Monday, February 28, 2022

Asal Usul dan Sejarah Tahun Baru Imlek


Tahun Baru Imlek

Harusnya artikel tentang sejarah Tahun Baru Cina ini, dipublishnya pas Imlek-an bulan kemarin. Cuma karena ada sesuatu dan hal yang cuma aku dan Dia yang mengerti. Akhirnya dipublishnya baru sekarang, deh. Nggak apa, kan, ya? Lagian nggak basi juga kalau tentang sejarah, mah. 

Kalau mengikuti sejarah Tahun Baru Cina yang juga dikenal sebagai Tahun Baru Imlek atau Festival Musim Semi. Tahun Baru Cina merupakan tahun yang paling penting di antara festival tradisional Tiongkok.

Asal usul Festival Tahun Baru Imlek ini dapat ditelusuri kembali ke sekitar 3.500 tahun yang lalu. Maka wajar jika Tahun Baru Imlek menjadi berkembang dalam kurun waktu sampai sekarang ini. Termasuk adat istiadatnya pun telah mengalami proses perkembangan yang panjang.

Sejarah Tahun Baru Cina

Legenda Asal Usul Tahun Baru Imlek: Nian

Seperti semua festival tradisional di Tiongkok, Tahun Baru Imlek penuh dengan cerita dan mitos. Salah satu yang paling populer adalah tentang binatang mitos Nian (/nyen/), yang memakan ternak, hasil bumi, dan bahkan manusia pada malam tahun baru. (Sangat menarik bahwa Nian, 'binatang tahunan', terdengar sama dengan 'tahun' dalam bahasa Cina.)

Untuk mencegah Nian menyerang orang dan menyebabkan kehancuran, orang menaruh makanan di depan pintu mereka untuk Nian.

Konon, seorang lelaki tua yang bijak mengetahui bahwa Nian takut suara keras (petasan) dan warna merah. Kemudian, orang-orang memasang lentera merah dan gulungan merah di jendela dan pintu mereka untuk mencegah Nian masuk, dan meretakkan bambu (kemudian diganti dengan petasan) untuk menakut-nakuti Nian. Dan monster Nian pun tidak pernah muncul lagi.

Asal Usul Tahun Baru Imlek: Pada Dinasti Shang

Tahun Baru Imlek telah menjadi sejarah sudah sekitar 3.500 tahun. Tahun awal persis perayaannya dalam sejarah tidak tercatat. Beberapa orang percaya bahwa Tahun Baru Imlek berasal dari Dinasti Shang (1600–1046 SM), ketika orang mengadakan upacara pengorbanan untuk menghormati dewa dan leluhur pada awal atau akhir setiap tahun.

Kalender Cina "Year" Didirikan: Pada Dinasti Zhou

Istilah Nian ('tahun') pertama kali muncul pada Dinasti Zhou (1046–256 SM). Sudah menjadi kebiasaan untuk mempersembahkan korban kepada leluhur atau dewa, dan menyembah alam untuk memberkati panen pada pergantian tahun.

Tanggal Tahun Baru Imlek Ditetapkan: Pada Dinasti Han

Tanggal festival, hari pertama bulan pertama dalam kalender lunar Tiongkok, ditetapkan pada Dinasti Han (202 SM - 220 M). Kegiatan perayaan tertentu menjadi populer, seperti membakar bambu untuk membuat suara retak yang keras.

Dinasti Wei dan Jin

Dalam dinasti Wei dan Jin (220–420), selain menyembah dewa dan leluhur, orang mulai menghibur diri sendiri. Kebiasaan sebuah keluarga berkumpul untuk membersihkan rumah, makan malam, dan begadang di malam tahun baru berasal dari masyarakat biasa.

Aktivitas Tahun Baru Imlek Menjadi Lebih Banyak Pada Dinasti Tang Hingga Qing

Kemakmuran ekonomi dan budaya selama Dinasti Tang, Song, dan Qing mempercepat perkembangan Festival Musim Semi. Kebiasaan selama festival menjadi mirip dengan zaman modern.

Menyalakan petasan, mengunjungi sanak saudara dan teman, serta makan siomay menjadi bagian penting dalam perayaan tersebut.

Baca Juga: Tetangga Masa Gitu

Kegiatan yang lebih menghibur muncul, seperti menonton tarian naga dan singa selama Pameran Kuil dan menikmati pertunjukan lampion.

Fungsi Festival Musim Semi berubah dari yang religius menjadi menghibur dan sosial, seperti sekarang ini.

Tahun Baru Imlek Di Zaman Modern

Pada tahun 1912, pemerintah memutuskan untuk menghapus Tahun Baru Imlek dan kalender lunar, tetapi mengadopsi kalender Gregorian dan menjadikan 1 Januari sebagai awal resmi tahun baru.

Setelah 1949, Tahun Baru Imlek berganti nama menjadi Festival Musim Semi. Dan terdaftar sebagai hari libur nasional.

Saat ini, banyak kegiatan tradisional menghilang tetapi tren baru telah muncul. Gala Festival Musim Semi CCTV (China Central Television), belanja online, amplop merah WeChat, pertunjukan kembang api, dan perjalanan ke luar negeri membuat Tahun Baru Imlek lebih menarik dan penuh warna.

Begitu deh, kira-kira sejarah Tahun Imlek. Seru juga baca sejarahnya. Dan pada zaman Presiden RI Gus Dur lah, kita dapat menyaksikan budaya yang ada hanya pada saat Imlek, seperti barongsai dan pernak-pernik layaknya tahun baru. Cuma kalau Imlek lebih dominan warna merah dan emas. 


Sumber:
https://www.chinahighlights.com



No comments:

Post a Comment