Saturday, October 31, 2026

3 Cara Mengatur Uang dengan Bijak Menurut Islam


Mengatur uang dengan bijak

In this economy kalau nggak bisa mengatur uang dengan bijak bakal susah di masa mendatang. Secara mengatur keuangan harus dibiasakan sedini mungkin. 


Malah sekarang lagi ramai di media sosial tentang downgrade lifestyle. Menurunkan gaya hidup meski masih punya penghasilan. Tidak menuruti gengsi dan memvalidasi keberhasilan hidup dengan membeli barang-barang branded.

 

Menurut pendapatku, downgrade lifestyle ini artinya mereka benar-benar bijak dalam mengeluarkan uang untuk kebutuhan bukan keinginan. Beli barang mahal sesuai fungsinya dan sesuai kemampuan juga. Ya, sesuai kantong lah ceritanya. 


Mengatur uang dengan bijak memang susah-susah gampang. Padahal tanggung jawab keuangan sangat penting bagi kehidupan, baik yang masih sendiri ataupun yang sudah berkeluarga. 


Mungkin sebagian besar Sahabat Desi’s Corner sudah tahu kalau kunci mengatur keuangan itu adalah teguh, disiplin, konsisten, dan terencana. Tapi sayangnya, tidak semua orang bisa sungguh-sungguh melaksanakannya. 


Dapat dimaklumi sih, aku juga suka gitu. Mau belanja yang sudah ada di daftar, pas sampai kasir, barang yang dibeli nambah. Asal jangan sering-sering aja, sih. Godaan barang lucu-lucu itu banyak. Jadi harus mental baja. 


Baca Juga: 4 Cara Mengelola THR Anak Ala Desi's Corner


Mengatur Uang Dengan Bijak Dalam Islam

Masalah keuangan adalah topik menarik sepanjang masa. Bahkan ada jasa konsultan atau perencana keuangan bagi yang mereka yang membutuhkannya. Tapi di zaman serba internet, AI, Chat GPT, dan lainnya yang serba kilat. Tinggal klik gawai, browsing,  langsung deh kita tahu solusi mengatur uang dengan bijak langsung dari tulisan para pakar finansial. 


Tapi sebagai muslim perlu diketahui bahwa dalam Islam juga kita dianjurkan untuk mengatur uang dan mengoptimalkan sumber daya kita dengan hati-hati. Karena kita memiliki kewajiban untuk berkontribusi pada keluarga dan komunitas kita (maksudnya di sini adalah membantu sesama khususnya muslim dalam bersedekah, zakat, infaq, dan lainnya). 


Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam menjelaskan kepada kita bahwa memberi selalu lebih baik daripada menerima. Dan untuk dapat memberi ke sesama artinya kita harus mengelola keuangan dengan tepat seperti yang Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam katakan: 


“Tangan di atas lebih baik dari tangan di bawah (yaitu orang yang bersedekah lebih baik daripada orang yang mengambilnya). Seseorang harus mulai memberi terlebih dahulu kepada tanggungannya. Dan sebaik-baik sedekah adalah apa yang diberikan oleh orang kaya (dari sisa uang setelah pengeluarannya). – [Sahih Bukhari: 1427]

Bijak dalam mengatur keuangan

Islam menghendaki agar pengelolaan kekayaan yang kita punya dikelola dengan baik. Artinya jangan sampai kita salah mempercayakan kekayaan kita dengan seseorang yang tidak mampu mengelolanya karena dapat mengganggu stabilitas keuangan kita sendiri dan membuat kita tenggelam dalam krisis keuangan.


Allah SWT berfirman dalam Al Quran:

“Dan janganlah kamu berikan kepada orang-orang lemah hartamu yang telah Allah ja kodikan sebagai rezeki untukmu, tetapi berilah mereka rezeki itu dan berilah mereka pakaian dan ucapkanlah kepada mereka kata-kata kebaikan yang pantas.” – [Surat an-Nisa: 5]


Baca Juga: Usia 25 Tahun Idealnya Punya Apa? Ini Usia 25 Tahun Versi Desi's Corner


Jadi bagaimana sih, cara kita mengatur keuangan dengan bijak menurut Islam?

Berikut adalah 3 cara mengatur uang dengan bijak menurut Islam: 

1- Bertanggung Jawab

Sebagai seorang muslim yang bertanggung jawab, uang yang kita miliki harus benar-benar dialokasikan dan digunakan untuk tujuan bermanfaat. Setelah kebutuhan pokok keluarga terpenuhi dan memastikan mereka hidup nyaman dan tidak kekurangan. Bantulah sesama agar orang-orang yang juga berjuang dengan bekerja keras dapat memenuhi kebutuhannya atau tercukupi.


Dari Abdullah bin Umar RA, Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam bersabda:

“Setiap kamu adalah pelindung dan setiap kamu bertanggung jawab (atas lingkungannya).” – [Sahih Bukhari: 5188]


Baca Juga: Peluang Kerjanya Anak Muda Abad 21? Ya, Green Jobs

Mengatur uang ada aturannya

2- Say No to Pengeluaran Berlebihan

Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam menekankan agar tidak menyia-nyiakan harta pada hal yang tidak perlu. Meskipun boleh saja mengeluarkan uang untuk membuat orang bahagia tapi tetap menyesuaikan dengan anggaran kita, seperti  digunakan untuk sedekah, infaq, atau untuk tujuan baik lainnya.


Abu Huraira RA meriwayatkan Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam bersabda:

“Sesungguhnya Allah menyukai tiga hal untuk kamu dan Dia tidak menyetujui tiga hal untuk kamu. Dia senang dengan kamu bahwa kamu menyembah-Nya dan tidak mempersekutukan atau sesuatu dengan-Nya, bahwa kamu memegang tali Allah, dan tidak tercerai-berai; dan Dia tidak menyukai kamu yang menceritakan sesuatu yang tidak jelas sumbernya, banyak bertanya, dan membuang-buang harta.” – [Sahih Muslim: 1715(a)]


Semuanya memang kembali kepada diri kita sendiri. Kitalah yang tahu, mana kebutuhan dan keinginan. Menahan nafsu agar gaya hidup tidak menggerus biaya hidup. Reward untuk diri boleh, tapi jangan sampai lebih besar pasak daripada tiang. 


Baca Juga: Usaha Batik Tak Lekang Oleh Waktu


3- Rendah Hati dan Bersyukur Selalu

Jika kita merasa kurang beruntung, banyak mengeluh, dan selalu merasa kekurangan. Coba deh lihat sekitar kita. Banyak dari mereka yang tidak lebih beruntung dari kita. 


Kerja memang melelahkan tapi buat mereka yang mencari kerja, pastinya lebih melelahkan. Semua ada porsinya masing-masing. 


Bersyukurlah atas segala sesuatu yang sudah didapat dan sesuatu itu dapat memenuhi kebutuhan hidup tanpa kekurangan. 


“Dan [ingatlah] ketika Tuhanmu berfirman, 'Jika kamu bersyukur, pasti Aku akan menambah kamu [nikmat]; tetapi jika kamu mengingkari, sungguh, azab-Ku sangat keras.'” – [Surat Ibrahim: 7]


Alhamdulillah, aku di rumah lebih sering sendiri. Jadi banyak waktu buat merenung. Ditambah usia yang sudah lewat dari setengah abad. Kadang suka malu kalau sering mengeluh. Dikasih sehat, bisa merawat kucing, tanaman, dan kecukupan memenuhi kebutuhan dasar. Itu sudah lebih dari cukup. 


Baca Juga: Mengatur Finansial Rumah Tangga Ala-Ala


Mengatur uang memang bukan perkara mudah tapi bukan berarti tidak bisa. Aku pun sampai sekarang sering mewanti-wanti kakak agar lebih bijak mengatur pengeluarannya. Agar uang yang didapat membawa keberkahan dan dapat dirasakan oleh orang-orang sekitarnya. 


Yuk kita mulai bareng-bareng mengatur uang dengan bijak sesuai ajaran Islam! 


No comments:

Post a Comment