Showing posts with label Perjalananku. Show all posts
Showing posts with label Perjalananku. Show all posts

Tuesday, November 23, 2021

Puasa Ngeblog Karena Pindah ke Lain Hati Menulis ala Jurnalistik

November 23, 2021 0

Akutu puasa ngeblog kurang lebih dua bulanan gitu. Puasa ngeblog bukan berarti berhenti menulis. Masih tetap nulis, kok. Tapi ya gitu, nulisnya pindah ke lain hati alias coba tulisan jenis baru sekaligus platform baru. 

Aku puasa ngeblog juga ada alasannya, kok. Serius, deh, malahan dua rius, nih. Meski akhirnya ngomong sama diri sendiri. Kemana konsisten yang dijanjikan saat awal ngeblog dulu?

Ternyata in-konsistennya karena penyakit lama menulis terulang lagi. Aku tuh, gampang banget pindah ke lain hatinya. Bukannya nggak puas dengan hasil tulisan di blog atau lelah karena ekspektasi yang tak kunjung tercapai.

Kalau dari hasil MCUB (Medical Check Up Blog), sepertinya aku bisa menyimpulkan sebab, alasan, big why, ngeles, lari, dan semacamnya dari rutinitas ngeblog.

Baca Juga:   

Kenapa Menulis di Blog? Simak 9 Alasan Ngeblog Ala Desi's Corner


Ini penyebab puasa ngeblog sampai akhirnya pindah ke lain hati:

1. Domain blog belum pulih

Pelajaran buat aku yang baru belajar ngeblog terus tergiur dengan harga domain murah. Alhasil dari konsultasi dengan Coach Marita dan teman-teman di Blogspedia.

Saran mereka katanya lebih baik untuk tidak diperpanjang karena domain yang didapat itu jatuhnya ilegal.

Ya masa, aku berbagi cerita tapi sarananya ada yang nggak halal? Aku kan, jadi takut gitu.

Jadi aja, aku nggak semangat nulis di blog lagi yang berakhir jadi puasa ngebog, deh.

Kejadian ini kualami kira-kira bulan Maret atau April gitu. Dan akhirnya aku memutuskan untuk mengganti nama domain dari desinoviany.com menjadi inirumahtangga.com. 

Penggantian nama domain disebabkan, domain lama tidak dapat dipulihkan kembali karena sudah ada yang mengambil.   

2. Nggak dapat job

Imbas dari domain yang belum pulih menyebabkan aku susah dapat job. Padahal waktu itu aku lagi semangat-semangatnya ngeblog.

Sudah mulai menghasilkan cuan dari blog desinoviany.com itu. Sekarang, jadi pupus, deh.

Alhamdulillah, perlahan job mulai dapat lagi walau belum rutin. Tapi, seenggaknya nama blog baruku mulai merambah ke dunia content writer dan dikenal walau baru seujung kuku. 

3. Pindah ke lain hati

Ada kesempatan yang datang untuk belajar menulis gaya lain. Yaitu jurnalistik.

Akhir September 2021, aku mengikuti kelas jurnalistik yang diadakan oleh Promedia selama satu minggu.

Nah, sekarang ini aku sudah bergabung dengan salah satu portal berita tersebut.

Target menulis artikel perhari yang lumayan padat, membuat aku akhirnya puasa ngeblog.

Ini juga menulis di blog lagi seperti asing. Banyak lupa cara menulis yang harus sesuai kaidah SEO.

Kayaknya harus buka contekan, deh.

Sebentar yak, Rembo bunyi mulu nih, ngajak main.

4. Lelah

Lelah karena belum terbiasa dengan menulis di bidang baru dan belum bisa mengatur waktu dengan baik. 

Menulis ala Jurnalistik dengan Segala Persyaratannya


Hampir dua bulan menulis di portal web berita tapi belum ada satu bulan pun aku mencapai target tulisan.

Harusnya kalau mengikuti peraturan kan, satu hari menulis artikel sebanyak 10. Tapi minimal boleh lah, menulis 7 artikel.

Dengan jumlah hari kerja Senin - Sabtu dan 8 jam kerja. Kalau di total mengikuti minimal artikel yang harus dikirim, berarti per bulan aku seharusnya sudah mencapai kurang lebih 7 x 24 = 168 artikel.

Jumlah artikel tersebut kalau dicapai dalam waktu tiga bulan. Aku berhak mendapatkan sertifikat kelulusan dan mendapat kartu pers.

Apa daya, meski biasa menulis di blog dengan minimal 800 - 1200 kata. Tapi untuk menghasilkan artikel sebanyak 7 artikel per hari, aku nggak sanggup.

Padahal sudah dibantu dengan menulis artikel rutin yaitu prakiraan cuaca. Meski pada praktiknya, menulis tentang cuaca pun aku sering bingung karena setiap tulisan yang dihasilkan tidak boleh melebihi 30% dari hasil duplicate checker.

Keterbatasan sumber berita buat aku yang pemula baru terjun ke dunia jurnalistik juga penyebab kesulitan mencapai target artikel per hari.

Kadang hampir setengah hari aku riset mencari sumber berita. Akhirnya setelah mendapat berita, akunya lelah sebelum mulai menulis.

Memang baru mau dua bulan aku bergabung dengan urbanjabar.com. Usaha juga belum maksimal karena masih meraba seluk-beluk dunia jurnalistik.

Beruntung Pimrednya baik dan bantu banget ke para content creatornya dengan memberi keyword untuk menulis artikel. Sedikitnya aku dapat titik terang ide buat menulis, deh.

Jujur, aku jatuh bangun karena perbedaan antara menulis di blog dan portal web berita ini. Tapi aku nggak mau melewati kesempatan ladang ilmu baru yang sudah kudapat.

Sekarang aku sedang mengatur waktu agar puasa ngeblog yang kulakukan ini tidak berkepanjangan. Dan diharapkan aku bisa mengimbangi dengan medan baru yaitu menulis ala jurnalistik gitu.

Semoga artikel selanjutnya aku berkesempatan menulis tentang pengalamanku di dunia baru yang sedang kujalani ini.




Sunday, September 26, 2021

PTM Terbatas TK Bunga Bangsa Islamic School Bekasi, Orang Tua Murid: Saya Lega

September 26, 2021 0

PTM terbatas TK dan Paud

Ada apa, nih, aku mengangkat tema Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas? Jarang-jarang lagi gaya tulisannya straight news begini. 

Sebenarnya tulisan di bawah adalah tugas akhir ikut kelas jurnalis. Kepingin tahu aja kalau gaya menulis berita itu kayak gimana.

Judul di atas kalau buat media online maksimal 100 karakter. Tapi karena posting di blog, dikurangin, deh. Waktu ikut kelas Blogspedia, kan, Coach Marita bilang judul jangan lebih dari 70 karakter. 


Menurut Sahabat Desi's Corner gimana penulisan gaya jurnalisku? 

Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas TK Bunga Bangsa Islamic School Bekasi, Orang Tua Murid: Saya Lega

Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas di TK Bunga Bangsa, Bekasi, baru saja dilaksanakan pada, 20 September 2021.

PTM Terbatas ini sesuai dengan Surat Edaran Wali Kota Bekasi Pada Nomor: 420/6378/Setda.Tu tentang PTM Terbatas masa pandemi Covid-19 pada Satuan Pendidikan Paud, SD/MI, dan SMP/MTS se-Kota Bekasi Tahun Ajaran 2021/2022.

Penjelasan PTM Terbatas seperti dikutip oleh reporter dari Disdik Kota Bekasi, 31 Agustus 2020 bahwa pada, 1 September 2021 telah dilakukan pembelajaran tatap muka untuk tingkat SMP terlebih dahulu. Kemudian tanggal 6 September 2021 untuk tingkat SD dan 20 September 2021 PTM Terbatas diberlakukan untuk TK dan PAUD.

Keputusan dilakukannya PTM Terbatas di Kota Bekasi dikarenakan Kota Patriot ini sudah berstatus level 3 pada masa PPKM (pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat).

Baca Juga : 5 Tips Ibu Bahagia Selama Pandemi

Berdasarkan tabulasi data pengendalian covid-19, kondisi existing per tanggal 29 Agustus 2021 wilayah Kota Bekasi dari RT yang sudah zona Hijau ada 6.886 (96,51%), untuk yang masih zona Kuning ada 249 RT (3,49%), dan angka kesembuhan (98%).

Meski begitu pihak sekolah harus membatasi jumlah peserta didik maksimal 50 persen dari total siswa di tiap satuan pendidikan pada saat melakukan PTM Terbatas.

Tiap kelas atau rombongan belajar hanya diperbolehkan diisi maksimal 18 siswa agar dapat menerapkan jaga jarak minimal 1,5 meter.

Salah satu orang tua murid dari TK Sekolah Bunga Bangsa, Rika, sangat bersyukur anaknya bisa belajar tatap muka meski terbatas.

"Saya lega sekolah sudah tatap muka lagi. Nggak apa seminggu tiga kali ke sekolahnya. Kasian anak saya. Bete katanya kalau belajarnya lewat laptop terus," ucap Rika ketika ditanya oleh reporter tentang tanggapan PTM Terbatas di kediamannya yang berlokasi tidak jauh dari reporter tinggal.

TK Bunga Bangsa Islamic School adalah sekolah Islam yang berlokasi di komplek kavling Masjid Jami Bunga Bangsa Bekasi yang beralamat di Jl.KH. Agus Salim No 206 RT 001 RW 08 Kelurahan Bekasi Jaya kecamatan Bekasi Timur.

KB & TK Bunga Bangsa Islamic School  mempunyai misi, menjadi pusat pengembangan anak usia dini yang berbasis pada pengembangan kecerdasan jamak untuk menghasilkan generasi Islam yang unggul sebagai penerus bangsa. (***)


Gimana menurut Sahabat gaya penulisan jurnalisku di atas tadi? 

Menurutku, sih, kalau disimak penulisan gaya berita di atas. Kayaknya nggak jauh beda sama artikelku yang lain, yak? 

Kalau di blog kan, suka-suka mau menulis pakai gaya apa aja. Entah itu gaya menulis yang dipakai, lugas, kaku, model ngobrol, atau yang lainnya.

Ya, seenggaknya aku tahu lah ya, gaya jurnalis menulis berita itu kayak gimana. Seperti judul tugas liputan lapangan, Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas TK Bunga Bangsa Islamic School Bekasi, Orang Tua Murid: Saya Lega.

Coba belajar menulis straight news lagi, ah. 


Wednesday, March 10, 2021

6 Perbedaan ODOP Blogger Squad Tahun 2020 dan Tahun 2021

March 10, 2021 2


Komunitas Blogger ODOP

Sudah tahun kedua aja bergabung di ODOP Blogger Squad. Terasa banget perbedaan suasana grup antara tahun lalu dan tahun ini. Terlebih materi tentang blog yang lebih matang dan mantap dibanding tahun sebelumnya.

Baca Juga: Ilmu dari Blogger Squad ODOP

Berikut 6 Perbedaan Grup ODOP Blogger Squad Tahun 2020 dan 2021:

1. Syarat Bergabung

Kalau tahun lalu, syarat bergabung dengan dengan grup Blogger dari ODOP ini, adalah niat belajar bersama paling utama. Kemudian di dalam perjalanannya barulah menentukan dan memilih niche blog. Meningkat lagi di pertengahan tahun, para PJ mewajibkan para pesertanya untuk membuat blognya menjadi TLD.

Maka tahun ini, syarat bergabung yang menurutku dikhususkan untuk blogger pemula ini adalah, mewajibkan para pesertanya untuk membuat blognya TLD terlebih dahulu sebelum kelas dimulai.

Baca Juga: Template Blog Kudu SEO Bikin Aku Merem Melek

2. Melatih Kekonsistenan Menulis

Kalau tahun kemarin, hampir setengah tahun setiap peserta diminta untuk konsisten menulis dengan tema yang sudah diberikan oleh tim PJ. Dan temanya itu seputaran masalah keseharian.

Nah, tahun ini tema juga sudah ditentukan oleh PJ. Tapi, pas awal dimulai kelas ODOP ini, kita para peserta sudah diwajibkan menulis sesuai SEO.

Jumlah kata yang ditulis pun meningkat, dari 300 kata menjadi 500 kata untuk kelas ODOP Blogger Squad tahun ini. Menurut penjelasan para PJ, 500 kata adalah jumlah minimal agar tulisan kita dapat terdeteksi oleh Babang Google.

Baca Juga : 9 Alasan Ngeblog Ala Desi Corner

3. Semakin Berkelas

Tahun ini, kelas blog yang diadakan oleh ODOP materinya semakin berbobot dan sistematis. Terasa makin berkelas ODOPku sekarang. Bangga bisa bergabung dengan para pesertanya yang sebagian besar sudah blogger profesional tapi masih mau belajar bareng dengan aku yang masih pemula ini.

Ini materi yang kuterima dari kelas Blogger ODOP selama dua bulan ini:

- Panduan Cara Membuat Blog Menjadi TLD

Mbak Marita memberikan penjelasan melalui Blogspedia untuk Blogpspot dan Mbak Jihan untuk Wordpres tentang cara membuat blog menjadi TLD bagi peserta yang baru membeli domain. Tenang, disini para PJ dan peserta yang sudah berpengalaman memasang TLD blog, siap membantu para peserta yang kebingungan memasang TLD meski materi sudah diberikan. Tanya jawab seputar pemasangan TLD ini terbuka 24 jam. Bebas merdeka sampai mengerti.

Baca Juga : Rasanya Memasang TLD di Blog

- SEO Onpage 

Materi ini diberikan oleh Mbak Jihan pada saat kelas dimulai. Berbeda dengan kelas blog ODOP tahun lalu dimana materi SEO ini diberikan hanya melalui obrolan dalam grup bukan dalam bentuk materi utuh. 
Tuh kan, makin keren kan, kelasnya.

Mengapa materi SEO diberikan di awal kelas? Menurutku sih, materi ini diberikan di awal agar kami, para anggotanya kelak terbiasa menulis sesuai kaidah SEO. 


- Memasang Google Analytics (GA) 

Memasang GA setelah blog menjadi TLD  adalah tugas berikutnya. Lagi-lagi di materi ini, kami dijelaskan secara detail oleh Mbak Marita. Mulai dari cara memasang sampai cara membaca GA tersebut. 
Pusiiiiing 😀

- Searching keyword 

Searching keyword ini sebagai turunan dari materi SEO. Di materi ini, Mbak Jihan menjelaskan cara mencari keyword agar saat penulisan secara SEO dapat terlacak oleh google. Yaa, agar kami para pesertanya dapat seperti para PJ ODOP Blogger Squad yang tulisannya bisa mejeng di page one google.

 
Shopping ilmu di ODOP Blogger Squad

4. Kick masih Berlaku

Kalau nggak pakai sistem perkick-an ini, nggak kelihatan peserta yang serius sama yang nggak. Kalau nggak ada kick, alamat tugas yang diberikan oleh para PJ nggak bakal diseriusin oleh pesertanya. Secara kalau nggak mengerjakan tugas toh, para peserta tetap stay di dalam kelas. No problemo.

Bagaimana tujuan para PJ dapat tercapai kalau para peserta yang tidak serius tetap berada di dalam kelas. Sayang kan, para PJ yang sudah menyiapkan dan memberikan materi dengan maksud agar para peserta kelas blog dapat maju menjadi blogger profesional tapi tidak diseriusin oleh para pesertanya.

Jangan tiru macam aku tapinya, ya. Mengerjakan tugas mefet DL.

5. Tanam Link

Kalau nggak salah ingat, kegiatan tanam-tanam backlink yang diberikan oleh Mbak Jihan itu menjelang akhir tahun 2020. Tapi di kelas ODOP Blogger Squad tahun ini, tanam link diberikan di awal belajar. Sedikit-sedikit kasihnya. Tapi buat peserta baru masih tanda tanya tentang tanam link ini.

Mbak Jihan bilang ini kejutan. Dan aku pun nggak akan memberikan informasi lebih jauh tentang link-link yang diberikan oleh tim PJ ini. Siapa tahu aku juga salah duga tentang link yang mungkin akan menjadi materi di pertemuan berikutnya.

6. Setor Angka DA

Setor angka DA adalah tugas minggu ini. Kalau tahun lalu, angka DA didapat di pertengahan tahun setelah domain menjadi TLD. Lalu di akhir kelas yaitu akhir tahun, PJ memberitahukan kembali perolehan angka DA yang diraih para peserta.

Alhamdulillah, blog yang aku buat untuk mengikuti kelas blog dari ODOP ini sekarang mendapat angka 13. Semoga seiring berjalannya kelas ODOP Blogger Squad ini, DA-ku bisa mencapai angka para master atau PJ. Aamiiin.

Bagaimana Sahabat Desi's Corner? Seru, kan, kelas ODOP Blogger Squad yang aku ikuti ini? Setiap obrolan di dalam grup atau kelas kalau tidak ada materi pun, daging semua. Aku mah, cuma bisa nyimak sambil mencatat. Apalagi kelasnya gratis, gretong, free, alias kagak bayar.

Terima kasih ODOP sudah mengadakan kelas untuk aku yang pingin banget jadi blogger profesional. Semoga ODOP selalu senantiasa berbagi tanpa pamrih. Menebar manfaat dan memasyarakatkan literasi.







Wednesday, March 3, 2021

Kenapa Menulis di Blog? Simak 9 Alasan Ngeblog Ala Desi's Corner

March 03, 2021 22

Alasan ngeblog desi

Nggak tahu sudah yang keberapa kalinya menulis tentang alasan ngeblog. Tapi setiap dibaca ulang. Poin-poin yang sudah pernah ditulis, ada saja yang berubah. Itu pertanda tujuan menulis di blog mengikuti perubahan pola berpikir yang ada.

Soalnya menurut sumber bacaan yang kudapat itu bilang, kalau kerangka berpikir kita itu berubah setiap hari. Terlebih aku mengikuti beberapa grup komunitas menulis. Mau tidak mau setiap informasi juga pengalaman yang kudapat, berpengaruh pada kerangka berpikirku. Akhirnya kerangka berpikir itu mengubah pola pikirku pada alasan ngeblog yang akan kutulis sekarang ini.

Baca Juga: Jemari Menari di Atas Keypad  

9 Alasan Ngeblog ala Desi's Corner:

1. Merekam Cerita

Poin pertama ini kudapat ketika musibah jatuhnya pesawat Sriwijaya Air awal tahun 2021. Peristiwa yang membuatku akhirnya mengikuti berjuta netizen untuk melihat kehidupan beberapa penumpang sebelum menjadi korban jatuhnya pesawat tersebut.

Melalui media sosial aku dapat melihat masa dimana hidup sang pilot, seorang ibu dan tiga anaknya yang memasang live story di IGnya, seorang youtuber dengan caption terakhirnya, sepasang pengantin baru yang hendak merayakan hari bahagianya, dan masih ada beberapa cerita penumpang lainnya yang sengaja kucari media sosialnya.

Dari kisah hidup para korban tersebut itulah, aku pun ingin membuat cerita tentang siapa diriku. Terutama ketika aku tidak ada dunia lagi. Aku ingin orang yang kukenal di dunia maya ataupun tidak, dapat membaca kisah kehidupanku.

Itulah alasan mengapa aku memilih blog sebagai sarana untuk merekam cerita hidupku. Agar aku dapat menulis sepanjang yang aku bisa. Kan, kalau blog panjang katanya unlimited.

2. Jangkauan Pembaca Lebih Luas

Selain kalimat yang bisa ditulis bisa sepanjang yang kumau. Pembacanya juga unlimited alias bisa menjangkau pembaca di mana saja. Tapi ya gitu, akunya kudu rajin update tulisan, menulis sesuai SEO, share ke medsos, atau lebih gampangnya sering-sering membranding diri gitu. Biar dikenal kalau akutu seorang blogger.

Baca Juga: Content Plan Agar Isi Blog Menjadi King

Why blogging

3. Berbagi Cerita

Setiap orang mempunyai cerita menarik dalam hidupnya. Pasang surut, naik-turun, jatuh-bangun, berliku, menghadang badai, tertawa, sedih, gembira, semua ada, kayak permen nano-nano.

Mungkin ceritaku sepele dalam pandanganku. Tapi belum tentu bagi sahabat Desi's Corner yang lain. Geer dikit bolehlah, ya (serasa ceritaku menarik aja nih 😋).

Soalnya kalau aku membaca cerita blog teman-teman. Aku suka manggut-manggut. Oh, mirip nih, seperti masalah yang pernah kuhadapi. Ternyata aku ada temannya.

Jadi suka aja kalau berbagi cerita. Ya, kali aja pembaca yang membaca tulisanku, mendapat pencerahan gitu. Pede beud dah, ya, aku.

4. Berkaca

Ngeblognya sih, sudah lama. Tapi bolak-balik ganti blog. Secara bikin blog kalau dibutuhkan buat ikut kelas menulis saja. Begitu kelas bubar, menulis di blog ikutan wasallam. Semoga blog kali ini bertahan dan konsisten diisi seminggu sekali. Aamiiin.

Meski blog ini baru berusia setahun lebih sedikit. Meski tulisan yang dihasilkan belum banyak. Juga jumlah katanya masih di bawah standar alias banyak yang nggak sampai 500 kata.

Tapi cerita yang ditulis berdasarkan pengalaman sehari-hari ini, sudah mampu membuat aku berkaca. Terkadang kalau lagi butuh semangat. Aku suka membaca cerita yang kutulis sendiri.

Hasilnya lumayan kena dihati. Semacam buka kamus atau contekan kalau lagi ulangan. Kan, cerita hidup mah, berputar disitu-situ saja. Ya, seenggaknya jadi ada gambaran aku harus bertindak bagaimana gitu. Paling banter kalau berbuat keliru jangan sampai jatuh dilubang yang sama.

5. Menghilangkan Kekepoan Diri

Sebagai calon blogger profesional (Aamiiin). Jiwa kekepoan dalam diri itu kudu ada. Karena dari rasa kepo tersebut, aku jadi punya bahan untuk ditulis.

Nih, aku dapat info dari Babang George Loewenstein yang menemukan teori Information Gap pada tahun 1994. Babang George dari Universitas Carnegie-Mellon ini menyimpulkan teorinya kalau rasa ingin tahu itu muncul dari adanya information gap.

Apa itu information gap?

Information gap itu adalah pada waktu kita terima informasi, tapi informasi yang didapat nggak lengkap atau tidak benar.

Misal nih, akutu penasaran sama kata orang-orang zaman nenek-kakeknya ibu dan bapak. Katanya kalau nggak bangun pagi, rezekinya bakal dipatok ayam.

Lah, coba itu. Kudu dicari tahu pembahasannya secara keagamaan ini. Atau mungkin ada bukti ilmiahnya?

Tuh kan, dapat bahan tulisan. Biar nggak ada information gap di antara kita, gitu.

Baca Juga: Green Jobs Peluang Kerja Anak Muda

6. Biar Nggak Pikun

Sahabat Desi's corner tahu, nggak, kalau ada sebuah studi yang dimuat di jurnal Neurology, American Academy Neurology bahwa aktivitas menulis itu melibatkan peran otak. Nah, aktivitas ini bikin kita terhindar dari gangguan memori alias pikun.

Inilah alasan ngeblog yang juga penting buatku. Biar nggak pikun. Secara kan, lama aku tinggal di bumi sudah mau mencapai setengah abad. Dan itu dua tahun lagi bo'. Jadi, kudu dilatih kekonsistenan dalam menulis ini. Maklum dah, menulisnya masih mengikuti mood.

7. Membuat Pertemanan

Asal muasal aku bergabung dengan ODOP dikarenakan aku bergabung dengan grup kepenulisan yang digawangi oleh Teh Indari. Dari grup TNB (Tips Nulis dan Bisnis) aku tahu tentang ODOP. Sampai akhirnya setelah sekian tahun berkecimpung di dunia tulis-menulis ini. Aku berkesempatan belajar di Blogspedia yang digagas sekaligus dimentori oleh Mbak Marita.

Alhamdulillah, sekarang aku semakin banyak tahu tentang komunitas menulis. Sekarang pun aku tergabung di lebih tiga komunitas menulis.

Semakin banyak teman, semakin terbuka rezeki yang bakal aku dapat.

8. Bikin Hati Bahagia

Sahabat Desi's corner yang perempuan tahu dong. Kalau kaum kita itu biasa mengeluarkan kata kurang lebih 20.000 per hari. Itu kalau ada lawan bicaranya.

Lah, aku mah, ibu rumah tangga yang sering diam di rumah sendirian selagi suami bekerja. Terus pelampiasan 20.000 kata itu, masa ngomong sendiri?

Nah, daripada stress nggak ada lawan bicara. Mending ditulis aja segala uneg-uneg di hati di blog. Kalau sudah dikeluarkan segala yang mengganjal di hati, rasanya dada tuh, jadi plong. Terbebas dari yang bikin hati resah, gamang, galau, dan teman-temannya.

Tenang, aku menulisnya nggak curcol banget, kok. Curhatnya masih pantas dibaca untuk khalayak umum. Wah, semakin kebuka deh, kenapa aku suka menulis di blog sekarang.

9. Mengisi Waktu Luang untuk Hari Tua

Sahabat Desi's corner sudah ada yang menyiapkan aktivitas untuk hari tua nanti? Jangan tabungan saja yang disiapkan. Aktivitas juga harus sudah mulai dipersiapkan dari sekarang.

Entah itu berkebun, crafting, menjahit, menyulam, merajut, dan masih banyak lagi. Nah, kalau aku selain kegiatan menulis yang sedang kupupuk sekarang. Aku juga belajar crafting. Maksudnya sih, kalau lagi kena writing blog, ada refreshing. Kali aja pas lagi crafting terus ada ide menulis lewat.

Begitu deh, alasan ngeblog ala Desi's corner untuk saat ini. Nggak tahu deh, besok, lusa, atau entah kapan alasan aku menulis di blog bakal berubah atau bertambah. Siapa tahu nanti alasan ngeblog bakal bertambah jadi sepuluh poin, yaitu mendapatkan penghasilan lewat blog. Aamiiin. 

Sekarang mah, yang ada, konsisten isi blog sama tulisan saja dulu. Biar hasilnya nanti yang membuktikan usaha dari kekonsistenanku itu.

Jadi, kalau alasan ngeblog sahabat Desi's corner apa, dong? 








Saturday, February 20, 2021

Peluang Kerjanya Anak Muda Abad 21? Ya, Green Jobs

February 20, 2021 0


peluang kerja anak muda

Wahai anak muda yang milenial. Tahu dong, kalau sekarang lagi ngetrend kata Green Jobs. Apalagi kata yang lagi ngetrend tersebut dapat menjadi peluang kerjanya anak muda macam kalian.

Ah, apalah daya daku, cuma mamak-mamak yang dua tahunan lagi ketemu angka setengah abad (insha Allah). Cuma bisa menumpuk barang-barang di kamar belakang sehingga penampakannya seperti tempat penampungan "rongsokan".

Tolonglah mamak ini anak muda. Mamak butuh ide kreatif kalian agar barang-barang yang menumpuk di rumah bisa bermanfaat lebih untuk rumah tangga mamak. Sukur-sukur bisa jadi fulus yang berkesinambungan 😋

Mamak butuh sentuhan kalian yang selalu berpikir out of the box. Masa mamak cuma bisa mengalih fungsikan kaleng bekas biskuit menjadi pot buat tanaman cabai, botol bekas jadi vas bunga, atau tutup galon buat tempat sampah (planning), karung beras dibuat menjadi tas belanja. Lalu karton bekas cuma bisa diberikan pada petugas kebersihan komplek biar bisa dijual ke pengepul.

Mamak yakin, semua barang-barang hasil rumah tangga macam mamak punya, pastinya setiap rumah tangga juga punya. Kalau banyak pelaku rumah tangga yang sadar bisa memanfaatkan barang-barang yang sudah disebutkan di atas. Mungkin sampah nggak bakal menumpuk setinggi gunung.

Green jobs karya rumahan
Sumber gambar: Karya pribadi, dari kiri ke kanan (pot kaleng, kain perca, dus bekas, plastik bekas kemasan bubuk minuman, cup mie instan, karung beras, kemeja tidak terpakai) 

Apalagi mamak menemukan dari Jurnal Teknologi Kimia UNIMAL, Vol 6, No.1 (2017), yang secara garis besar katanya, perlu dilakukan penelitian atas limbah kaleng minuman aluminium yang kemungkinan dapat dijadikan sumber energi terbarukan untuk masa depan.

Dari yang mamak baca pula, penelitian dengan katalis kalium hidroksida (KOH) terhadap kaleng minuman berbahan aluminium tersebut akan didapat energi yang namanya gas hidrogen.

Mari kita doakan semoga penelitian para ilmuwan Indonesia membuahkan hasil secepat mungkin. Biar negara kita, nggak selalu bergantung dengan bahan bakar dari fosil saja.

Eh, mamak juga menemukan artikel dari Media Indonesia, 14 Oktober 2017, tentang empat orang anak muda yang kuliah di UGM, lho.  Nah, empat orang mahasiswa itu membuat lampu dengan tenaga surya dari kaleng.

Memang sih, lampu dari kalengnya cuma bisa digunakan pada siang hari. Tapi mereka pada saat itu sedang mengusahakan bagaimana Solacan, lampu kaleng tersebut diberi nama dapat dipasangi solar cell, sehingga bisa digunakan pada malam hari.

Sayangnya investor kurang minat dengan karya anak bangsa ini. Jadi, setelah tahun 2017 itu, mamak nggak menemukan artikel tentang perkembangan pengolahan limbah kaleng tersebut.

Hal yang sama dengan penelitian kaleng yang akan menjadi Solacan. Mamak juga nggak menemukan kembali artikel lanjutan sampai dimana perkembangan penelitian gas hidrogen yang terbuat dari limbah kaleng bekas minuman tersebut.

Peluang Usaha Nggak Ada Matinya, ya, Green Jobs

Koaksi.id
Sumber gambar: Koaksi Indonesia

Wahai anak muda penerus bangsa yang pintar dan unyu-unyu. Ayo kita bekerja sama lintas generasi. Gerakkan kami bila kalian anak-anak muda mempunyai ide cemerlang.

Mungkin saat ini kami para perempuan paruh baya baru bisa membuat tas anyaman dari kantong plastik, bungkus sachet kopi dan lainnya menjadi dompet, atau mendekor ulang kaleng dengan cat.

Kami para ibu rumah tangga hanya bisa mengedukasi keluarga bagaimana menghemat energi, baik itu listrik dan air. Judulnya, kami para ibu rumah tangga baru bertindak sampai sebatas go green.

Tapi bila pengolahan limbah ditangan kalian, anak-anak muda. Bisa jadi melebihi penelitian-penelitian yang sudah disebutkan di atas tadi.

Terlebih di masa pandemi seperti ini. Seharusnya limbah yang sering dibilang kotor dan tidak bermanfaat. Bisa dijadikan peluang bisnis bagi kalian para pemuda. Harapannya sih, pekerjaan ramah lingkungan ini kalau bisa dapat menyerap tenaga pekerja yang terdampak PHK akibat pandemi gitu. 

Peluang usaha ramah lingkungan ini menurut Laporan World Economic Forum bahwa transisi hijau di tiga sistem sosio-ekonomi yaitu pangan, pemanfaatan lahan dan laut, infrastruktur dan lingkungan buatan, serta energi dan industri ekstraktif dapat menghasilkan peluang bisnis senilai US$ 10,1 triliun dan 395 juta lapangan pekerjaan pada tahun 2030.

Tuh, kan, peluang bisnisnya gede untuk yang bahan baku yang dipandang menjijikan dan nggak berkelas ini.

Ini mamak dapat petunjuk dari Koaksi Indonesia tentang peluang bisnis buat kalian anak-anak muda yang kreatif dan penuh energi. Barangkali saja langsung dapat ide setelah melihat beberapa usaha yang berkonsep hijau dan ramah lingkungan ini.

Contoh Green Jobs:

1. Ecopreneur
2. Eco Design Architect
3. Eco Fashionpreneur
4. Electric Car Technician
5. Energy Startup
6. Organic Foodpreneur
7. Solar Panel Technician
8. Urban Farmer
9. Waste Management Startup

Gimana? Mamak yakin, kalian para anak muda pasti ada yang langsung klik ketemu ide pas membaca contoh pekerjaan ramah lingkungan ini, kan?

Sudah deh, langsung cuzz eksekusi saja kalau sudah ada yang klik. Mamak tinggal duduk manis siap berpartisipasi, sambil terus menanam cabai di pot kaleng bekas biskuit.

Mamak yakin istilah green jobs dari ILO (International Labour Organization) bukan hanya sekadar menjadi bacaan semata. Dan mamak yakin, kalian para pemuda dapat memberikan manfaat untuk sesama pemuda atau remaja, petani, penduduk desa dan penduduk perkampungan miskin melalui pekerjaan ramah lingkungan ini.

Baiklah anak muda, aku merasa puas sebagai mamak telah mengeluarkan semua uneg-uneg tentang green jobs ini.

Yuk, kita bantu pemerintah dalam menciptakan perekonomian yang ramah lingkungan ini serta rendah karbon. Hanya dengan peran serta kalian para pemuda maka bangsa akan mencapai ekonomi yang lebih baik lagi bagi rakyatnya.


Saturday, December 26, 2020

Wednesday, December 23, 2020

Saturday, December 19, 2020

Saturday, December 12, 2020

Tetap Produktif Meski Diam di Rumah

December 12, 2020 12
Produktif Meski Diam di Rumah




Siapa sangka keterbatasan gerak bakal menjadi selama ini. Tapi bukan juga akhirnya mengkambing hitam keterbatasan gerak ini, untuk tidak produktif meski diam di rumah.

Waktu PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) diberlakukan bulan Maret lalu. Aku menyiapkan mental hanya untuk tiga bulan.

Mental hati, mental sabar, mental kantong, dan masih banyak mental yang lainnya. Mungkin sahabat Desi's corner mau nambahin?

Hitungan persiapan mental selama tiga bulan itu, bukan sembarang ditentukan. 

Soalnya, aku melihat keadaan dan kondisi negara Cina. Asal dari pandemi ini berawal. Mereka mengisolasi Kota Wuhan selama tiga bulan. Setelah itu kehidupan kembali normal seperti sedia kala.

Jadi, waktu suami dirumahkan sementara dari kantor. Ya, mikirnya palingan tiga bulan aja. 

Aku, mah, nyantai kayak di pantai. Semua pastinya akan berjalan lancar dan aman.

Tiga bulan berlalu. Hilal tanda-tanda kehidupan normal belum kelihatan. Perpanjangan PSBB dari pemerintah pun tidak kuhitung lagi. Capek hati juga. 

Akhirnya persiapan mentalku diperpanjang. Kutambah sampai bulan Agustus. Supaya nggak makan hati alias dipatahkan oleh harapan sendiri. 

Ternyata, perpanjangan waktu yang kubuat dilewati juga sama si Covid. 

Ya, sudahlah. Sekarang aku, mah, pasrah. Mentalku dipasang sampai batas waktu yang tidak ditentukan lagi. 

Awal Tahun 2020

Sebelum adanya pandemi Covid-19 ini. Aku sudah mendaftar satu kelas untuk satu tahun di 2020 ini. Kelas Blogger Squad ODOP namanya.

Itu berarti aku sudah menjalani kelas blog selama dua bulan waktu PSBB berlaku.

Kegiatan ngeblog bareng ini, membuat pikiranku teralihkan dari pandemi yang sedang berlangsung.

Mungkin karena tema menulis yang diberikan kelas blog cukup membuat mentalku tetap stabil. Uneg-unegku bisa keluar dan tertata dengan rapi di blogku.

Baca Juga: Terima Kasih Untuk Teman-Teman

Menambah Kelas

Di pertengahan tahun aku mendaftar satu kelas lagi. Perkuliahan Kelas Bunda Produktif namanya.

Perkuliahan tersebut di bawah naungan Institut Ibu Profesional (IIP).

Kelas tersebut berbayar. Alhamdulillah, aku masih menyanggupinya karena nominal yang nggak terlalu besar.

Dua kelas yang diikuti tersebut cukup membuat fokusku terpecah. Pandemi yang menyentuh mentalku lumayan ditenggelamkan oleh tugas.

Meski tugas diberikan seminggu sekali. Tapi itu cukup membuat aku sibuk.

Terlebih perkuliahan kelas Bunda Produktif ini dibagi menjadi beberapa grup (cluster).

Masing-masing cluster mengerjakan project yang sudah disepakati bersama.

Tim aku memilih project membuat picture book dalam bentuk ebook untuk anak usia 5 tahun.

Project ini sudah masuk bulan ketiga. Kalau tidak ada aral melintang, insha Allah akan selesai di bulan Maret. Sesuai dengan selesainya perkuliahan kelas Bunda Produktif ini.

Tetap Produktif Meski Diam di Rumah

Pandemi memang membuatku gamang. Terlebih pemerintah menganjurkan untuk lebih banyak diam di rumah.

Beradaptasi dengan keadaan yang sudah berjalan sepuluh bulan ini harus dilakukan.

Meski aktivitas luar rumah cuma bisa ke pasar. Tetap aku tidak boleh putus dengan informasi dunia luar.

Dengan bermodalkan kuota, grup WA, juga media sosial. Aku terhubung dengan ilmu-ilmu baru.

Ternyata di setiap sempitnya keadaan, memang benar selalu ada kelapangan.

Kelas gratis daring begitu banyak tersebar di medsos. Belum lagi dari grup-grup komunitas di WA yang aku ikuti.

Kalau aku maruk, mestilah semua kelas aku ambil. Mulai dari zoom, google meet, messenger, kulwap (kuliah whatsapp), aku ikuti.

Untung keterbatasan isi kepala menampung Informasi menyadarkanku. Jadi, ya, aku ambil kelas yang ilmunya memang aku butuhkan.

Kalau pandemi dijadikan alasan sebagai keterbatasan gerak. Itu karena memang aku yang tidak mau mencari tahu dan mengambil kesempatan.

Kesempatan itu "berserakan". Malah aku harus memilih di antara "serakan" itu.

Blogspedia dan Kelas Gratis Lainnya

Blogspedia adalah kelas yang aku ikuti menjelang akhir tahun.

Kelas yang lama belajarnya tiga bulan ini juga free. Alhamdulillah, semua kelas free materinya bukan "kaleng-kaleng".

Pemateri atau mentor benar-benar berbagi ilmu untuk kebermanfaatan para peserta. Termasuk didalamnya aku.

Di kelas blogspedia inilah, aku mendapat materi blog yang super duper komplit.

Kelas yang dipandu Coach Marita memang khusus blogger pemula alias belajar dari nol.

Mulai membuat blog gratisan sampai akhirnya para peserta memiliki domain berbayar. Mulai mempercantik blog sampai SEO. Pokoknya, mah, banyak banget materi yang didapat. 

Baca Juga: Blogger Wajib Menulis Sesuai Kaidah SEO

Selain kelas rutin Blogspedia. Aku juga mengikuti kelas daring yang diadakan oleh beberapa komunitas.

Seperti webinar melalui zoom yang diadakan oleh IIDN (Ibu-Ibu Doyan Nulis) selama satu bulan, kulwap Rumlit (Rumah Literasi) Bekasi tentang literasi dan blog, google meet dari ISB (Indonesian Social Blogpreneur) dan Marathon Coaching dari Growthing.id yang mengupas tuntas tentang blog. 

Baca Juga: Pandemi Datang Gaptek Hilang

Semua kelas webinar dan kulwap tersebut kuikuti hanya dengan bermodalkan niat, waktu, dan kuota.

Bincang Rencana Semoga Waktu Wujudkan

Ngobrol bareng suami


Tugas seorang istri dan ibu adalah memastikan setiap anggota keluarga sehat. Baik itu sehat dengan asupan makanan dan hati yang selalu berbahagia.

Tidak perlu anggota keluarga lain tahu, bagaimana sang istri mengatur keuangan pengeluaran rumah tangga, di antara keterbatasan pemasukan selama pandemi.

Dukungan suami dan anak pada istri selama mengikuti kelas daring saja sudah lebih dari cukup.

Ya, kan, kelas daring seperti yang aku ikuti, lumayan menyita waktu.

Jam online setiap kelas itu tidak sama. Terkadang siang, sore, atau malam. Dengan durasi paling sedikitnya dua jam. Bahkan ada yang sampai empat jam. Jadi kelar kelasnya itu sekitar pukul 11-an gitu. Malam, lho, ini.

Seandainya pasangan hidup keberatan dengan aktivitasku selama pandemi di rumah. Bisa dibayangin, deh, gimana stresnya aku.

Sudah harus diam di rumah, terputus pula hubungan dengan dunia luar.

Baiklah kalau begitu, sepertinya kesempatan menulis kali ini. Saya mau mengucapkan terima kasih untuk the one and only laki-laki yang ada di rumah. Ceritanya tribute to gitu.

Thank you so much my dear husband for your understanding.

Terima kasih telah menyediakan wifi di rumah. Sehingga aku bisa "berselancar" tanpa batas. Menimba ilmu, menambah wawasan, menambah teman meski di dunia maya.

Semoga kita bisa berselancar beneran di pantai setelah pandemi berakhir. Aamiiin.

Eh, ngomongin pantai. Ini, nih, yang kepingin aku obrolin sama suami, pantai.

Dia, tuh, kepingin ngajak aku dan kakak ke daerah pegunungan yang ada tempat pemandian air panasnya.

Aku, mah, belum jawab "iya", sih. Aku, tuh, lagi mikir yang deket-deket ajalah jalannya. Biar ongkosnya irit dan nggak pake nginep pula.

Terus kepikiran, deh, pantai. Pantai dari Bekasi, kan, ada, tuh. Ancol. Nggak perlu berjam-jam untuk sampai di tujuan. Nggak perlu isi BBM berkali-kali. Bayar tol juga nggak mahal-mahal amat.

Cukup bawa masakkan dari rumah. Ayam goreng, sambal terasi, lalap, kerupuk, buah, sama air minum. Buat alas duduknya, bawa tikar. Gelar, deh, di pinggir pantai.

Ngerasain angin pantai berembus, melihat perahu nelayan terombang-ambing di laut lepas. Orang-orang di bebatuan sedang memancing. Anak-anak yang bercanda dengan ombak.

Rasanya hati terasa lepas, tertarik oleh ombak ke laut. Berenang bebas, melepas penat dari kungkungan kamar, teras, dapur.

Bagaimana my husband? Bisa nggak mewujudkan keinginan Eneng. 

Suasana pantai yang diinginkan istri

Semoga aja dia baca blog Eneng, nih.

Hitung-hitung reward buat his dear lovely wife atas kesabarannya menemani dia selama sepuluh bulan di rumah. Eeh, maaf, ya, jadi perhitungan, dah.

Doain Eneng, ya, my dear husband, supaya tetap produktif meski diam di rumah. Siapa tahu ada rezekinya "di sini". Jadi bisa bantu dapur lebih ngebul lagi.

Sunday, November 29, 2020

Terima Kasih Untuk Teman-Teman Seperjuangan, You're Rock!

November 29, 2020 0

Terima kasih teman-teman, you're rock

Belum nulis udah mengharu biru. Padahal cuma ucapan terima kasih aja. Ucapan terima kasih untuk teman-teman seperjuangan di grup blog ODOP. Argh, you're rock! 


Menurutku ini adalah grup yang mengena di hati. Kita cuma ngobrol seputar blog dan segala perintilannya. 


Baca Juga: Ilmu Dari Blogger Squad ODOP


Dari Bang Zen yang ngomong soal coding. Jujur aku nggak ngerti blas apa yang dia omongin. Sampai Mbak Jihan yang kasih tugas backlink. 


Dari Mbak Ciani yang rajin cek DA, PA blog kita masing-masing. Sampai Mbak Marita yang kasih petunjuk utak-atik blogspot 


Dari Bang Baim yang santai sampai Mbak Maftuha yang bikin kartun anggota blogger.


Baca Juga: Desi's Corner Story

Dari Mbak Maria yang galau terima job menulis sampai Mbak Cinantya yang bingung ngitung usia domain. 


Dari Mbak Atiqoh yang nggak mau berpisah dari Blogger Squad ODOP. Sampai Mbak Lulu yang nangis-nangis kepingin tetap grupnya ada. 


Dari Mbak Sari yang sabar kalau ditanya-tanya. Sampai Mbak Rindang yang berterima kasih karena kelas BSO naik kelas. 


Baca Juga: Rasanya Memasang TLD di Blog


Dari Mbak Asih yang pernah di removed dari grup. Sampai Mbak Renita yang belum nongol lagi di grup. Juga Mbak Nuha yang menghilang dari akhir September kemarin. 


Terima Kasih Teman-Teman


Tanpa kalian, aku mungkin masih buta dengan dunia perblogingan ini.  


Tanpa kalian, aku mungkin masih alamat blogku masih gratisan. 


Karena kalian, aku bisa menulis sesuai SEO. Seperti tulisan ini sekarang. 


Baca Juga: Menyesal Bergabung di Blogger Squad ODOP


Terus terang akutu pusing bagaimana caranya menulis sesuai kaidah SEO. Masih terseok-seok. 


Tapi, karena aku berjuang nggak sendirian. Semangat masih tersisa dalam diri. Meski mefet waktu menulisnya dengan date line besok. Aku harus bisa menyelesaikan kewajibanku. 


Aku terharu bisa menulis kalimat-kalimat terakhir ini. Nggak sangka pertemanan di dunia blog dari ODOP ini akan segera berakhir, taman, the end. 


Baca Juga: Blogger Squad ODOP Jadi Agen Penulis


Aku tak mau berpisaaaaaaah. 


Dimana lagi aku akan mencari keluarga baru yang seenak dan senyaman ini. Kalian begitu pengertiannya padaku. Sampai aku sering silent reader pun. Aku tidak diganggu agar keluar dari tempat persembunyianku. 


Terima kasih buat pengertian, ilmu yang tak berbatas dan sharing yang begitu terbuka. 


Teman-teman semua perlu tahu, deh. Kalau obrolan kita dari awal terbentuknya grup Blogger Squad ODOP ini. Sepertinya obrolan itu masih ada. Tidak kuhapus. Rasanya sayang membuang ilmu.


Baca Juga: Tanya Jawab Seputar Blog


Rencananya mau ditulis atau dipindah ke word document. Ilmu mahal yang susah terulang.


Huhu, terima kasih untuk teman-teman seperjuangan. You're rock. 


Saturday, November 28, 2020

Aku Mau Blogger Squad ODOP Jadi Agen Jasa Menulis

November 28, 2020 0


Foto: Deskripsikan gambar di atas menurut persepsi masing-masing.

Sebetulnya aku malu minta "ini" sama PJ blog. Ilmu yang didapat baru seuprit tapi mau minta lebih. Hmm, Mbak dan Mas PJ. Kalau aku minta Blogger Squad ODOP (BSO) jadi agen jasa menulis, boleh, nggak? 


Jadi, ilmu mendalami blognya jalan terus. Disambi jadi agen menulis gitu. Nggak usah job yang gede. Kompensasinya pun nggak harus berupa materi. 


Maksudnya, sih, biar kita bisa belajar permintaan dari klien itu seperti apa. Kayak uji coba sebelum terjun jadi profesional blogger gitu. 


Aku termasuk orang yang nggak PD, pemalu, juga minder. Tapi serius kepingin maju. 


Jadi, kalau ambil job itu, aku ngerasa, akutu pasti nggak bisa. Padahal belum dicoba. 


Baca juga: Review Blog Teman Seperjuangan ODOP

Lomba Blog Bareng-Bareng


Buat awal sebelum BSO membuka jasa menulis. Bolehlah para anggotanya diterjunkan dulu untuk ikut lomba. 


Kita semua diwajibkan ikut lomba di tempat yang sama. 


Terus, kalau salah satu anggota ada yang menang. Anggota tersebut diminta untuk memberi tips dan trik atau kiat menang lomba itu. 


Kalau misalnya nggak ada yang menang. Kita semua para anggota saling berdiskusi. Diskusi tentang tulisan masing-masing. 


Hmm, mungkin seperti bedah tulisan kali yak. Jadi, kita membahas titik dan bagian mana sehingga tulisan kita, nggak bisa masuk nominasi juri. 


Aku ingin seperti Mbak Maftuha yang job menulisnya ada terus. Atau Mbak Maria yang banyak ikut lomba. Pokoknya aku mau seperti temen-temen blogger ODOP  semua. 


Baca Juga: Ilmu Dari Blogger Squad ODOP


Agen Jasa Menulis


Duh, ini bukan terlalu muluk, kan, permintaannya? Atau juga bukan khayalan alias mimpi, kan? 


Akutu ngebayangin kalau BSO itu seperti komunitas yang bisa menyelenggarakan acara yang pake promotor gitu. Dan Insha Allah, bisa. 


Kan, nama BSO juga "gede". Udah sama "gede"nya dengan komunitas yang aku maksud. Boleh, nggak, sih, sebut nama komunitas itu? Atau aku bisiki, aja? 


Baca Juga: Menyesal Bergabung di Blogger Squad ODOP


Nanti ceritanya, pas, BSO dapat project menulis. Terus dibagi ke kita-kita para anggota blogger. Setelah menulis, sebelum disetor ke klien. Dicek dulu, ketentuan dan syarat dari klien. 


Mungkin terdengarnya mudah untuk yang sudah biasa. Biasa terima job atau menawarkan diri menulis dari klien.


Tapi, begitulah kira-kira seandainya kelas blog diadakan lagi. 


Cuma sekadar usulan. Barangkali bisa dikembangkan atau mungkin dari potongan kata-kata itu. Mas dan Mbak PJ bisa mendapatkan ide lain. 


Ya, nggak apa, juga, sih. Aku mah senang-senang aja. Apapun nanti yang dipelajari di BSO. 


Meski itu bukan tentang Blogger Squad ODOP jadi agen jasa menulis. Aku tetap mau bergabung di grup blognya ODOP, kok. 


Friday, November 20, 2020

Ilmu yang Didapat dari Blogger Squad ODOP

November 20, 2020 2

Ilmi dari Blogger Squad ODOP

Harusnya tulisan tentang ilmu dari Blogger Squad ODOP ini, ditulis paling lambat tanggal 15 November kemarin. Tapi, tak apalah. Lebih baik telat daripada nggak dikerjain sama sekali. 


Sayang aja, kalau setahun ikut kelas terus nggak ada kenangannya. 


Paling nggak, kalau nanti kangen atau lupa sama ilmunya. Bisa dibuka lagi arsipnya. 


Sukur-sukur ada yang mampir baca terus gabung sama ODOP. Berarti ilmunya jadi membawa keberkahan. Ya, nggak?


Baca Juga: Menyesal Bergabung di Blogger Squad ODOP


Jujur, ya, kalau selama mengikuti kelas, kan, banyaknya diam alias silent reader. Terus diam-diam menabur bintang di chattingan via wa gitu. 


Secara obrolannya tingkat tinggi. Banyak nggak ngertinya. 


Berikut ilmu yang didapat dari Blogger Squad ODOP:


1. Niche


Niche adalah salah satu topik awal yang dibahas. Tiga orang PJ, Mbak Ciani, Bang Zen, dan Mas Baim. Minta kita sebagai anggota kelas menentukan niche. 


Memangnya niche itu apa, sih? 


Jadi, niche itu spesifik tema yang akan bakal digunakan untuk blog. 


Misal, aku yang mengambil niche tentang obrolan rumah tangga. Nah, di dalam blog aku itu isi dengan tulisan tentang obrolan aku dan suami, kakak, atau keluarga. Tapi obrolan berkualitas, lho, ya. 


Tapi, menjelang berakhirnya kelas blogger ODOP ini. Niche aku alihkan menjadi lifestyle. Maksudnya, sih, biar pembahasan blognya jadi lebih luas gitu. 


2. Memasang Domain


Di pertengahan tahun, Agustus kalau nggak salah ingat. Kita sebagai anggota diminta upgrade blog dengan menggunakan domain berbayar. 


Baca Juga: Rasanya Memasang TLD di Blog


Mengapa harus memasang domain berbayar? 


Mbak Ciani bilang, "karena kita mau naik kelas. Pelajaran yang diberikan nanti berhubungan dengan blog berdomain."


Akhirnya beli, deh, domain yang direkomendasiin oleh Bang Zen. 


Kalau bukan ikut kelas blogger dari ODOP. Mana bisa pasang domain sendiri. Mana pakai acara migrasi lagi. 


Ah, sudahlah, kalau diminta bikin tutorialnya. Aku lupita bo'. Secara itu juga nyontek blognya Bang Zen. 


3. Google Analytics dan Google Console


Setelah mengganti domain menjadi berbayar. Memasang google analytics dan google console juga kudu dipasang di blog.


Untung hosting yang dipakai blogspot. Jadinya pasang google analytics dan consolenya gratis, deh


4. Domain Authority dan Page Authority


Asli baru tahu istilah ini setelah ikut kelas blogger di ODOP. 


Dari mulai arti, maksud, dan tujuannya DA, PA ini. 


Dan baru tahu juga kalau job menulis itu seringnya minta angka DA dan PA itu. 


DA dan PA itu merupakan barometer bagi suatu website maupun halaman website yang berkualitas bagi mesin pencari.


Makin tinggi angka DA dan PA. Pertanda blog kita makin berkualitas dimata mesin pencari google. 


Baca Juga : Tanya Jawab Seputar Blog


5. SEO (Search of Engine Optimization) 


Nah, SEO juga bagian penting kalau kita bergelut di dunia per-blog-an.  


Materi ini diberi oleh Mbak Jihan. Mbak Ji, mah, udah profesional blogger. Sering juara lomba blog. 


Coba kalau nggak ikut kelas blog dari ODOP. Pasti menulisnya masih nggak sesuai kaidah SEO, deh. 


Padahal tulisan sesuai kaidah SEO itu penting untuk keberlangsungan hidup blog. Kalau nggak sesuai SEO, mesin pencari bakal susah nemuin tulisan kita sama yang butuh tulisan kita. 


Nah, tulisan kayak begini aja pakai kaidah SEO. Nggak terasa, kan? 


Baca Juga : Selamat Hari Bogger Nasional


Gimana?  Apakah sahabat Desi's corner mau bergabung dengan ODOP? 


Dapat ilmu dari Blogger Squad ODOP itu enak, lho. Gretong, pula.