelestarian laut.

Misalnya, melihat situs web dokumenter dan konservasi satwa liar, buku, pameran seni, museum, dan banyak lagi.

Kalau aku suka nonton channel geographic atau wild animal untuk mengedukasi diri.

Kesimpulan

Sebagai manusia yang hidup dan menikmati keajaiban bumi, kita memiliki kewajiban untuk melindunginya.

Bukan hanya untuk diri kita hari ini, tetapi juga untuk generasi mendatang, dan untuk makhluk lain yang ada di sekitar kita.

Seperti yang telah dibahas atas bahwa lautan bertanggung jawab atas sebagian besar kehidupan kita sehari-hari, kita harus melindunginya.

Dengan cara seperti apa? Sahabat bisa memulainya dengan mengambil tindakan kecil, seperti mengubah cara menggunakan utilitas, menggunakan lebih sedikit plastik sekali pakai jika memungkinkan, dan umumnya menggunakan lebih sedikit sumber daya yang sudah terbatas.

Pada skala yang lebih besar dan lebih langsung, Sahabat juga dapat membantu upaya penyelamatan laut secara langsung.

Hal ini dapat dilakukan dengan melakukan hal-hal seperti membeli hasil laut yang berasal dari sumber yang berkelanjutan, menghindari spesies yang terancam punah, mengadakan pembersihan pantai atau sekadar mendukung organisasi penyelamatan laut.

Dengan bekal pengetahuan yang benar dan upaya bersama yang besar, kita semua mampu membuat planet kita menjadi tempat yang lebih baik untuk masa depan. Satu kebiasaan atau tindakan benar-benar dapat membuat perbedaan.