Saturday, October 31, 2020

Tanya Jawab Seputar Blog

Hari ketiga marathon coaching. Kepala lumayan ngebul. Tanya jawab seputar blog bikin mikir. 

Seputar blog

Akhirnya writing marathon pun bingung. Bingung apa yang mau ditulis. Pertanyaannya bingung, mendengar jawabannya lebih bingung. Harusnya judul blog ini Bingung heuheu. 


Baiklah, mari memulai pencarian arti dari pertanyaan teman-teman yang mengikuti coaching marathon. Banyak yang masih asing didengar oleh telingaku.


Screaming Frog


Ada pertanyaan penting karena aku baru mendengar tentang screaming frog ini.


Entahlah si penanya dan penjawab berbicara apa. Panjang kali lebar dan aku mencoba menyimak. Tapi yang ada kepala semakin pusing. 


Akhirnya demi menghilangkan rasa penasaran. Di cobalah mencari tahu tentang "kodok yang berteriak" ini. 


Screaming Frog SEO Spider adalah alat SEO yang dapat membantu kita dalam menemukan masalah atau kerusakan dalam tautan link website bisnis atau blog. Alat SEO ini memungkinkan kita untuk menganalisis judul halaman dan metadata, sehingga kita bisa mendeteksi apakah ada halaman website yang hilang atau mungkin double. Perlu diketahui bahwa alat SEO ini terintegrasi dengan Google Analytics, sehingga kita bisa mentransfer data-data ke dalam profil analitik secara keseluruhan, (sumber: studilmu.com)


Kalau dari hasil penulusuran yang didapat. Jadi, screaming frog tools ini merupakan sebuah aplikasi yang dipasang atau diinstal di desktop komputer. 


Layanan yang dikeluarkan oleh Screaming Frog yang berbasis di UK ini, ada versi berbayar atau premium dan ada pula yang free. 


Bahkan bila sebuah situs memiliki ukuran sedang atau besar dan lebih dari 500 URL yang ingin dijelajahi, maka disarankan untuk berlangganan premium atau membeli lisensi lengkap.


Biaya per tahun yang harus dikeluarkan adalah sebesar £149. Kalau dibagi menjadi 12 bulan, berarti biaya yang dikeluarkan adalah £12.41. 


Hmm, kalau pakai kurs rupiah, jadi lumayan, yak? Heuheu. Eh, tapi kalau buat bisnis atau perusahaan yang pakai, mah. Jumlah 240 ribuan rupiah, kecil. Dibanding hasil yang bakal didapat nanti.


Kalau buatku, mah, cukup yang free dulu, heuheu. 


Domain Authority (DA) 


Ada yang bertanya tentang DA ini. Tapi pertanyaannya adalah, apakah DA memengaruhi suatu blog agar dapat menempati page one google


Dan jawaban Mas Irwin bahwa DA nggak memengaruhi blog untuk dapat menempati page one google


Kalau untuk istilah DA ini lumayan sering dengar. Praktik juga udah meski belum maksimal. 


Mari kita cari tahu definisi DA terlebih dahulu. Soalnya yang aku tahu semakin tinggi nilai DA berarti semakin bagus performa suatu blog. 


Banyak pengguna jasa blogger yang mencari nilai DA minimal 20. Tapi ada juga yang minta nilai DA minimal 15. 


DA, ku? Jauh di awang-awang. Makanya belum pernah dapat job review. #curcoldeh


Ini definisi DA hasil googling yang menurutku bahasanya mudah dimengerti. 


Domain Authority (DA) adalah suatu acuan yang dibuat oleh mesin pencari untuk menentukan peringkat website atau blog. Semakin besar peringkat DA yang dimiliki maka semakin bagus untuk bersaing di mesin pencarian Google. Biasanya skala yang diberikan dari angka 1 sampai 100. (sumber: qwords.com)


Tiga hal berikut di bawah ini adalah penentu tinggi rendahnya nilai DA suatu website atau blog:


1. Usia Domain


Ternyata usia domain menentukan nilai DA. Wajarlah kalau blogku nilai DA nya masih seuprit. Kan, punya domainnya juga baru tiga bulan. 


Sabarin aja, deh. Kalau usia domainnya tambah tua juga nanti nilainya jadi tinggi. 


Blog yang mempunyai nilai DA tinggi pun, kalau pemiliknya nggak konsisten update dengan konten berkualitas. Google males, tuh, kasih penilaian. Trus, akhirnya google nggak mau munculin blog kita di mesin pencariannya, deh. 


Jadi, sekarang aku mau rajin posting konten berkualitas dan konsisten. Sambil menunggu usia domain. Menabung konten ceritanya. 


2. Popularitas Domain


Pada saat waktunya nanti, yaitu usia domainku sudah mulai matang dan tua. Harapanku, blogku menjadi populer karena banyak link-link yang masuk ke blogku. Istilah dunia per-blog-an namanya inbound link atau backlink. Kalau banyak backlink yang mejeng di blogku, maka otomatis nilai DA ku akan naik. 


Tapi, bukan hal mudah untuk mendapatkan backlink. Aku harus mengisi dengan konten yang berkualitas pada blogku. Sehingga banyak website atau blog yang merekomendasikan blogku pada mesin pencari alias google.


3. Ukuran Domain


Lagi-lagi konten yang berkualitas menjadi penilaian ukuran domain sebuah blog. 


Semakin banyak konten berkualitas yang ada di dalam blog. Maka semakin besar pula ukuran domain yang kita punya. 


Betul yang sering dikatakan oleh mentor-mentor blog. Content is the king.


Mari kita berinvestasi konten agar suatu saat bila usia domain sudah matang, tinggal panen DA. Aamiiin. 


Tanya Jawab Seputar Blog berikutnya masih tentang DA. 


Lebih baik DA yang tinggi dulu atau PV?


Jawaban Mas Irwin, " lebih baik tingkatkan PV terlebih dahulu dibanding meningkatkan nilai DA."


"Mengapa?" tanya Mas Irwin,"karena yang mikirin nilai DA tinggi, PV mereka udah aman alias udah tinggi."


Pembahasan PV atau pageview sudah ada di artikel sebelumnya


Di sini aku mau ambil kesimpulan. Kalau ada yang salah atau tidak sepemahaman. Mohon koreksinya, ya. 


Apa yang dikatakan oleh Mas Irwin memang benar. Untuk apa usaha mati-matian menaikkan DA kalau konten blog tidak berkualitas. Siapa coba yang mau lihat blog kita kalau isinya pepesan kosong.


Sebenarnya, kan, PV itu berbanding lurus dengan DA. Kalau pageview tinggi, maka nilai DA juga tinggi.  


Indikator PV dan DA, kan, sama-sama membutuhkan konten yang berkualitas. Meski banyak blogger yang mencoba menanam backlink dengan maksud menaikkan nilai DA.


Sekali lagi seperti dibahas sebelumnya di atas. Bila kita tidak update blog secara konsisten dan tidak berkualitas. Artinya menanam backlink sama saja bohong. 


Bagaimana menurut teman-teman Desi's corner. Apakah ada pendapat lain tentang tanya jawab seputar blog ini? 


Mari kita diskusi bersama bila ada pandangan atau masukan tentang bahasan ini. 


Terima kasiiiih. 














No comments:

Post a Comment