Showing posts with label Review film. Show all posts
Showing posts with label Review film. Show all posts

Sunday, March 5, 2023

5 Sikap Inspiratif Dari Drakor The Heavenly Idol

March 05, 2023 0
Drakor The Heavenly Idol

Sebetulnya aku tuh, sedang menonton tiga drakor ongoing. The Heavenly Idol, Call It Love, dan Taxi Driver 2.

Masing-masing ketiga drakor tersebut berbeda genre. The Heavenly Idol dengan genre fantasi, komedi, dan ada sedikit romantis. Call It Love dengan melodrama menyayat hati. Taxi Driver 2 dengan aksi komedi thrillernya.

Kalau ditanya drakor mana yang ada tips inspiratif buat pelajaran hidup. Semuanya mempunyai ciri khas masing-masing.

Tapi, di artikel ini akan dibahas tips inspiratif dari drakor The Heavenly Idol.

Baca Juga: Dua Hati Mudik Untuk Hidup-baru

Sinopsis Dan Pemeran Drakor The Heavenly Idol

Judul: Heavenly Idol (adaptasi dari web novel "Holy Idol" karya by Sin Hwa Jin
Screenwriter: Lee Chun Geum
Sutradara: Lee So-Yoon dan Park So-Yeon
Rumah produksi : Pitapaet Studio dan Hi Ground
Genre: komedi, Romantis, Fantasi
Jumlah Episode: 12
Tayang: 15 Februari 2023 - 23 Maret 2023
Jadwal Tayang: Setiap Rabu dan Kamis
Jaringan: TVING, tvN, dan VIU
Durasi: 70 menit
Konten rating: 15+

Pemeran: 

Kim Min Kyu sebagai Pontifex Lembrary atau Woo Yeon Woo
Go Bo Gyeol sebagai Kim Dal
Lee Jang Woo sebagai Shin Jo Woon
Tak Jae Hoon sebagai Seon Woo Sil
Ye Ji Won sebagai Lim Sun Ja
Hong Seung-Bum sebagai Choi Jung-Seo
Shin Myung-Sung sebagai Hwang Tae-In
Choi Jae-Hyun berperan sebagai Cathy
Shin Kyu-Hyun memerankan sosok bernama Cha Hae-Gyeol
Cha Joo-Young berperan sebagai Redlin
Tak Jae-Hoon memerankan sosok bernama Sun Woo-Sil
Oh Jin-Seok sebagai Oh Jung-Shin
Kim Sheo-Ha berperan sebagai Maeng Woo-Shin
Jang Young-Nam sebagai King of Underworld
Park Sang-Namn sebagai Sa Gam Jae

Baca Juga: Review Film Marlina Membunuh Ketakutan

Sinopsis The Heavenly Idol

Pontifex Lembrary ceritanya memiliki kekuatan ilahi terkuat yang pernah ada. Saat dia bertarung melawan iblis, dia dipindahkan ke dunia lain.

Ternyata si Pontifex Lembrary ini pindahnya ke tubuh Woo Yeon Woo, seorang anggota grup idola Wild Animal yang nggak ngetop.

Padahal grup Wild Animal umurnya sudah 3 tahun. Tapi sayangnya, belum sukses-sukses juga. Malah agensinya mau bubarin grupnya karena merasa rugi. Masa pengeluaran terus, tapi pemasukan nggak ada.

Beruntung grup Wild Animal nggak tahu kalau keadaan mereka terancam. Pada saat tubuh Woo Yeon Woo kemasukan Pontifex Lembrary. Mereka itu mau tampil di atas panggung untuk pertunjukan langsung di sebuah stasiun penyiaran.

Nah, kehebohan dimulai saat musik diputar, Pontifex Lembrary, dalam tubuh Woo Yeon Woo, berteriak, "Aku tidak tahu cara menari."

Otomatis dong, harusnya pertunjukan siaran langsung itu jadi bencana. Tapi ini nggak. Orang-orang malah jadi kepo termasuk media.

Sifat Woo Yeon Woo asli dengan yang kemasukkan beda jauh. Beruntung Woo Yeon Woo kemasukan Pontifex Lembrary. Jadi perbaikan citra gitu.

Pesona Pontifex, selain wajah Woon Yeon Woo yang tampan. Kepribadiannya juga jadi menarik. Seperti percaya diri, suka menolong, perhatian, vibesnya itu positif banget kalau ada didekat dia.

Woo Yeon Woo yang masih dirasuki semangat Pontifex Lembrary menjadi populer, begitu pula grupnya Wild Animal.

Mau tidak mau Pontifex Lembrary kini harus terbiasa dengan kehidupan sebagai anggota grup idola. Selain mulai banyak penggemar, dia juga menghadapi berbagai masalah, seperti berurusan dengan kelompok agama aneh dan setan.

Baca Juga: 13 Serial Drakor Tayang di April 2022

Apa Sih, Kisah Inspiratif Dari Drakor The Heavenly Idol?

Memang dramanya fantasi dan kayak nggak ada di dunia nyata. Tapi kehidupan sehari-harinya sebagai seorang idol, adalah nyata.

Kurang lebih seperti itulah sebuah grup idol yang sedang merintis. Mulai dari perjuangannya seperti menghadapi haters, kecemburuan di antara sesama anggota, beda pendapat, dan seluk beluk dunia grup musik.

Dari awal aku mengikuti drakor Kim Min-kyu yang juga main di Business Proposal sampai episode 6 Minggu lalu.

Jalan ceritanya memang santai, meski ada konflik tapi nggak menegangkan. Komedinya lucu tapi nggak bikin aku ngakak. Ya, cukuplah buat mengisi waktuku dari pukul 20.15-21.30 WIB.

5 Sikap Inspiratif Woo Yeon Woo Di Drakor The Heavenly Idol:

1. Berpikir positif

Kehidupan baru karena berpindah dunia dan raga. Adaptasi Woo Yeon Woo patut diacungi jempol.

Dia selalu berpikir positif dan berbaik sangka ke semua orang. Termasuk ke saingan lomba menyanyinya. Padahal Oh Jung Sin itu benci banget sama Woo Yeon Woo. Tapi Woo Yeon Woo malah anggap dia sebagai adik

Baca Juga: 5 Tips Inspiratif Hidup Shin Min Ah

2. Kalah bukan berarti jatuh

Akhirnya memang dia dikalahkan oleh Oh Jung Sin (Oh Jin-Seok) dengan curang. Tapi Woo Yeon Woo tidak sedih. Senyum menjadi ciri khasnya apapun keadaannya.

Dia tahu bahwa kalah bukan berarti jatuh. Buktinya dia semakin terkenal dan mulai banyak penggemar yang mencintainya karena aura positifnya.

3. Pantang menyerah

Untuk mencapai tujuan diperlukan motivasi. Kegigihan Woo Yeon Woo untuk menjadi seorang idol terkenal memang tidak mudah.

Mulai dari memperbaiki citra Woo Yeon Woo yang asli. Latihan menyanyi dan menari yang tidak diperbolehkan oleh agamanya.

Dia mencoba mencari jalan agar bisa menjadi seorang idol terkenal dan menempati posisi no satu di dunia musik.

Bulat tekadnya itu tidak lain merupakan syarat dari Woo Yeon Woo asli pada Pontifex Lembrary untuk bisa bertukar jiwa kembali.

Meski dijatuhkan oleh banyak gosip. Dia tetap maju terus. Selama dia benar, maka tidak ada yang bisa menghentikannya.

Baca Juga: Faktor Penyebab Kenakalan Remaja

4. Peduli

Tidak egois, sombong, dan bossy meski dia sudah terkenal dan mulai banyak penggemarnya.

Dia tetap peduli dengan anggota grup lainnya. Tetap membantu dan menolong. Seperti pada waktu Cathy (Choi Jae-Hyun) hilang karena sedih ditinggal penggemarnya.

5. Menjadi diri sendiri

Lingkungan selebriti penuh godaan dan kalau kepribadiannya tidak kuat. Bisa saja tenggelam oleh keinginan atau tuntutan para penggemar.

Seperti Woo Yeon Woo yang mulai ngetop dan menjadi trending topik. Sedikit pun kepribadiannya tidak berubah. Meski bagi sebagian orang dia itu aneh. Tapi justru disitulah keunikan yang dimilikinya.

Dia tidak mencoba meniru siapa pun. Dia selalu tampil apa adanya, yaitu menjadi diri sendiri.

Kalau dipikirin lagi atau kalau drakornya sudah selesai. Mungkin sikap inspiratif Woo Yeon Woo (Kim Min-kyu) di The Heavenly Idol bisa lebih dari lima poin.

Nanti, kalau ingat dan ada mood, aku bisa  tambah lagi poin diatas. Untuk sementara segitu dulu. Buat yang mau nonton santai, drakor The Heavenly Idol bisa menjadi pilihan.









Friday, May 6, 2022

13 Serial Drakor yang Tayang Di Bulan April 2022

May 06, 2022 0

Serial drama Korea April

Hai, hai Sahabat Desi's Corner. Emang udah bulan Mei, sih. Tapi nggak basi kan, kalau mau kasih info serial drakor yang baru tayang April kemarin?

Maklum, kemarin pas bulan Ramadan frekuensi menonton drakor jauh berkurang. Jadi, buat yang ketinggalan info serial drakor yang tayang di April, boleh nih, disimak.

Bisa dipilih mana yang cocok buat dimasukkan ke dalam daftar tontonan selama libur lebaran. Mari kita gas-keun nonton, lah!

Baca Juga: Dua Hati Mudik Untuk Hidup Baru (review film)

Berikut 13 serial Drakor yang tayang di bulan April:

1. “Tomorrow”

Pemain: Kim Hee Sun, Rowoon (SF9), Lee Soo Hyuk, Kim Hae Sook, Yoon Ji On, Moon Seo Yoon, Kim Nu Ri, etc.

Tanggal tayang: April 1
Tayang di MBC atau di Netflix setiap Jumat dan Sabtu pukul 9:50 p.m.  waktu Korea atau di Netflix 19.50 WIB.

Preview:

Serial drakor ini diambil dengan judul yang sama dari Webtoon yaitu “Tomorrow”. Cerita yang nge-hit ini bergenre fantasi dengan pemeran utama Rowoon (SF9) sebagai Choi Joon Woong, yang secara nggak sengaja mengalami kecelakaan ketika sedang mencari kerja.

Sebelum kehilangan nyawanya, dia harus melewati malaikat maut dulu, Goo Ryun (Kim Hee Sun) dan Lim Ryoong Goo (Yoon Ji On), adalah malaikat yang bertugas menyelamatkan orang yang berkeinginan untuk bunuh diri. Nah, disini Choi Joon Woong akhirnya bergabung dengan mereka sebagai anggota termuda.

2. “It's Beautiful Now"

Pemain: Yoon Shi Yoon, Bae Da Bin, Oh Min Seok, Shin Dong Mi, Seo Bum June, Choi Ye Bin, Park In Hwan, Park Sang Won, Kim Hye Ok, Ban Hyo Jung, Park Ji Young, Byun Woo Min, Kim Kang Min, Sunwoo Yong Nyeo, Jung Heung Chae, dan masih banyak lagi.

Tanggal tayang: April 2
Tayang di KBS2 tiap Sabtu dan Minggu pukul 8.00 p.m. waktu Korea atau di Viu pukul 18.00 WIB.

Preview:

“It's Beautiful Now" adalah serial drakor weekend atau akhir pekan yang bercerita tentang kehidupan tiga orang laki-laki beradik kakak. Mereka kompak mempunyai keinginan untuk tidak berkencan apalagi menikah. Orang tua sama kakeknya bingung, dong, punya bujang ganteng-ganteng tapi kayak nggak laku gitu.

Anak paling tua aja usianya 40 tahun, dokter gigi, adiknya, seorang pengacara pernikahan sukses, yang bungsu masih  berstatus pekerja part time. 

Akhirnya ortu sama Kakeknya bikin macam sayembara gitu buat tiga beradik kakak laki-laki mereka. Siapa yang bisa pertama kali membawa pasangan ke rumah terus menikah, mereka bakal ngedapetin apartemen yang harganya "wuow".



Drakor April 2022

3. “Green Mothers’ Club”

Pemain: Lee Yo Won, Chu Ja Hyun, Kim Kyu Ri, Jang Hye Jin, Joo Min Kyung, Yoon Kyung Ho, Choi Jae Rim, Im Soo Hyung, Roy Choi, Choi Duk Moon, Oh Hee Joon, Park Ye Rin, dan masih banyak lagi.

Tanggal tayang: April 6
Tayang di JTBC setiap Rabu dan Kamis, pukul 10:30 p.m. waktu Korea atau di Netflix pukul 20.30 WIB.

Preview:

Buat mamak-mamak, serial drakor “Green Mothers’ Club” cocok ditonton, nih. Drama ini bercerita tentang bahayanya pertemanan antar orang tua murid di sekolah dasar. Ternyata di Korea ada juga modelan ortu kayak di Indonesia juga, wkwk. Pertemanan orang tua murid bahaya yang kayak gimana sih, di antara mereka itu?

Lee Yo Won, Chu Ja Hyun, Kim Kyu Ri, Jang Hye Jin, and Joo Min Kyung berperan sebagai lima orang ibu yang sangat berbeda tapi berada dalam asosiasi orang tua yang sama di sekolah.

Baca Juga: 6 Cara Mengatasi Trauma Psikologis

4. “Again My Life”

Again My Life

Pemain: Lee Joon Gi, Lee Kyung Young, Kim Ji Eun, Jung Sang Hoon, Choi Kwang Il, Kim Jae Kyung, Hong Bi Ra, Park Chul Min, Kim Hee Jung, Kim Hyung Muk, Hyun Woo Sung, Kim Jin Woo, Lee Soon Jae, dll.

Tanggal tayang: April 8
Tayang di SBS setiap Jumat dan Sabtu pukul Broadcast 10 p.m. waktu Korea atau di Viu pukul 20.00 WIB.

Preview:

Serial drakor “Again My Life” bercerita tentang seorang jaksa muda yang mendapat kesempatan hidup untuk kedua kalinya setelah dibunuh oleh orang suruhan yang berkuasa di negaranya agar bisa mendapat dan menegakan keadilan.

Lee Joon Gi berperan sebagai Kim Hee Woo, seorang pengacara muda yang dibunuh karena dia sedang menyelidiki kasus korupsi seorang politisi yang kemudian mendapatkan kesempatan hidup kedua kalinya. Kim Ji Eun dalam serial Drakor ini berperan sebagai Kim Hee Ah, seorang gadis pintar, jenius, sekaligus anak dari CEO Cheonha Group.

5. “Our Blues”

Pemain: Lee Byung Hun, Shin Min Ah, Cha Seung Won, Lee Jung Eun, Han Ji Min, Kim Woo Bin, Kim Hye Ja, Go Doo Shim, Uhm Jung Hwa, Park Ji Hwan, Choi Young Joon, Bae Hyun Sung, Noh Yoon Seo, Ki So You, dll.

Tanggal tayang: April 9
Tayang di tvN setiap Sabtu dan Minggu pukul 9:10 p.m. waktu Korea atau di Netflix pukul 19.10 WIB.

Preview:

Serial drakor “Our Blues” merupakan drama omnibus-style yang mengambil setting di Pulau Jeju Island. Jadi, Drakor ini nyeritain pahit, manisnya kehidupan para tokoh yang ada didalamnya. Seperti kisah cintanya Lee Dong Suk (Lee Byung Hun) dan Min Sun Ah (Shin Min Ah), Lee Young Ok (Han Ji Min) dan Park Jung Joon (Kim Woo Bin), Choi Han Soo (Cha Seung Won) dan Jung Eun Hee (Lee Jung Eun), dan banyak lagi.

Drama “Our Blues” ini ditulis oleh Noh Hee Kyung yang juga pernah menulis drama “That Winter, The Wind Blows,” “It’s Okay, That’s Love,” “Dear My Friends,” dan “Live.”

Baca Juga: 5 Tips Inspiratif Hidup Shin Min Ah

6. “My Liberation Notes”

Kim Ji Woon

Pemain: Lee Min Ki, Kim Ji Won, Son Seok Gu, Lee El, Lee Ki Woo, dll

Tanggal tayang: April 9
Tayang di JTBC setiap Sabtu dan Minggu pukul 10:30 p.m. waktu Korea atau di Netflix pukul 20.30 WIB.

Preview:

Serial drakor “My Liberation Notes” bikin heboh dunia per-tik-tok-an, nih, gegara Babang Gu yang diplesetin sama netizen +62 jadi Gunawan, kalau lontarin kata-kata bikin hati cewek jadi meleleh gitu.

Serial drakor ini tuh, bercerita tentang tiga beradik kakak, satu laki-laki dan dua perempuan yang merasa jenuh dan sesak dengan kehidupan mereka di desa. Kehadiran Tuan Gu (Son Seok Gu) di kota kecil mereka jadi kisah ke-misterius-an tersendiri di drama ini. 

Lee El berperan sebagai kakak tertua Yeom Ki Jung yang kelelahan karena hidupnya dihabiskan oleh perjalanannya ke dan dari Seoul. Lee Min Ki berperan sebagai saudara tengah Yeom Chang Hee yang didalam hidupnya tidak mempunyai mimpi atau ambisi, dan Kim Ji Won berperan sebagai Yeom Mi Jung si bungsu yang memutuskan untuk membuat perubahan agar bisa membebaskan dirinya dari kehidupannya yang suram dan monokrom.

7. “The Secret House”

Pemain: Seo Ha Joon, Lee Young Eun, Jung Heon, Kang Byul, Lee Seung Yeon, Jang Hang Sun, Bang Eun Hee, Yoon Ah Jung, Ahn Yong Joon, dll

Tanggal tayang: April 11
Tayang di MBC tv setiap Senin-Jumat pukul 7:05 p.m. waktu Korea atau 17.05 WIB.
Total episode 120 dengan durasi tayang tiap episodenya adalah 30 menit.

Preview:

Serial drakor “The Secret House” berkisah tentang balas dendam seorang pengacara yang mencoba melacak ibunya yang hilang dengan mengungkap rahasia di sekitarnya. 

Seo Ha Joon berperan sebagai Woo Ji Hwan, seorang pengacara yang memiliki rahasia yang harus dia sembunyikan di depan keluarganya yang malang karena miskin.

Lee Young Eun adalah cinta pertama Woo Ji Hwan dan ahli bedah Baek Joo Hong. Jung Heon berperan menjadi Nam Tae Hyung, seorang jaksa yang sombong dan memiliki kehidupan yang sempurna, sebut saja uang, keahlian, dan keluarga.

8. “Bravo, My Life"

Pemain: Nam Sang Ji, Yang Byung Yeol, Lee Si Kang, Cha Min Jee, Sun Woo Jae Duk, Park Hae Mi, Lee Han Wi, Kim Hee Jung, Lee Dae Yeon, Im Chae Won, Jo Mi Ryung, Kim Do Kyung, etc.

Tanggal tayang: April 11
Tayang di KBS1 tv setiap Senin-Jumat pukul 8:30 p.m. waktu Korea atau 18.30 WIB.

Preview:

“Bravo, My Life” ini menggantikan serial drakor "The All-Round Wife" yang mengisahkan tentang Seo Dong Hee (Nam Sang Ji) yang berlatar belakang dari keluarga miskin, tapi dia  berkepribadian ceria dan selalu memandang positif kehidupan. 

Dia bermimpi menjadi seorang desainer dan perlahan-lahan dia berusaha untuk mencapai mimpinya itu. Dia memutuskan untuk menjadi ibu dari keponakannya dan membesarkannya sendiri.

Dia juga terlibat dengan Kang Cha-Yeol (Yang Byeong-Yeol). Ayah Kang Cha-Yeol menjalankan perusahaan besar. Ayahnya ingin dia bekerja untuk perusahaannya, tapi Kang Cha-Yeol tidak mau. Dia ingin kembali ke AS, tetapi dia menyadari bahwa dia tidak dapat melakukan apa pun tanpa dukungan keuangan ayahnya. Ayahnya menyuruh Kang Cha-Yeol untuk bekerja selama 1 tahun di perusahaannya.

Aktor Drakor ganteng April 2022

9. “Love All Play”

Pemain: Park Ju Hyun, Chae Jong Hyeop, Park Ji Hyun, Kim Moo Joon, Seo Ji Hye, Lee Chae Min, Bin Chan Uk, Jeon Hye Won, Jo Soo Hyang, In Gyo Jin, Jo Han Chul, Kwon So Hyun, Park Doo Shik, Sung Ki Yoon, dll.

Tanggal tayang: April 20
Tayang di tv KBS2 setiap Rabu dan Kamis pukul 9:50 p.m. waktu Korea dan di Netflix pukul 19.50 WIB

Preview:

Di antara serial drakor yang sudah disebut di atas, “Love All Play” beda sendiri nih, setting ceritanya. Dramanya itu menceritakan tentang olahraga tapi ada romantis-romantisnya gitu. 

Jadi, ceritanya itu kisah seorang laki-laki dan perempuan yang bermain sebagai pasangan bulutangkis, ganda campuran istilahnya, mah.

Park Ju Hyun berperan sebagai Park Tae Yang, mantan atlet Olimpiade yang harus berhenti bermain bulu tangkis karena ada insiden meskipun olahraga itu sebenarnya sangat berarti baginya.

Tiga tahun kemudian, dia mulai mengejar mimpinya sekali lagi. Chae Jong Hyeop berperan sebagai Park Tae Joon, yang hanya melihat bulu tangkis sebagai sebuah pekerjaan saja.

Tapi, ketika dia bertemu Park Tae Yang, pandangan dia mulai berubah, baik sebagai pemain bulu tangkis maupun sisi personalnya. 

10. “Sh**ting Stars"

Pemain: Lee Sung Kyung, Kim Young Dae, Yoon Jong Hoon, Kim Yoon Hye, Sojin (Girl’s Day), Lee Jung Shin (CNBLUE), dll

Tanggal Tayang: April 22
Tayang di tvN setiap Jumat dan Sabtu pukul
10:40 p.m. waktu Korea atau di Viu pukul 20.40 WIB.

Preview:

“Sh**ting Stars” adalah serial drakor komedi romantis yang bercerita tentang orang-orang yang bekerja di belakang layar dari sebuah industri hiburan, salah satu job desknya adalah menyelesaikan kekacauan yang dibuat oleh para bintang asuhannya. 

Buat Sahabat Desi's Corner yang kepo sama dunia dibalik layar hiburan khususnya kisah orang-orang yang berdiri di belakang para selebriti yang bekerja keras dengan seluruh tenaga dan perhatian agar para bintangnya bersinar seperti bintang di langit, cocok banget buat ditonton, nih. 

Lee Sung Kyung berperan sebagai Oh Han Byul, kepala tim PR di sebuah agensi hiburan, sementara Kim Young Dae berperan sebagai musuh bebuyutannya, bintang papan atas Gong Tae Sung yang juga pembuat onar.

11. “From Now, Showtime!”

Serial drama Korea April 2022

Pemain: Park Hae Jin, Jin Ki Joo, Jung Joon Ho, Jung Suk Yong, Go Kyu Pil, Kim Hee Jae, Park Seo Yeon, Jang Ha Eun, Kim Jong Hoon, Cha Mi Kyung, Choi Moo In, Lee Eun Kyul, dll.

Tanggal tayang: April 23
Tayang di MBC Tv setiap Sabtu dan Minggu pukul 8:40 p.m. waktu Korea atau di Viu pukul 18.40 WIB.

Preview:

“From Now, Showtime!” adalah serial drakor komedi misteri yang bercerita tentang pesulap terkenal dan karismatik bernama Cha Cha Woong (Park Hae Jin), yang dapat memanggil hantu, dan seorang polisi yang selalu penuh semangat bernama Go Seul Hae (Jin Ki Joo), dan dia memiliki kekuatan gaib. Mereka bekerja sama untuk memecahkan sebuah kasus.

Jung Joon Ho berperan sebagai Choi Geom, dewa yang telah melindungi keluarga Cha Cha Woong selama beberapa generasi. Jung Suk Yong, Go Kyu Pil, dan Park Seo Yeon berperan sebagai hantu yang dipekerjakan oleh Cha Cha Woong yang nantinya menjadi saksi. Kim Hee Jae berperan sebagai polisi termuda Lee Yong Ryeol, dan Jang Ha Eun berperan sebagai Ye Ji, seorang
dukun.

12. “The Killer’s Shopping List”

Pemain: Lee Kwang Soo, Seolhyun (AOA), Jin Hee Kyung, Shin Sung Woo, Jo Ah Ram, dll.

Tanggal tayang: April 27
Tayang di tvN setiap Rabu dan Kamis pukul Broadcast 10:30 p.m. waktu Korea atau di Viu pukul 20.30 WIB.

Preview:

Serial drakor ini diambil dari novel, “The Killer’s Shopping List” bergenre thriller komedi-misteri.

Dae-Sung (Lee Kwang-Soo) memiliki ingatan yang sangat baik. Dia juga orang yang pemalu. Meskipun dia gagal dalam ujiannya untuk menjadi pejabat publik kelas 9 selama 3 tahun, dia masih tetap belajar dan berusaha agar dapat lulus ujian itu.

Sambil mengisi waktu luang, dia bekerja paruh waktu di MS Mart di pinggiran Seoul, yang dimiliki ibunya Myung-Sook (Jin Hee-Kyung). Pacarnya adalah A-Hee (Seol Hyun) dan dia bekerja sebagai polisi. Baik ibu dan pacarnya mendukungnya.

Suatu hari, kasus pembunuhan misterius terjadi di dekat sebuah gedung apartemen. MS Mart terletak dekat dengan lokasi pembunuhan. A-Hee menyelidiki sendiri kasus pembunuhan itu. Segera, Dae-Sung dan Myung-Sook bergabung dalam penyelidikannya. Satu-satunya petunjuk dari kasus pembunuhan adalah struk dari MS Mart.

13. “Monstrous”

Goo Kyo Hwan dan Shin Hyun Been

Pemain: Goo Kyo Hwan, Shin Hyun Been, Kim Ji Young, Park Ho San, Kwak Dong Yeon, Nam Da Reum, Park So Yi, dll.

Tanggal tayang: April 29
Tayang di TVING dan Viu setiap Sabtu dengan durasi tayang 60 menit di setiap episodenya yang berjumlah 6.

Preview:

Dalam serial drakor "Monstrous", Jung Ki-Hoon (Koo Gyo-Hwan) biasa mencari fenomena supernatural yang aneh sebagai seorang arkeolog. Sebuah kasus tak terduga menyebabkan hidupnya berubah. 

Dia sekarang menerbitkan majalah okultisme Monthly Strange Story dan menjalankan saluran YouTube Monthly Strange Story. Karena mantan istrinya Lee Soo-Jin (Shin Hyun-Bin), ia pergi ke Kabupaten Jinyang dan meneliti "Gwibul" (patung Buddha yang dirasuki roh jahat). Di sana, ia menghadapi fenomena yang sangat aneh dan menakutkan.

Lee Soo-Jin digunakan untuk menguraikan huruf dan simbol sebagai seorang arkeolog. Dia sangat baik dalam pekerjaannya. Tapi, anak tunggalnya meninggal dan kemudian dia pergi ke Kabupaten Jinyang. Di sana, dia mengalami fenomena misterius. Dia mencari jawaban di balik fenomena misterius itu.

Sementara itu, orang-orang Kabupaten Jinyang, termasuk kepala gardu polisi Han Seok-Hee (Kim Ji-Young), putranya Han Do-Kyung (Nam Da-Reum), gubernur Kwon Jong-Soo (Park Ho-San), dan si Trouble Maker Kwak Yong-Joo (Kwak Dong-Yeon) menghadapi fenomena yang sangat aneh, apakah itu?

Nah, dari 13 serial drakor di atas, yang sekarang aku tonton cuma empat, Itu juga cuma yang tayang di tv aja. Nggak sanggup kalau ditonton semuanya. 

Kerenlah serial drakor, produktif banget Korea. Nggak ada matinya nih, kreatifitas mereka. Setiap Minggu selalu ada kabar drakor yang akan diproduksi.  

Semoga aja sinetron Indonesia ketularan produktif, kualitas, juga jumlah episodenya (you know what I mean lah, ya). 

Happy watching Sahabat Desi's Corner.


Referensi:
www.sooompi.com









Wednesday, March 31, 2021

Bob Si Kucing Jalanan, Mengubah Hidup Seorang Pecandu Narkoba

March 31, 2021 14

Bob si kucing
Foto: instagram @streetcatnamedbob. Poster film, wikpedia

Review Film A Street Cat Named Bob 
Sutradara : Roger Spottiswoode
Produser : Adam Rolston
Penulis : Tim John, Maria Nation
Berdasarkan : A Street Cat Named Bob oleh James Bowen
Pemeran : Luke Treadaway, Ruta Gedmintas, Joanne Froggatt, Anthony Head, Caroline Goodall, Bob The Cat
Perusahaan produksi : Stage 6 Films, Shooting Script Films, Prescience, Iris Productions, The Exchange
Tayang : 03 November 2016 (London, penayangan perdana)
04 November 2016 (Britania Raya)
Durasi : 103 menit
Negara : Britania Raya

Bahas kisah inspiratif Bob si kucing jalanan yang mengubah hidup seorang pecandu narkoba, yuk, Sahabat Desi's Corner! Ada yang udah pernah nonton film ini?

Sebetulnya nggak sengaja nonton film yang bintang utamanya kucing. Gegara cuplikan film kucing oren ini bolak-balik nongol di video facebook. Lama-lama penasaran juga. Kucingnya ngegemesin gitu.


Bob Si Kucing Jalanan

Film yang diangkat dari novel berdasarkan kisah nyata pemilik kucing oren ini, James Bowen. Mendapatkan penghargaan sebagai Best British Film di negaranya sendiri, yaitu Inggris pada tahun 2017.

Adalah Bob si kucing jalanan yang masuk ke dalam apartemen James. Dan itu adalah pertemuan pertama yang nggak ngenakin dan nggak ada indah-indahnya. Eeh, dikira bertemu calon pacar kali yak. 😋

Kata orang, kucing itu memilih siapa yang bakal jadi tuannya. Bukan tuannya yang memilih kucing. Betul atau nggaknya, yang jelas teori ini aku alami. Atau memang cuma kebetulan? Nggak tahu juga.

Dari ketidaksengajaan Bob yang mencuri sereal di dapur milik James. Padahal namanya apartemen kan, banyak kamar, ya? Tapi kenapa Si Bob memilih kamar James? Apakah karena jendelanya James terbuka? Entahlah, mungkin memang takdir pertemuan mereka seperti itu.

Meskipun James adalah seorang pecandu yang sedang dalam masa pemulihan. Kerjanya pun cuma mengamen. Makanan layak pun jarang ketemu. Bahkan perlakuan pada dirinya sendiri juga ngenesin. Seperti, ambil makanan sisa dari tempat sampah.

Terus bagaimana James mau pelihara Bob, kucing oren nan lucu dan gemesin itu?

Tanggung Jawab Pada Diri Sendiri dan Bob

Bob kucing jalanan
Foto: James Bowen dan Bob (instagram @streetcatnamedbob)

Bob adalah nama pemberian tetangganya James, Betty. Betty yang seorang penyayang binatang tapi alergi dengan kucing berkata, "kucing oren ini bilang namanya, Bob."

Udah, percaya aja, dah kalau kucingnya bisa ngomong pake bahasa telepati sama Betty. Terus sebutin nama dirinya adalah Bob.

Dengan kekuatan bulan (animasi apa ayo tebak?) James akhirnya memutuskan memelihara binatang lucu ini. Tentu setelah James keliling bertanya dan mencari siapa pemilik si Oren ini di sekitar tempat tinggalnya.

Sahabat Desi's Corner pasti percaya kan, dengan berbuat baik (ikhlas dan tulus) pasti akan mendapat balas kebaikan lagi? Meskipun itu pada hewan.

Seperti yang James lakukan pada anabul (anak bulu) ini. Berbuat baik pada binatang, yang kita tahu nggak bisa balas balik dengan materi bahkan ucapan lisan terima kasih pun nggak bisa. Tapi dia tetap menolongnya karena alasan kasih sayang dan peduli pada sesama makhluk hidup.

Mungkin waktu menolong binatang berkumis ini, James merasa nasibnya sama dengan jenis kucing Bob domestic shorthair. James si anak jalanan dan Bob juga si kucing jalanan juga. Jadi mereka merasa berjodoh untuk melengkapi satu sama lain.

Kepedulian James nggak hanya dengan kasih sayang dan berbagi makanan. Tapi dia juga sampai ngerelain uang hasil mengamen yang nggak seberapa buat beli obat untuk Bob Si Kucing.

Iya, waktu itu Bob terluka karena habis berantem setelah beberapa hari nggak pulang ke apartemen James. Dan Betty menyarankan untuk membawa Bob ke klinik hewan. Klinik hewannya ini gratis, lho.

He eh, gratis. Karena klinik hewan ini dikelola oleh para sukarelawan pecinta binatang. Di negara kita mah, masih jarang klinik hewan yang gratisan yang kayak gini.

Eits, tapi buat obatnya tetap kudu bayar. Ya, kalau gratisan semua, bagaimana klinik hewan itu bisa beroperasi. Nah, disinilah James merelakan uang jatah makan seminggu yang dikasih bapaknya buat menebus obat Si Bob.

Baca Juga: Dua Hati Mudik Untuk Hidup Baru

Melangkah Bersama Mengubah Nasib

Nasib bisa berubah selama kita berusaha. Bahkan takdir pun bisa diubah dengan berdoa. Begitu juga dengan James.

Bob si kucing jalanan akhirnya dibawa mengamen oleh James ke kota, yaitu London. Maklum apartemen yang disediakan bagi homeless letaknya di pinggir kota. Jauh dari peradaban ceritanya.

Ternyata mengamen di tengah kota London yang sibuk bersama Bob. Membawa keberkahan bagi mereka berdua. Pejalan kaki yang berlalu-lalang bukan saja hanya lewat melempar koin seperti kala James mengamen sendiri.

Kali ini para pejalan kaki malah sengaja berdiri menonton James yang mengamen ditemani Bob, si kucing yang ngegemesin ini. Bahkan dari hasil mengamennya, Bob dan James bisa makan layak.

Lama-lama mereka jadi tenar, deh. Sampai akhirnya pihak majalah The Big Issue tempat kerjanya James menjual majalah eceran sewaktu James di score nggak boleh mengamen sama polisi bilang, kalau kisah James bakal laku jika menjadi buku.

Kalau menurut hasil baca-baca, sih. Buku yang ditulis oleh James melalui jasa ghostwriting yang disediakan oleh pihak penerbit Holder & Stoughton ini. Jarak antara James bertemu Bob tahun 2007 ke terbitnya buku tahun 2012 adalah 5 tahun. Dan itu berarti selama lima tahunan James merawat Bob. Hmm, berarti ikatan batin mereka sudah kuat, tuh.

Baca Juga: Review Film Marlina Membunuh Ketakutan

Balasan Kebaikan pun Didapat

Poster film kedua bob si kucing
Foto: poster film kedua Bob dan James (instagram @streetcatnamedbob)

Semua perbuatan akan mendapatkan balasan. Seperti James yang tulus merawat Bob. Siapa sangka, buku A Street Cat Named Bob yang merupakan kisah perjalanan hidupnya alias biografi bisa diterjemahkan kedalam 40 bahasa dan menjadi best seller.

Bahkan empat tahun kemudian novelnya diangkat menjadi film. Dengan perubahan hidup James yang bersih dari narkoba dan dapat membuktikan kalau dia bersungguh-sungguh ingin berubah. James pun akhirnya bisa berbaikan dengan bapak dan ibu tirinya.

Sayang, 16 Juni 2020 lalu, peran Bob untuk menemani temannya James berakhir sudah. Tapi selama 14 tahun kebersamaanya dengan James. Bob telah meninggalkan empat buku yang berisi tentang kisahnya bersama laki-laki berambut gondrong ini. Dan satu film yang selesai produksi dan tayang pada November 2020 kemarin.

Menurut Sahabat Desi's Corner, apakah Bob si kucing jalanan ini dihadirkan untuk mengubah nasib James?

Meski Bob hadir karena ketidaksengajaan. Tapi menurutku mah, Bob dan James memang hadir untuk saling melengkapi. Seperti jodoh yang sudah diatur oleh Tuhan, dimana garis hidup kita sudah tercatat di lauhul mahfudz semenjak kita belum lahir. Jadi jauh teorinya heuheu.

Hikmah dari Kisah Inspiratif Ini

Selalu ada hikmah dibalik kisah atau sebuah cerita. Dan setiap kita punya kisah menarik yang bisa jadi menginspirasi teman atau sekitar kita.

Baca Juga: 5 Tips Inspiratif Hidup Shin Min Ah

Berikut hikmah yang kudapat setelah menonton film ini:

1. Kucing pun bisa menjadi sahabat

Dalam film A Street Cat Named Bob ini. Bob menjadi sahabat seorang pecandu yang sedang menjalani masa penyembuhan. Dalam memilih tuannya, Bob tidak perlu mengenal apakah tuannya itu miskin, pecandu, pengangguran, dan tidak dapat menjamin makannya. Bob hanya perlu tahu kalau tuannya itu punya hati baik dan tulus.

2. Kucing tempat curhat yang oke

Meski kucing tidak dapat menanggapi apa yang kita bicarakan. Tapi segala rahasia dan uneg-uneg yang bikin ngeganjel di hati bakal aman dan nggak bocor ke orang lain.
Seperti James yang selalu mengajak ngobrol Bob tentang kegundahan hatinya.

3. Teman setia dikala susah dan senang

Di film ini, Bob diceritakan menjadi penguat ketika James melalui masa kritisnya untuk terlepas dari kecanduan narkoba.

Bob adalah salah satu alasan dia berjuang sekuat tenaga untuk terlepas dari candu obat terlarang. Dia merasa Bob adalah tanggung jawabnya.

Selama James melewati masa kritisnya. Bob diberi makan oleh tetangganya, Betty. Tapi Bob tidak pernah pergi dari sisi James untuk tinggal di tetangganya itu. Bob tetap setia menemani James sampai dia berhasil sembuh dan bersih dari narkoba.

4. Berbuat baik tanpa pamrih

Mungkin untuk latihan berbuat baik dan nggak perhitungan pada sesama bisa melalui hewan. Kan, Sahabat Desi's Corner pasti tahu. Di zaman sekarang, berbuat baik itu seringnya ngarepin imbalan. Nah, kalau berbuat baik pada hewan, kita cuma mengharapkan imbalan dari Allah.

5. Bertanggung jawab

Memelihara kucing ternyata membuat sang tuan menjadi bertanggung jawab. Seperti James yang rela kehilangan uang makannya demi mengobati Bob yang terluka.

James pun bertekad untuk benar-benar sembuh dari kecanduannya akan narkoba. Apa kabarnya Bob kalau dia nggak bisa lepas dari drug? Yang ada uangnya bukan buat beli makanan Bob atau buat dirinya sendiri. Repot… repot.

Film A Cat Street Named Bob menurutku cukup inspiratif. Meski kisah nyata selama lima tahun dibuat sesingkat mungkin menjadi film. Mungkin aku harus membaca buku tentang Bob si kucing jalanan ini untuk perbandingan.

Meski film ini bertokoh utama seekor kucing. Tetap tontonan ini bukan ditujukan untuk anak-anak. Tapi kalau buat pecinta binatang, khususnya kucing. Nah, baru deh, cocok.

Mau nonton film terakhir Bob si kucing dulu, ah. Eh, sudah ada di layanan nonton gratis belum, ya film kedua Bob ini?





Wednesday, March 24, 2021

Review Buku Cerita Anak (Cernak) Karya Renny Yaniar

March 24, 2021 0

Review buku cerita anak

Judul: Aku Kenal Tetangga-Tetanggaku

Penulis: Renny Yaniar

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Tahun Terbit: 2017

Jenis Buku: Picture Book Anak

Jumlah Hal Buku: 16 hal


Mau review buku cerita anak karya Yenny Yaniar, ah. Lama juga nggak baca buku cerita anak. Kangen. Meski pengin membaca buku fisiknya. Apa daya, pinjam lewat iPusnas pun, jadilah.

Dari sekian banyak judul cerita anak karya Renny Yaniar yang ada di Perpustakaan Nasional Digital. Buku berjudul Aku Kenal Tetangga-Tetanggaku, menjadi pilihan yang pertama untuk dibaca.

Selain pilihan judul, cover bukunya juga terlihat menarik. Dengan seorang anak perempuan lucu berponi yang terlihat gembira memandangi rumah-rumah yang berwarna cerah dan meriah.

Dan memang benar, ceritanya bagus dan penuh pesan. Bahasa yang digunakan juga sederhana dan mudah dimengerti oleh anak-anak PAUD.

POV yang digunakan dalam cerita ini adalah POV satu. Mungkin penulis menginginkan agar anak-anak yang sedang membacanya, bisa merasakan menjadi si tokoh cerita dalam buku tersebut.

Anak perempuan bermata bulat hitam ini bercerita tentang dimana ia tinggal. Ia pun memberitahukan posisi rumahnya di antara sepuluh rumah yang akan diceritakannya nanti.

Mengenal tetangga adalah hal wajib. Seperti Mama yang diceritakan oleh anak perempuan berwajah ceria dalam cerita bertema mengenal tetangga ini. Mama mengajaknya untuk mengenal para penghuni lingkungan dimana mereka tinggal.

Ada seorang nenek yang tinggal sendirian, ada yang berprofesi sebagai pemain biola, ada yang bapak dan ibunya bekerja, lalu anaknya diasuh oleh Mbaknya, ada yang orang tuanya selalu bepergian tugas ke luar negeri, dan beberapa tetangga lainnya, sampai jumlahnya sembilan rumah.

Tokoh anak perempuan berambut bob sebahu ini mendapat banyak pelajaran ketika mengunjungi tetangganya. Seperti:

1. Mengunjungi tetangga disunnahkan membawa buah tangan. Karena membawa buah tangan dapat mempererat kasih sayang sesama tetangga.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Berilah hadiah di antara kalian! Niscaya kalian akan saling mencintai.” (HR. Bukhari)

2. Mengunjungi tetangga adalah sebuah bentuk perhatian dan kepedulian kita sebagai makhluk sosial. Terlebih tetangga sebagai penolong pertama dan terdekat bila kita membutuhkannya dibanding saudara.

3. Mengunjungi tetangga mengajarkan anak untuk bersosialisasi dan mengenal karakter juga profesi tetangga yang bekerja.

4. Mengunjungi tetangga juga mengajarkan anak untuk tahu cara bersikap ketika sedang bertamu. Seperti memberi salam, cara duduk, cara menjawab pertanyaan yang diberikan oleh tetangga, juga tata krama mengambil hidangan yang disuguhkan.

5. Mengunjungi tetangga akan membuat anak mengenal lingkungan dimana ia tinggal. Terlebih sekarang sedang marak-maraknya penculikan anak.


Membuat cerita anak memang susah-susah gampang. Pemilihan kata untuk menjadi kalimat yang mudah dimengerti oleh anak, asli susah pakai banget. Terlebih konflik yang harus dibuat. Lebih mudah membuat konflik untuk cerita remaja atau dewasa dibanding cerita anak. Itu buat aku, sih, ya.

Dari kesembilan tetangga yang dikunjungi oleh anak perempuan berwajah bulat ini. Ada satu orang tetangga yang misterius. Ia dan Mamanya hanya bertemu laki-laki ini kalau pas-pasan di luar rumahnya saja.

Nah, disini konfliknya. Mau tahu Sahabat Desi's corner siapa dia? Ya udah, kalau mau tahu, pinjam aja di iPusnas. Gratis.

Baca Juga: Dua Hati Mudik Untuk Hidup Baru


Buku cernak Renny Yaniar


Judul: Aku Suka Siang dan Malam

Penulis: Renny Yaniar

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Tahun Terbit: 2017

Jenis Buku: Picture Book Anak

Jumlah Hal Buku: 20 hal


Judul review buku kedua cerita anak karya Renny Yaniar yang dibaca sebelum tidur adalah Aku Suka Siang dan Malam. Buku ini adalah buku Seri Pembaca Kecil terakhir yang seluruhnya berjumlah lima buku.

Di dalam buku cerita anak kali ini. Renny sang penulis, menampilkan seluruh anggota keluarga Mima. Mama, Papa, Mia sang kakak, dan Niko, kucing kesayangan keluarga Mima.

Sudah hal biasa kalau anak kecil takut akan malam karena gelap. Tapi disini, lewat Mima, diharapkan anak-anak dapat menemukan bahwa malam juga sama menyenangkannya dengan siang.

Mima begitu senang dengan aktivitas seluruh anggota keluarganya. Dari mulai bangun pagi yang melihat Papanya berangkat ke kantor. Lalu mengantar Kak Mia bersama Mama ke sekolah.

Cerita keseharian Mima bisa jadi dialami oleh anak-anak lainnya. Bisa juga anak-anak yang tidak suka bangun pagi, dapat mencontoh Mima yang menyambut pagi hari dengan gembira. Dikarenakan pagi hari adalah waktu berkumpulnya dengan keluarga meski cuma sebentar.

Berkumpul dengan keluarga kan, nggak mesti harus menunggu weekend. Bisa jadi, aktivitas pagi yang cuma sebentar di meja makan adalah waktu yang berkualitas untuk keluarga.

Pada siang hari sampai sore. Mima tetap bahagia. Karena ia dapat melihat Kak Mia yang sedang belajar. Juga Mama yang asyik membaca buku. Terlebih di luar rumah, Mima dapat melihat orang berlalu-lalang. Ramai. Mima suka siang hari, dimana sinar matahari menerangi bumi.

Ketika hari menjelang sore dan matahari mulai tenggelam. Mima merasa takut. Takut akan gelap. Tapi Mama menenangkan Mima, bahwa malam pun sama indahnya dengan siang.

Indah bagaimana yang dimaksud Mama, nih? Cuzz lah ke pinjam ke iPusnas kalau mau tahu kenapa Mima akhirnya nanti jadi suka malam hari.

Baca Juga: Review Buku Untuk Pemula Bersama iPusnas


Membaca buku cerita anak buatku seperti mengistirahatkan penat dan kejenuhan pada aktivitas harian. Tidak perlu berpikir rumit untuk bahagia. Itu yang kurasa ketika selesai membaca buku anak ini.

Terlebih aku membaca buku-buku elektronik ini menjelang tidur. Dalam waktu kurang dari setengah jam, aku bisa menyelesaikan dua buku cerita anak.


Bagaimana dengan Sahabat Desi's Corner, apakah masih suka membaca buku anak meski tidak punya anak kecil lagi?








Sunday, January 10, 2021

Film Balada Si Roy dari IDN Pictures Tayang Tahun Ini

January 10, 2021 0

Novel Balada Si Roy

Ada yang seangkatan dengan Si Roy? Aku ngaku, nih. Waktu Balada Si Roy pertama kali tayang di Majalah Hai tahun '88. Aku duduk di kelas dua SMP, lho (antara bangga dan tengsin ketahuan lama tinggalnya di dunia).

Nggak lama cerita Si Roy ditayangkan secara berkala di Majalah Hai. Pada awal tahun 90-an, terbitlah Balada Si Roy dalam bentuk novel.

Tokoh laki-laki tampan, cool, cuek tapi penuh kasih sayang yang diciptakan oleh Gol A Gong, seakan mencerminkan kisah para pemuda pada zamannya. Meski tidak dipungkiri, kisah petualangan yang dijalani Roy tetap masih berlaku hingga saat ini.

Duh ini, mah, kayak aku waktu masih SMA gitu. Paling seneng kalau cowok itu cool, cuek tapi sebenarnya care banget sama cewek. Semoga suami nggak baca tulisanku ini. Kalau baca, bisa geer dia. Soalnya doi dulu itu termasuk cowok yang cool, bandel (tapi banyakkan Roy bandelnya), dan lumayan cakep lah, ya.

Komunitas Balada Si Roy


Pemain utama terpilih IDN pictures

Saking kerennya karya yang ditulis oleh Gol A Gong ini. Sampai-sampai terbentuklah komunitas yang dikenal dengan sebutan SBSR (Sahabat Balada Si Roy).

Komunitas SBSR yang salah satu inisiatornya adalah Daniel Mahendra menyebutkan bahwa anggotanya sudah mencapai angka 1982. Jumlah amazing untuk cerita lawas yang ngetop pada tiga puluh tahun lalu ini.

Bahkan sekarang, para penggemar karya penulis yang berasal dari Banten ini semakin excited, kala IDN Pictures secara resmi pada November tahun 2019 lalu, memublikasikan judul proyek perdananya itu.

Tanpa struktur organisasi, membuat kedekatan para anggota komunitas ini semakin kuat karena tidak ada hierarki. Sehingga kemanapun anggota SBRS ini pergi dan bertemu dengan sesama anggota di berbagai kota. Mereka tetap bisa berbagi cerita.

Buat menghilangkan penasaran, meski IDN Pictures sudah secara resmi mengumumkan deretan nama pemain film Balada Si Roy melalui sebuah konferensi pers virtual Desember 2020 lalu. Aku tetap pingin intip lebih detail lagi lewat IG nya IDN Media tentang Si Roy ini.

Wuish, pemeran utama cowoknya Abidzar Al Ghifari 'bo. Film perdana buat anaknya Uje, nih. Posternya keren. Abidzar berpose dengan tas ransel ditemani seekor anjing herder. Rel kereta api sebagai latar foto, seakan menggambarkan sosoknya memang seorang backpacker traveller gitu.

Aku suka film petualangan kayak gini. Apalagi backpacker-an, jadi ada tantangannya gitu untuk sampai di tujuan. Minimnya dana untuk berpetualang menjadi sensasi tersendiri ketika harus mencari tebengan kendaraan. You know what I mean la, ya. 😋

Film Perdana IDN Pictures


Konferensi pers pengumuman pemain

Meski film perdana, IDN pictures nggak tanggung-tanggung buat memilih para tokoh untuk bermain di film yang akan syuting di sekitar Banten, Serang, dan Rangkasbitung ini. 

Seru nih, kalau filmnya bertabur bintang seperti, Feby Rastanti sebagai Ani yaitu lawan main Abidzar. Ditambah Bio One, Zulfa Maharani, Sitha Marino, Maudi Koesnaedi, dan masih banyak lagi.

Ah, yakinlah aku mah, kalau anak milenial Gen Z pasti kenal dengan nama-nama di atas. Bukan kayak aku, yang tahunya cuma Maudy Koesnaedi aja (seangkatan soalnya).

Film kisah hidup perjalanan Si Roy ini bakal disutradarai oleh Fajar Nugros sekaligus Head of IDN Pictures. Tahu kan, Fajar Nugros? Itu lho, yang menyutradarai film Cinta Brontosaurus, Yowis Ben, Moammar Emka's Jakarta Undercover, dan beberapa film layar lebar lainnya.

Nugros begitu biasa disapa, juga merupakan seorang pembaca setia juga penggemar karya Gol A Gong semenjak dia masih duduk di bangku SMA.

kutipan Nugros

Tuh, kan, kebayang deh, senangnya Mas Nugros bisa menerjemahkan bacaan kesukaan zaman unyu-unyunya ke dalam film. Serasa mimpi menjadi nyata.

Dulu cuma penggemar yang belum kesampaian bertemu dengan Gol A Gong. Sekarang malah kerja bareng dengan penulis pujaannya untuk mewujudkan tokoh utama dalam visualisasi.

Film besutan IDN Pictures ini juga diproduseri oleh Susanti Dewi. Sosok wanita yang juga partner hidup dan partner kerja Nugros. What a kompaknya suami-istri ini. Mau dibilang pasangan yang tak terpisahkan. Tapi mereka kerja bareng menghasilkan karya.

Santi begitu dia disapa, menyukai film yang bercerita tentang hubungan. Baik itu hubungan dengan orangtua, dengan pasangan, atau cerita drama dan keluarga.

Dikarenakan itulah, Santi sebagai produser dari tokoh legendaris yang akan difilmkan ini, merasa tertantang untuk dapat merealisasikan ekspektasi penggemar, agar cerita dari buku tetap dapat ‘hidup’ di dalam film.

Kutipan Santi

Gimana, gimana, penasaran kayak apa filmnya? Tenang, bukan Sahabat Desi's corner aja yang kepingin nonton film ini. Aku juga nggak sabar pingin lihat visualisasi cowok cool kayak Si Roy ini.

Kata IDN Pictures, proses persiapannya sudah ada di tahap akhir. Dan bulan ini. Iya, Januari, syutingnya bakal dimulai. Artinya film Balada Si Roy ini bakal tayang di tahun ini juga.

Mari kita doakan, semoga proses syuting berjalan lancar dan selesai dengan mulus sampai siap tayang. Semua aktris, aktor, kru film, dan jajaran yang terlibat didalamnya diberikan kesehatan. Karena aku tahu, bukanlah hal mudah syuting di tengah pandemi gini.









Monday, December 28, 2020

Dua Hati Mudik untuk Mulai Hidup Baru

December 28, 2020 2


Mudiknya dua hati

Foto: instagram/@lifelike


Sutradara : Adriyanto Dewo
Produser : Perlita Desiani
Penulis : Adriyanto Dewo
Pemeran : Asmara Abigail, Putri Ayudya, Ibnu Jamil, Yoga Pratama
Perusahaan produksi : LifeLike Pictures
Distributor: Mola TV Agustus 2020
Durasi : 93 menit
Rating dariku : 4.0 dari 5.0

Saturday, December 5, 2020

Marlina Membunuh Ketakutan untuk Harga Diri dan Keadilannya

December 05, 2020 6
Poster film marlina membunuh ketakutan

Foto: instagram Marsha Timothy


Judul film: Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak
Sutradara: Mouly Surya
Penulis: Mouly Surya & Rama Adi
Pemeran: Marsha Timothy, Dea Panendra, Yoga Pratama, Egi Fedly
Produksi: 2017, Cinesurya, Kaninga Pictures, HOOQ Original
Penghargaan: FFI Terbaik 2018, Festival Film Sitges (Aktris Terbaik), Tokyo Fimex, Penghargaan Maya.

Apa yang ada di benak sahabat Desi's corner dengan judul Marlina membunuh ketakutan untuk harga diri dan keadilan di atas?

Kenapa takut adalah hal yang harus dibunuh oleh Marlina? Apa yang dipertahankan oleh Marlina, sehingga membutuhkan keadilan?

Jujur, sih, aku jarang banget sengaja nonton film Indonesia. Kalau pas diputar di tv aja baru nonton. 

Aku, mah, yang sengaja nonton dan banyak dicari judul drakor. Nggak seimbang banget wawasan yang aku "koleksi".

Sepertinya kemungkinan besar, setelah menonton film Indonesia ini. Aku mau lebih adil lagi dalam hal menonton antara film lokal, film luar, dan drakor. Supaya aku nggak ketinggalan lagi dengan perkembangan produksi film nasional.

Kalau bukan kita sebagai penghuni asli wilayah Indonesia. Siapa lagi yang bakal bisa menghargai karya anak negeri?

Semangat banget, ya, aku.

Film yang terpilih menjadi wakil di ajang piala oscar ini, asli bikin aku mikir.

Mungkin ciri khas cerita film pemenang FFI seperti ini. Kita sebagai penonton diajak untuk menyambung cerita dan berpikir dari adegan-adegan yang ditampilkan.

Seperti, saat film baru dimulai. Marlina yang diperankan oleh Marsha Timothy kedatangan tamu. 

Aku kurang jelas menangkap percakapan mereka berdua.  Coba mencari subtitle bahasa Inggrisnya nggak dapet. Maksudnya biar aku belajar juga bahasa Inggris gitu. 

Logat Sumba bercampur sedikit bahasa daerah sana, membuatku seperti putus cerita di awal film.

Aku mencoba menerka percakapan tokoh utama Marlina yang diperankan oleh Marsha Timothy dan Egi Fedly ini dari gerak-gerik mereka.

Marlina Membunuh Ketakutan

Rampok bertamu

Foto: Instagram Marsha Timothy

Bukit Tanarara sebagai lokasi syuting film sungguh amat cantik. Seperti di film-film barat gitu.

Rumah kediaman Marlina yang merupakan seorang janda berada di bukit ini. Dengan rumah panggung, berdinding kayu dan bilik.

Di halaman depan rumah tanpa pagar. Ada nisan bertuliskan nama Topan.

Ruangan di dalam rumah pun hanya terdiri dari empat ruangan. Itu sejauh yang kulihat dalam cerita di film ini. Satu kamar tidur, ruang tengah, dapur, dan satu kamar berukuran kecil yang nantinya akan diiisi oleh tubuh-tubuh penjahat yang dibunuh oleh Marlina. 

Tidak kulihat jam di dinding atau petunjuk angka untuk menentukan kejadian di awal cerita ini. 

Aku hanya bisa menerka kalau tamu tak diundang itu, minta dibuatkan sup ayam untuk makan malam.

Jadi, ya, aku mengira-ngira, hari kejadian Marlina dirampok adalah sore menjelang malam. 

Saat itu, Marlina tidak memersilakan masuk tamu laki-laki berambut gondrong yang datang ke rumahnya. 

Tamu pun masuk ke dalam rumah tanpa dicegah oleh Marlina. Seakan-akan Marlina tahu kalau melawan akan sia-sia.

Setelah tamu bertubuh kurus itu duduk dengan tenang di ruang tengah. Marlina menanyakan maksud kedatangan tamu tersebut.

Tamu dengan wajah agak bengis itu menjawab, "aku mau ambil uangmu."

Ini, nih, ciri khas perampok jujur. Tuan rumahnya juga terlihat pasrah dengan wajah dibuat dingin, tenang, dan tanpa perlawanan. 

Seakan kejadian seperti ini memang biasa terjadi di wilayah itu. 

Padahal kepala perampok yang datang naik motor. Ia bilang akan ada enam orang lagi yang akan datang.

Si kepala perampok yang belakangan dipanggil Markus. Dengan terus terang kalau ia dan teman-temannya juga mau tidur bareng Marlina.

Cerita film ini minim percakapan. Alhasil, aku banyak menyambung cerita dari adegan-adegan yang aku lihat.

Mungkin hasil sambungan cerita kita bakal sedikit berbeda kalau kita sama-sama nonton.

Wajah Marlina dihadapan perampok boleh tenang. Tapi waktu di dapur pas mau masak sup ayam. Wajah Marlina terlihat gusar, cemas, takut, dengan apa yang diucapkan Markus.

Marlina mondar-mandir di dapur. Wajah bingungnya terlihat sedang berpikir keras.  

Menurut sahabat Desi's corner apa yang akan dilakukan Marlina?

Menghadapi tujuh orang perampok seorang diri. Dan juga yang akan memerkosa dirinya. Hanya ditemani oleh suaminya yang terbujur kaku duduk di pojok ruangan.

Perempuan memang fisiknya lemah. Tapi dengan kemampuan berpikir dan the power of kepepet. 

Marlina dapat menaklukan lima orang laki-laki yang merampok hewan ternak dan harga dirinya.

Yaitu, dengan menaruh racun di sup ayam. 

Sehingga empat orang perampok mati seketika, setelah menyantap makan malam dengan sayur sup ayam. 

Sedang kepala perampok dipenggal kepalanya oleh Marlina, saat ia sedang memerkosa dirinya. 

Keadilan yang Semu

Marlina dan perampok

                       Foto: Instagram Marsha Timothy

Dua orang perampok lainnya sedang pergi ke kota. Dengan sebuah truk mereka membawa 10 ekor sapi, 10 ekor babi, 7 ekor ayam milik Marlina untuk dijual ke kota.

Setelah Marlina memenggal kepala perampok. Ia pun pergi ke kota untuk melaporkan perampokan, pemerkosaan, dan menyerahkan diri sambil membawa kepala Markus.

Ditemani temannya yang sedang hamil sepuluh bulan nggak lahir-lahir. Marlina naik angkutan umum berupa truk yang kursinya berupa susunan papan.

Nggak tahunya dua orang yang merupakan anak buah Markus itu menyusul Marlina. 

Tapi Marlina berhasil meloloskan diri ditolong teman hamilnya itu.

Untung ada kuda yang bisa dipakai Marlina melanjutkan perjalanan. 

Dalam perjalanannya, Marlina berpas-pasan dengan truk angkutan penumpang yang lewat satu jam sekali di Bukit Tanara. 

Dan para penumpang truk yang melihat Marlina naik kuda dengan sebuah kepala tergantung. Cuma bisa melihat dan melewatinya tanpa ada pertanyaan. Mengapa dan untuk apa ia membawa sebuah kepala di kudanya. 

Hmm, mungkin di sana sudah terbiasa kali, ya. Nggak tahu juga, deh.

Sesampainya di kantor polisi. Marlina lapor kalau dirinya dirampok dan di perkosa. Ia nggak bilang kalau udah membunuh lima orang dari tujuh perampok itu.

Sayang, karena keterbatasan peralatan, personil, dan hal lain untuk olah TKP yang membutuhkan waktu. Polisi nggak bisa cepat menindak lanjuti kasus Marlina.

Ya sudah, akhirnya Marlina memutuskan pulang, bersama kepala Markus yang nggak dikasih lihat ke petugas polisi.

Menambah Wawasan

Selain jalan cerita yang aku buat sendiri melalui adegan. Aku juga mencari tahu maksud dari beberapa dialog dan kebiasaan penduduk asli Sumba.

. Seperti pada saat Novi yang diperankan oleh Dea Penandra. Ia difitnah oleh Franz, anak buah Markus yang ingin menuntut balas pada Marlina.

Mantan finalis Indonesia Idol 2010 ini difitnah tidur dengan laki-laki lain oleh Franz. Fitnah yang dilontarkan oleh Franz adalah bukti ancaman. Dikarenakan Novi tidak mau memberi informasi dimana keberadaan Marlina.

Suami Novi yang terhasut dengan fitnah itu percaya. Usia kandungan yang lebih dari 10 bulan yang dikandung istrinya.  Dikarenakan bayi yang sungsang dalam kandungan Novi. Dan itu disebabkan istrinya selingkuh dengan laki-laki lain.

Kalau aku, sih, menanggapi kejadian ini, miris banget. Pengetahuan tentang kehamilan ternyata masih dikaitkan dengan mitos-mitos yang memberatkan kaum perempuan.

Dan memang di Sumba masih ada yang seperti itu. Daerah terpencil minim tersentuh oleh pendidikan baik formal maupun informal (penyuluhan).

Sumba pun masuk kedalam wilayah provinsi tertinggal dalam data pemerintah.

. Ada yang ingat aku menyebut di ruang tengah ada jenazah duduk terbujur kaku?

Iya, itu suami Marlina yang sudah meninggal. Di Sumba itu biaya pemakaman mahal banget. Bisa melebihi biaya membangun sebuah rumah. 

Tidak heran jika adat di Sumba bisa membiarkan jenazah hingga bertahun-tahun tidak dikubur. 

Suami Marlina disini tidak dijelaskan apa sebab ia meninggal. Ia hanya diselimuti oleh kain adat.

Menurut adat Sumba, kain yang terbuat dari serat alami sudah mengandung zat pengawet. Tubuh jenazah pun sebelumnya sudah diawetkan dengan kapur sirih dan tembakau.

. Kapur sirih dan pinang (happa) adalah sajian untuk tamu yang datang ke rumah. Seperti pada adegan awal. Markus si perampok minta disuguhkan sirih dan pinang pada Marlina. Karena ia menganggap dirinya tamu.

Akhir Cerita

Marlina yang kembali ke rumah karena diminta Novi, sudah ditunggu pula oleh Franz.

Franz yang menunggu kepala Markus untuk disatukan kembali dengan tubuhnya.

Novi terlihat mulai gelisah dengan firasat buruk yang akan terjadi. Perutnya mulai kontraksi.

Franz yang minta dibuatkan sup ayam terdengar sedang berusaha memerkosa Marlina.

Tanpa berpikir panjang ia mengambil sebilah pedang. Lalu menuju kamar dimana Franz dan Marlina berada.

Nafas Novi yang tersengal-sengal karena kontraksi membuatnya bersemangat. Ia ingin cepat menyudahi niatnya. Perutnya sudah tidak tertahankan lagi.

Ketika Novi membuka pintu. Tidak berpikir lama, ia menebas kepala Franz yang ada di atas tubuh Marlina.

Setelah pemenggalan kepala itulah, Novi melahirkan. Emosi si ibu ternyata membuat bayi yang berumur sepuluh bulan itu keluar.

Kayaknya kalau ditulis cerita film ini bakal ngelebihin naskahnya, deh.

Asli dialognya sedikit banget. Sisanya kita harus menerjemahkan sendiri. 

Menurut aku, sih, seru filmnya. Kita sebagai penonton seperti diajak untuk berperan sebagai tokoh dalam film itu. 

Gimana kalau sahabat Desi's corner nonton sendiri kisah Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak ini.

Mungkin aja review film tentang Marlina Membunuh Ketakutan ini bisa jadi berbeda dengan sahabat Desi's corner semua.